Mohon tunggu...
Konstan Aman
Konstan Aman Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Penulis, Petani dan Guru Kampung (PPG)

Pewarta suara minor dari kampung.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Sisi Paradoks Berseragam Sekolah Lebih dari Sekadar Keseragaman Identitas Siswa Semata

18 April 2024   20:06 Diperbarui: 18 April 2024   22:14 80
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Potret siswa siswi sekolah dasar sedang menggunakan seragam sekolah (sumber: Suara.com)

Mengulik topik tentang seragam sekolah saya memulainya dengan sebuah ilustrasi, sebuah pengalaman keseharian dari ponakan saya yang kini sudah berada di kelas 2 SD.

Setiap pagi sebelum ke sekolah, ia sibuk mencari seragam sekolahnya. Ia sudah mengenal betul, aturan berpakaian seragam di sekolahnya, seperti hari Senin dan Selasa itu merah putih, rabu dan kamis pramuka dan Jumat Sabtu itu kemeja batik dengan celana biru.

Bahkan ia selalu menangis dan marah-marah dengan mamanya, bahkan seringkali dengan ancaman tidak ke sekolah kalau seragamnya hilang atau kusut dan kotor.

Pernah ia tidak ke sekolah gara-gara celana sekolahnya selalu robek di celah-celah kedua pahanya. Meskipun sudah berulangkali dijahit, namun tetap saja sepulang dari sekolah selalu dalam kondisi terbelah alias robek. 

Bahkan beberapa kali terpaksa harus diganti dengan yang baru, tapi tetap saja karena ulahnya yang bandel selalu tak pernah utuh.

Pernah juga ia dihukum oleh pihak sekolah lantaran memakai seragam yang ganjil, seperti kalau hari Senin, bawahannya Pramuka dan atasannya kemeja putih.

Beberapa anak yang terpaksa berhenti sekolah karena keseringan dihukum, akibat ketidaksesuaian seragam yang dikenakannya. Miris


***


Dari ilustrasi tersebut telah mengandung beberapa hal yang mesti dikaji secara mendalam perihal seragam sekolah.

Pertama, penanaman nilai karakter sejak dini. Dengan mengenakan seragam sekolah, secara inheren dapat membentuk dan menumbuhkan jati diri siswa sebagai pribadi yang bertanggung jawab baik terhadap diri maupun terhadap komunitas atau sekolah.

Anak-anak dididik sedemikian rupa untuk patuh dan taat dengan ketentuan yang ditegakkan oleh sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun