Mohon tunggu...
Alifviasari Puspa Bangsa
Alifviasari Puspa Bangsa Mohon Tunggu... College Student

Try to write everything in my head

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Pentingkah RUU PKS?

16 Juli 2020   21:27 Diperbarui: 16 Juli 2020   21:26 37 1 0 Mohon Tunggu...

Kasus mengenai kekerasan seksual di Indonesia tidak hentinya terjadi. Setiap saat bertambah kasus baru yang menimpa perempuan. Saat ini dapat dikatakan bahwa Indonesia darurat kekerasan seksual. Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, pada tahun 2019 tercatat 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan.

 Jumlah kasus ini meningkat 6% dari jumlah kasus yang tercatat pada tahun 2018. Belum lagi kasus yang tidak tercatat karena korban enggan melaporkan.

Kekerasan seksual masih menjadi suatu hal yang tabu untuk dibicarakan. Pemikiran beberapa masyarakat yang menjadikan kekerasan seksual seolah hanya sebatas masalah moralitas dan sering kali memposisikan korban berada di pihak yang salah membuat korban kekerasan seksual bungkam. 

Tidak jarang korban kekerasan seksual malah disalahkan karena dianggap memancing terjadinya hal tersebut. Pemikiran dari masyarakat ini yang seharusnya diubah.

Korban kekerasan seksual seharusnya mendapat keadilan dan dukungan dari berbagai pihak. Efek traumatis yang dialami korban tidak dapat hilang dengan mudah. 

Pengucilan dari masyarakat malah akan membuat korban merasa bersalah atas dirinya. Padahal mereka hanyalah korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 

Bahkan aparat penegak hukum sering kali menyudutkan korban dengan mempermasalahkan mengenai pakaian, perilaku, dan berbagai pertanyaan yang malah membuat korban berada dalam posisi yang salah.

Jika berbicara mengenai kekerasan seksual terhadap perempuan, hal ini sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini perempuan selalu berada dalam posisi tidak aman. 

Perempuan selalu dibayang-bayangi kecemasan dalam beraktivitas. Setiap langkah perempuan seakan harus berhati-hati dan selalu waspada karena bukan hanya takut menjadi korban, melainkan anggapan masyarakat yang cenderung mengucilkan korban kekerasan seksual.

Pada kenyataannya kekerasan seksual tidak hanya mengenai perbuatan fisik semata. Perlakuan buruk secara verbal yang membuat korban merasa tidak nyaman dan terganggu juga dapat dikategorikan sebagai kekerasan seksual. 

Sering kali seseorang melontarkan kata-kata penyerangan yang berbau seksual kepada orang lain. Hal ini dapat membuat orang lain yang menjadi korban itu merasa takut dan tidak nyaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN