Mohon tunggu...
Ali Maksum
Ali Maksum Mohon Tunggu... Guru - Education is the most powerful weapon.

Guru, Aktifis dan Pemerhati pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Palembang

Nilai Toleransi dalam Kegiatan Islamic Fest di Paramount School Palembang

18 Maret 2022   17:59 Diperbarui: 18 Maret 2022   18:05 150 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Baru-baru ini gebrakan yang sangat baik dilakukan oleh salah satu sekolah swasta di Palembang, Paramount School, lewat kegiatan Islamic Fest. Bagi sebagian orang mungkin kegiatan keislaman di dalam sekolah adalah sudah umum dan biasa dilakukan namun apa yang membuat kegiatan Islamic Fest di Paramount School menjadi berbeda dan unik? yang menjadi berbeda dengan kegiatan sejenis atau yang membuat unik dibanding kegiatan lain adalah peserta Islamic Fest 2022 juga diikuti oleh siswa pemeluk agama lain.Padahal kegiatan tersebut bernuansa lomba-lomba keislaman. 

Kegiatan yang bertema "Menciptakan Siswa-siswi yang berani, percaya diri dan berakhlakuk karimah" ini merupakan kegiatan tahunan dan kegiatan yang baru pertama kali diadakan di tengah pandemi. Islamic Fest yang identik dengan kegiatan-kegiatan bernuansa keislaman seperti tahfidz, lomba adzan, tartil al Quran, fashion show, lagu religi diikuti oleh seluruh sekolah di kota Palembang yang bernuansa Islam namun terdapat satu lomba yang diperkenankan diikuti oleh siswa non Islam yaitu lomba mewarnai dan menggambar. Paramount School sebagai sekolah berlabel sekolah plus terdapat 5 agama di dalamnya yang sejak lama terpelihara dengan baik dan siswanya juga hidup dengan mengindahkan toleransi yang sangat tinggi.

Di ajang Islamic Fest yang diadakan pada 11-12 Maret 2022 ini juga bernuansa toleransi dan dihadiri bukan hanya siswa muslim namun juga non muslim. Penanaman toleransi sebagai wujud bangsa yang berdasarkan pancasila harus ditanamkan sejak dini sebagai wujud manusia yang beriman dan berbudaya serta berakhlakul karimah yang secara langsung mengambarkan nilai-nilai agama yang diemban. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin sudah selaiknya mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan kreatif yang mengandung dakwah dan memberikan citra yang baik kepada masyarakat.

Kegiatan seperti ini justru mendapatkan sambutan yang baik dari orang tua baik muslim maupun non muslim dengan catatan tidak mengganggu masing-masing keyakinan yang sudah diyakini. kegiatan tersebut dapat diambil salah satu lomba yang bersifat umum dan netral yang tidak mengganggu dan juga dapat mengekspresikan kreatifitas anak dalam berkarya. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini dan sejenisnya sangat besar seperti bagaimana menanamkan Islam Inklusif yang sudah selaiknya dimiliki oleh warga negara indonesia yang notabene mayoritas beragama Islam sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari yang hidup di masyarakat yang heterogen.

Nilai-nilai dari rasulullah SAW yang diberikan lewat buku pelajaran mungkin hanya sebagai sebuah teori jika hal tersebut tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu bagimana seorang guru dapat memberikan contoh teori tersebut sehingga anak-anak dapat merasakan manfaatnya namun disisi lain juga guru dapat mengambil peran di dalamnya? jawabannya adalah sekolah memberikan pembelajaran berbasis projek yaitu dengan mengadakan kegiatan pengamalan seperti Islamic Fest dan kegiatan lain yang dapat dilakukan.

Pemikiran inklusif lewat sekolah inklusif akan melahirkan generasi yang bersifat inklusif yang menggambarkan pemikiran yang terbuka, mengamalkan toleransi, saling menghormati di tengah masyarakat adalah nilai-nilai yang harus diterapkan sejak dini sehigga diharapkan akan lahir generasi yang cerdas berfikir dan juga cerdas sosial.                                   

Mohon tunggu...

Lihat Konten Palembang Selengkapnya
Lihat Palembang Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan