Mohon tunggu...
Alya Firdaus
Alya Firdaus Mohon Tunggu... seorang Mahasiswi yang masih suka bermalas-malasan

never say 'never'

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Jangan Katakan "Jangan"

15 September 2019   12:44 Diperbarui: 15 September 2019   12:45 0 0 0 Mohon Tunggu...
Jangan Katakan "Jangan"
Sumber gambar: theconversation.com

'Jangan lari! Nanti kamu jatuh!' 'jangan main disitu, itu kotor. Menjijikkan!'Siapa yang pernah mendengar kalimat itu? Pasti sering kan mendengernya. Sebagai orang tua, memang diharuskan untuk menjaga, melindungi anak dari berbagai bahaya. Namun, terlalu sering berkata 'Jangan!' juga tidak baik loh. Kenapa tidak baik? Ini beberapa dampak terlalu sering malarang anak.1.Anak menjadi kurang berkeplorasi

Ketika anak dilarang untuk melakukan sesuatu, maka anak merasakan ketakutan untuk melakukan hal tersebut. Padahal, anak hanya ingin tahu apa itu sebenarnya. Dengan dilarang untuk melakukan sesuatu, anak menjadi susah untuk bereksplorasi hal-hal baru.

2.Anak menjadi kurang kreatif
Ketika anak mendapat suatu permasalahan, anak akan susah menyelesaikan. Karena, anak takut untuk melakukan tindakan. Pada akhirnya, dia meminta bantuan kepada orang lain. Dimana, seharusnya permasalahan itu bisa dia atasi sendiri.

3.Anak menjadi pribadi yang pemalas
Ketika anak ingin membantu menyapu, mencuci piring atau sebagainya tapi orang tua malah melarangnya. Hal itu akan menjadikan anak sebagai peribadi yang pemalas. Kok bisa? Karena larangan itu, anak menjadi tidak memiliki semangat untuk melakukan aktivitas karena takut dilarang lagi.

4.Anak menjadi tidak percaya diri
Saat orang tua melarang anak untuk melakukan banyak hal, anak akan menjadi tidak percaya diri. Mereka tidak percaya akan kemampuan yang dimilikny. Ketika anak ingin mencoba melakukan sesuatu, orang tua meragukan kemampuannya. Sebagai orang tua sebaiknya memberi kesempatan pada anak untuk menciba hal-hal yang belum diketahui oleh anak.

Mengatakan 'Jangan' memang boleh, tapi ketika terpaksa. Sebaiknya orang tua mengganti kata 'jangan' dengan kata yang lebih bisa diterima anak. Misalnya, ketika anak berlari jangan katakan 'jangan lari nanti jatuh!' ganti dengan 'jalan bareng bunda, yuk. Jalan pelan-pelan sambil lihat tanaman' atau jugaa ketika anak mencoret-coret dinding katakan 'kalo mewarna harusnya dimana? Di buku gambar kan? Yuk mewarna di buku gambar' jangan katakan 'duhh, jangan coret-coret tembok. Ntar kotor temboknya !!!'


Yups, mengubah kebiasaan berkata 'Jangan' sangat berpengaruh kepada anak di masa yang akan datang!

KONTEN MENARIK LAINNYA
x