Mohon tunggu...
Alim Syahwana
Alim Syahwana Mohon Tunggu...

more visit my profile\r\nhttp://www.alimsyahwana.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Bagaimana Cara Membentuk Habit Baik

2 Agustus 2014   00:39 Diperbarui: 18 Juni 2015   04:39 2313 0 0 Mohon Tunggu...

Sebelumnya, apa yang dimaksud dengan habits? Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berpikir atau  suatu aktifitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi bagian dari kita, yang sering kita sebut sebagai kebiasaan. "Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang, karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan kebiasaan" (Arsitotales) Saat kita melihat seorang mahasiswa katakanlah mahasiswa A. Ia selalu rajin mengerjakan tugas,tidak pernah terlambat, kita bisa saja kagum. Tetapi, seperti yang dikatan oleh Aristotales, bahwa itu bukanlah keunggulan perbuatan, tapi karena ia terbiasa melakukannya. Bisa juga dikatakan, mereka yang melakukan hal-hal yang luar biasa berulang kali sehingga yang tampak hebat di mata kita itu adalah yang biasa di mata mereka, karena mereka terbiasa melakukannya. Sebaliknya, apabila ada seorang mahasiswa  yang katakanlah mahasiswa B. Ia tidak pernah mengerjakan tugas, bangunnya kesiangan, selalu mencontek jika ujian, dll, bisa disimpulkan bahwa itu juga karena habits. Kita secara otomatis juga akan memberikan penilaian kepada seseorang berdasarkan habitsnya. Seperti contoh di atas, mahasiswa A akan kita berikan predikat mahasiswa rajin, sedangkan mahasiswa B akan kita berikan predikat sebagai mahasiswa pemalas. Seseorang yang memiliki banyak habits baik dalam dirinya, kemungkinan besar akan lebih berhasil  dalam kehidupannya daripada yang memilki habits buruk. Tentunya, kita tidak mau menjadi orang yang gagal karena habits buruk yang ada dalam diri kita bukan? Nah, sekarang bagaimana langkah membentuk habits baik, ternyata ada rumusnya. Rumus Habits Di dalam buku Ustadz Felix Siauw yang berjudul How To Master Your Habits, terdapat unsur-unsur yang dapat membentuk habits yaitu: Learn (pembelajaran) --->Commit (komitmen)--->Practice (latihan) --->Repetition (pengulangan) Habits seperti spiral yang hanya mempunyai dua pilihan, bertambah besar atau bertambah ciut. Setiap repetisi atau pengulangan akan memperkuat habits, dimana harus dilakukan secara kontinue atau kita harus memilki komitmen untuk melakukannya secara terus menerus. Spiral ini akan terus menerus berkembang tak terputus apabila terus dijaga. Misalnya: Seorang yang rajin membaca, akan semakin bertambah pengetahuannya, dengan kata lain spiralnya semakin membesar, dan sebaliknya. Seorang yang malas membaca, maka akan menjadi semakin picik atau dengan kata lain, spiralnya semakin menciut. Repetisi akan menimbulkan gerak reflek tanpa harus berpikir. Dalam olahraga disebut sebagai muscle memory, sehingga jika kita sering mengulang aktifitas yang baik, maka secara reflek tubuh kita akan melakukan itu tanpa kita sadari. Lalu, bagaimana agar kita mau melakukan aktifitas baik? Agar kita mau melakukan aktifitas baik, kita harus sadar apa yang betul-betul kita inginkan dan menjadi tujuan kita. Semakin jelas apa yang kita inginkan di masa depan kita, maka semakin besar pula daya tarik kita untuk melakukan aktifitas positif. Sebagai contoh: Untuk sukses masuk ujian universitas, seseorang harus mempersiapkan diri untuk belajar. Maka orang tersebut akan melakukan aktifitas belajar dengan rajin agar ia bisa sukses masuk ujian universitas. Lain lagi dengan teori Habits menurut Duhigg. Di dalam buku karya Duhigg disebutkan bahwa habits dibentuk melalui teori "habits-loop", yang merumuskan bahwa habits terdiri  dari lingkaran yang meliputi- isyarat, rutin, hadiah,. isyarat, rutin, dan reward. Di dalam buku ini, ditambahkan reward atau hadiah dengan tujuan agar kita lebih termotivasi. Reward atau hadiah, diletakkan saat kita sudah sukses atau telah selesai melakukan kegiatan positif tersebut. Misalnya kita membuat aturan seperti kita baru boleh sarapan pagi setelah merapikan tempat tidur, sehingga kita akan lebih termotivasi untuk merapikan tempat tidur, karena jika tidak merapikan tempat tidur kita tidak bisa sarapan. Sarapan disini berfungsi sebagai reward/hadiah.

Pertama ada isyarat, pemicu yang memberitahu otak kita untuk masuk ke mode otomatis dan melakukan kebiasaan. Kemudian, muncul rutinitas, yang bisa dalam bentuk fisik, mental, atau emosional. Akhirnya, jika kita mengadakan hadiah atau reward, maka itu akan membantu otak kita untuk mengingat tujuan masa depan kita, sehingga kita akan lebih termotivasi untuk melakukan aktifitas baik secara terus menerus. Seiring berjalannya waktu, lingkaran yang meliputi- isyarat, rutin, hadiah; isyarat, rutin, reward -akan menjadi lebih berkembang. Langkah Membuat Habits Sekarang, kita masuk pada langkah-langkah membentuk habits baru. Ada tiga langkah praktis yang kita lakukan untuk membentuk habits baru, dan yang positif tentunya. Langkah-langkah tersebut adalah: 1. Mulai dari yang kecil Memulai dari hal yang kecil akan memudahkan kita untuk mengawali sesuatu yang positif. Kita pasti tahu, bahwa yang namanya awal pasti berat. Jadi, lebih baik kita mengawali dari hal-hal yang kecil kemudian setelah itu kita latihan untuk konsisten melakukannya. 2. Menemukan waktu habits Kita harus meluangkan waktu untuk membentuk habits baru kita. Kuncinya adalah kata setelah. Misalnya, setelah bangun tidur saya akan langsung membersihkan rumah, setelah makan saya akan menggosok gigi, dll. 3.Berlatihlah terus Pada awalnya, mungkin kita akan lupa untuk melakukan habits baru, maka kita bisa membuat list atau daftar habits baru dengan tujuan agar kita ingat terus habits tersebut. Bisa kita membuat tulisan kemudian ditempelkan di dinding kamar, di kulkas, dll. Itu tadi tulisan tentang bagaimana cara membentuk kebiasaan baik. Jadi, mulai sekarang, bentuklah kebiasaan baik anda agar anda bisa menjadi orang yang lebih baik, sehingga masa depan anda juga lebih baik. *Referensi: -How To Master Your Habits karya Felix Siauw -http://www.goop.com/journal/be/222/habit

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x