Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Timtim Nggak Usah Takut Pada Indonesia

5 Agustus 2012   23:28 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:12 682 3 0 Mohon Tunggu...

Setelah ketemu Ki Arjun yang rada-rada eusleum (kurang waras), Kabayan jadi mikir, Ki Arjun kayaknya lebih bahagia saat dia kurang waras ketimbang saat waras. Ki Arjun yang mantan tentara dan pernah berjuang di Timor-Timur seringkali keliatan stress waktu Timor-Timur lepas dari Indonesia. Ia sering ngeuleuweuh (meracau), nggak rido Timtim lepas, karena katanya ia sudah berjuang mati-matian agar dulu Timtim masuk wilayah Indonesia. Nah, abis itu, Ki Arjun beneran jadi nggak waras. Karena sering ngamuk dan susah menanganinya –maklum badannya gede dan kuat, mantan tentara lapangan—akhirnya warga mengantarkannya ke RSJ, karena ia emang sudah nggak punya keluarga lagi.

Setahun di RSJ, Ki Arjun dipulangkan lagi dalam keadaan sehat wal afiat, malah keliatannya lebih sehat. Mungkin karena di sana makanannya terjamin, ada yang ngurusin. Saat dipulangkan, ia sudah nggak galak lagi, nggak suka ngamuk lagi, meski kelakuan anehnya kadang-kadang masih nongol. Ya kayak tadi itu, ia pake acara mancing ikan dengan umpan kalet gelang yang dipotong-potong –katanya simulasi, latihan buat ikan agar terbiasa dipancing—tapi anehnya ada ikan yang kepancing.

Karena penasaran dengan kewarasan Ki Arjun, Kabayan menanyakan lagi soal Timtim pada Ki Arjun, sambil bersiap-siap lari kalau-kalau Ki Arjun mendadak ngamuk lagi. “Ki, ada berita nih, katanya di perbatasan Indonesia-Timtim, ada bentrokan. Katanya, bentrok itu gara-gara pembangunan pos bea cukai dan imigrasi Timtim yang masuk wilayah Indonesia...” kata Kabayan.

Ki Arjun yang masih asyik dengan pancingannya melirik, “Gimana kejadiannya?” tanyanya. “Ya gitu, Timtim membangun kantor bea cukai dan imigrasi, tapi bangunan itu masuk ke wilayah Indonesia. Nah warga Indonesia di sana ngamuk dan bentrok dengan warga Timtim di perbatasan. Warga Indonesia minta Timtim menghentikan pembangunan itu atau mereka berani menumpahkan darah untuk merubuhkannya sendiri...” kata Kabayan.

“Hebat,” kata Ki Arjun yang keliatannya masih tenang, “terus pemerintah dan tentara di sana bagaimana?” tanya Ki Arjun lagi. “Ya tentara Indonesia di perbatasan berusaha mencegah konflik dan meminta warga Indonesia mundur dan menahan diri...” lanjut Kabayan.

Ki Arjun mengangguk-angguk, “Bagus, itu artinya warga negara kita sadar bahwa bela negara itu adalah kewajiban semua warga, bukan hanya kewajiban pemerintah dan tentara...” kata Ki Arjun lagi. “Bagus juga, karena itu artinya tentara kita di sana menjalankan tugasnya untuk menjaga agar warganya selamat dari bentrokan...” lanjut Ki Arjun.

Kabayan bergumam dalam hati, “Berarti Ki Arjun emang sudah waras, karena dulu kalo ditanya soal karirnya sebagai tentara, atau ditanyain soal Timtim, dia pasti ngamuk,” bathinnya. Kabayan lalu bertanya lagi, “Kalau misalnya Aki ditugaskan lagi ke sana, atau yaah disuruh jalan-jalan ke Timtim, mau nggak?” tanya Kabayan.

Ki Arjun mengangguk, “Oh ya mau lah. Siapa sih yang nggak mau jalan-jalan. Bosen di Cibangkonol terus. Kan asyik atuh kalo bisa jalan-jalan lagi ke sana...” jawab Ki Arjun. “Terus kalo ke sana mau ngapain?” Kabayan bertanya lagi. “Mmm ya nostalgia lah, ngunjungi tempat-tempat yang dulu dipake buat pos, ngunjungi Pantai Pasir Putih di Dilli soalnya saya dulu pernah renang di situ... Yaah keliling-keliling lah...” jawab Ki Arjun.

“Terus mau ngapain lagi?” tanya Kabayan lagi. “Yaah kalau bisa mau ketemu sama Sanana Gusmao atau siapapun presidennya sekarang...” jawab Ki Arjun. “Mau ngapain ketemu dia?” tanya Kabayan yang kagum karena Ki Arjun masih punya ingetan yang kuat soal Timtim.

Ki Arjun nyengir, “Ah ya mau silaturahmi aja Yan. Mau nanya-nanya kabarnya. Sekalian mau ngomong sama dia supaya dia nggak perlu lagi takut sama Indonesia, karena justru sekarang Indonesia yang takut sama mereka, soalnya mereka kan dibantuin banyak negara, misalnya Ostrali (Australia) dan yang lain-lain. Saya juga mau bilang sama dia, supaya nggak ragu-ragu lagi kalau mau make tanah di Indonesia, karena nggak ada yang larang, tentaranya juga santai aja tuh, malah mereka yang menenangkan warga supaya nggak bikin kerusuhan. Nggak usah takut juga sama presiden kita yang jenderal dan pernah tugas di sana, soalnya presiden kita cinta damai, malah nanti bisa diminta bikin lagu soal Timtim. Gitu aja...” kata Ki Arjun sambil menarik lagi pancingannya yang pake umpan potongan karet gelang itu, tapi anehnya, ia dapet ikan lagi.

Kabayan bengong, bukan soal ikan itu. Tapi ia bingung, Ki Arjun ini sudah waras atau belum ya?

Jogja, 6 Agustus 2012

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x