Mohon tunggu...
Konstan Aman
Konstan Aman Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Penulis, Petani dan Guru Kampung (PPG)

Pewarta suara minor dari kampung.

Selanjutnya

Tutup

Halo Lokal Artikel Utama

Menelisik Aksi Menanam Pohon Sakramen Jelang Sambut Baru di Kampung

29 April 2024   17:29 Diperbarui: 1 Mei 2024   00:02 413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Potret aksi penanaman pohon sakramen di Manggarai (dokumentasi pribadi)

Tahun 2024 ini, keuskupan Ruteng kembali menggagas sebuah tema baru dalam berpastoral yakni pastoral ekologi integral. 

Tujuannya adalah mengajak semua manusia khususnya yang bernaung di bawah keuskupan Ruteng untuk mencintai alam sebagai ibu kita bersama.

Bahwasanya, alam tempat kita hidup dan tinggal kini sudah semakin rusak. Imbasnya pun bermacam-macam yakni:

Pertama, secara ekologis terjadi krisis besar-besaran, seperti bencana alam (longsor dan banjir), perubahan iklim yang ekstrim (hujan atau kemarau berkepanjangan), krisis air bersih dan lain sebagainya.

Secara sosiologis; terjadi gagal panen yang mengancam pada bencana kelaparan, gizi buruk meningkat serta kemiskinan terlestari atau terjadi disparitas antara kelompok kaya dan miskin. 


Semua realitas tersebut sedang dan sudah membumi di bumi Flores khususnya di Manggarai.

Oleh karena itu, agama dalam hal ini Gereja sebagai komunitas yang paling intim dengan umat, khususnya dalam menghadapi kenyataan yang menggelisahkan tersebut selalu tak pernah pasif atau sekedar tampil sebagai komunitas seremonial semata. Melainkan turun serta berempati sekaligus berupaya membawa kabar gembira (keselamatan) kepada umat seluruhnya.

Sebagai wujud dari tindakan praksisnya, maka Gereja lokal melalui tema yang diusung tahun ini, menggerakkan umat setempat untuk secara aktif dan masif menanam pohon. 

Pohon yang dimaksud pun diberi dengan nama Pohon Sakramen. 

Nama tersebut bukanlah jenis atau varietas pohon yang sebenarnya melainkan sekedar simbolik, yakni kewajiban bagi umat ketika hendak menerima sakramen (tanda keselamatan Allah) harus menanam pohon terlebih dulu dengan sebanyak jumlah sakramen yang hendak di terima, atau tergantung permintaan atau kebijakan dari paroki (gereja wilayah) setempat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Halo Lokal Selengkapnya
Lihat Halo Lokal Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun