Mohon tunggu...
Amelia sri Indrayani
Amelia sri Indrayani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Islam Bandung

Management

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Fun Charity! Creativity Siap Aksi Berbagi Kebahagiaan bersama PKL X Anak Jalanan di Alun-Alun Kota Bandung

22 Agustus 2022   22:04 Diperbarui: 23 Agustus 2022   09:59 301 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Awal mula merencanakan projek mini, Minggu- 7 Agustus 2022. (dokpri)

Berawal dari sebuah mini projek yang di adakan oleh Jabar Bergerak Milenial. Kami dari kelompok 1 Creativity membuat sebuah mini projek dengan tema "Shine Colaboration with Street Childreen X Street Vendors". Bukan tanpa alasan memilih sebuah mini projek ini. Tentunya kami memiliki latar belakang sampai akhirnya kami memutuskan untuk menjalankan mini projek ini dengan tema tersebut. 

Pedagang kaki lima (PKL) sering di anggap sebagai sumber masalah yang di nilai mengganggu keindahan, keamanan dan kenyamanan kota. padahal PKL juga sebagai pendukung ekonomi karena sebagian besar pertumbuhan ekonomi itu berasal dari pedagang kaki lima. Banyak pedagang pedagang kecil yang menggantugkan hidup mereka dari hasil berdagang di pinggir- pinggir jalan. tetapi tak sedikit juga, pedagang yang sudah tua renta bahkan ada pedangang yang berkebutuhan khusus yang mana mereka menggantungkan hidup mereka dari hasil jualan nya. 

Di lansir dari (bandungbergerak.id) tercatat ada sebanyak 22.003 orang pedagang kaki loma yang terdaftar di bawah dinas koperasi UMKM kota bandung, sementara jumlah PKL  di kota bandung pada tahun 2013 tercatat 12.010 PKL berdasarkan data perusahaan daerah pengelolaan pasar kota bandung.

Tetapi perlu zillenial ketahui, tak hanya pedagang kaki lima (PKL) saja yang di anggap menjadi sumber masalah dan kenyamanan kota, anak-anak jalanan pun sering di anggap sebagai sumber masalah dan mengganggu kenyamanan kota khusus nya di daerah kota bandung. Anak jalanan di kota bandung jumlahnya sudah sangat memprihatinkan, menurut data dari dinas sosial kota bandung jumlah anak jalanan di kota bandung yaitu 2.162 meskipun tidak semua berasal dari kota bandung. 

Anak jalanan adalah anak yg di kategorikan tak berdaya, yang merupakan korban berbagai penyimpangan dari oknum oknum tak bertanggung jawab seperti orang tua maupun dari keluarga mereka. Di kota bandung khususnya di sekitaran alun alun kota bandung marak anak jalanan yang di eksploitasi cari uang dengan mengamen di perempatan jalan kota bandung, berjualan tisu, menjadi badut dll. Yang mana mereka itu seharusnya sedang merasakan dunia nya sendiri, merasakan pendidikan, bisa bermain seperti anak anak pada umumnya. 

Berawal dari latar belakang tersebut, kami Creativity akhirnya memutuskan untuk melaksanakan kegiatan ini pada hari kamis, 18 Agustus 2022 bertempat di Alun-alun Kota Bandung. Di balik sebuah perencanaan pastinya ada juga hal-hal di luar kendali kami. beberapa kendala yang kami alami yaitu: Timing pelaksanaan yang kurang pas, komunikasi yang belum optimal. 

Namun di balik itu semua kami mampu mengatasi semua kendala tersebut karna kami sangat berharap dari mini project ini ada output yang kami harapkan pertama membantu penambahan penjualan pedagang PKL dan adanya peningkatan pengetahuan atau wawasan kebangsaan dari adik adik di jalanan melalui beberapa quiz yg dilakukan, serta diantara adik adik jalanan meskipun sederhana. Nah seperti apa sih rangkaian kegiatanya yukk kita lihatt
1. membeli pedagang kecil untuk di jadikan hadiah mini quiz : 

Potret Berbagi Kebahagiaan dengan Pak Rian (dokpri)
Potret Berbagi Kebahagiaan dengan Pak Rian (dokpri)

Pedagang yang kami temui di daerah sekitar tamansari dekat Sekolah Tinggi Hukum Bandung, beliau merupakan seorang tuna netra yang tinggal di daerah pajajaran bandung. Beliau bernama Pak Rian. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya beliau mengadu nasib dengan menjual berbagai macam kerupuk seperti yang ia bawa pada hari itu yaitu gurilem yang dihargai sebesar Rp5.000 dan kerupuk udang sebesar Rp8.000. 

" Pendapatan bersih itu paling besar Rp100.000 dan kalau jualannya sepi untuk bisa mendapatkan Rp50.000 saja susah" Ucap Pak Rian mengenai pendapatan bersihnya sehari-hari, selain itu juga kami menanyai kondisi jualan selama pandemi itu seperti apa, dan beliau mengatakan " kondisi jualan di era pandemi sangat naik turun dan tidak menentu, kadang bisa sangat sepi tetapi juga tidak terlalu ramai". 

Melihat kondisi tersebut kami sangat tersentuh melihat perjuangan Pak Rian yang berjalan kaki sendirian tanpa adanya bantuan dari siapa pun. Maka dari itu kami membantu membeli dagangan tersebut sebanyak 14 Pcs sesuai dengan jumah kerupuk gurilem yang di bawa pada saat itu dan kami pun membagikan sedikit bantuan berupa sembako yang diharapkan dapat membantu untuk mengisi sedikitnya kebutuhan dapur. So buat temen-temen yg melihat Pak Rian boleh bangett buat di beli ya dagangannya!!!

2. bermain lomba quiz dan lomba untuk memperingati HUT RI ke 77 : 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan