Mohon tunggu...
amandanasution73
amandanasution73 Mohon Tunggu... Freelancer - penulis lepas

aku suka nulis, nonton, suka semua yang berbau seni. yah...biasa aja deh

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Film Miller's Girl (Review)

3 Maret 2024   22:32 Diperbarui: 3 Maret 2024   22:36 178
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Assalamu'alaikum, Readers

Film drama di lingkungan sekolah memang selalu menarik buat di bawa sebagai cerita, dan bahkan menjadikan scenario film. Ini yang dibawa film besutan sutradara yang juga merangkap sebagai penulis skenario, Jade Halley Bartlett.

Film berdurasi 93 menit ini bercerita tentang remaja berusia 18 tahun, Cairo Sweet (Jenna Ortega) yang merupakan anak dari pasangan pengacara sukses yang tinggal sendirian di rumah besarnya. Sementara kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaannya. Sementara Jonathan Miller (Martin Freeman) adalah guru mata pelajaran bahasa Inggris. Ia melihat Cairo sangat andal dalam menulis, hal itu membuatnya tertarik. 

Perhatian yang diberi Jonathan ternyata disalah artikan oleh Cairo yang kemudian berharap hubungan mereka tidak lagi layaknya guru dan murid, tapi lebih dari itu. Kondisi semakin rumit ketika Jonathan tanpa sadar merespon harapan Cairo yang semakin terobsesi padanya. 

Hingga pada sebuah tugas akhir yang merupakan tugas menulis kreatif yang membuat Cairo dan Jonatahan semakin terjebak pada hubungan yang semakin rumit.

dok: Lionsgate
dok: Lionsgate

Readers, 

Ntah kenapa, buat aku karakter Jenna Ortega sebagai Wednesday kayak terbawa difilm ini. Misterius, angkuh, sok berkuasa. Emang karakter Cairo diciptakan seperti itu, ataukah hanya aku yang terbawa dengan film Jenna sebelumnya. Karakter Cairo yang dingin seperti anti tesis dari klimaks yang terjadi pada Jonathan. Sebagai penonton, Readers, aku merasa setengah lidahku dikasih es, setelangah lagi dikasih api. Tapi jadi peta scenario menarik seharusnya.

Untuk settingnya sendiri sih mendukung banget pada karakter masing-masing pemain utama. Seperti ketika set Cairo, kesan misterius, kaya, angkuhnya pas banget dengan setting yang digunakan buat Cairo. Begitu juga dengan Jonathan yang memiliki kehidupan yang cukup 'heboh' dengan istrinya yang alkoholic. Menciptakan dua karakter yang bertolak belakang, kemudian menyatukannya dalam satu frame yang ada adegan mesranya.

Film ini beneran dibuat dengan sangat padat. Dengan durasi kurang dari 100 menit dengan beberapa adegan yang diulang dengan alasan flase back mau pun melengkapi cerita yang sedang berjalan.

Menurut aku score 7/10 pas buat film ini.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun