Mohon tunggu...
Alia Azizah
Alia Azizah Mohon Tunggu...

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Politik

Ini Bukti Kegagalan Jokowi, Masih Pantaskah Menjadi Presiden?

8 Maret 2014   23:39 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:08 2568 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Bukti Kegagalan Jokowi, Masih Pantaskah Menjadi Presiden?
sumber: deviantart.net

[caption id="" align="aligncenter" width="540" caption="sumber: deviantart.net"][/caption]

Sekelompok orang di sejumlah daerah Indonesia yang mengaku sebagai relawan Jokowi untuk Presiden RI sudah mendeklarasikan dukungan. Gerakan ini dilakukan secara sistematis karena memang dimotori oleh tim pemenangan Jokowi bukan karena inisiatif masyarakat sendiri. Tujuannya, untuk menekan Ketua Umum PDIP, Megawati agar merestui pencapresan Jokowi tahun ini.

Hari ini sekelompok orang di Ambon juga mendeklarasikan berdirinya relawan Jokowi untuk menjadi Presiden RI 2014 – 2019, Sabtu (08/03). Koordinator Relawan Jokowi For Presiden, Cristian Resisamanu mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mendesak Megawati agar segera merestui pencapresan Jokowi. Menurut, secara kinerja, hanya Jokowi yang pantas untuk menjadi Presiden RI.

Lantas apa saja kinerja Jokowi yang dinilai berhasil sehingga dirinya layak memimpin Indonesia? Berikut sejumlah fakta kinerja Jokowi baik selama menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta:

Jokowi di Solo

1.Jokowi gagal mengatasi banjir sehingga setiap tahunnya kota Solo terendam banjir termasuk juga rumah wali kota

2.Jokowi gagal mengatasi persoalan macet karena tidak memiliki konsep transportasi publik untuk mengatasi macet. Bahkan sejumlah jalan di kota Solo yang awalnya berstatus lancar menjadi jalan yang macet

3.Jokowi gagal mengatasi persoalan sampah

4.Jokowi berhasil meningkatkan angka kemiskinan selama dua periode jabatannya. selama 7 tahun terakhir kepemimpinan Joko Widodo di Solo angka kemiskinan kian meningkat dari tahun ke tahun. Seperti 2010 angka kemiskinan di Kota Solo mencapai 13,34 persen. Disusul berturut-turut 2006 (15,21 persen), 2007 (13,64 persen), 2008 (16,13 persen), 2009 (14,99 persen), 2010 (13,98 persen), dan 2011 (16 persen). Hal ini sesuai dengan data dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Solo pada 2011 ang mengungkapkan sebanyak 133 ribu jiwa (25 persen) jumlah warga miskin dari total jumlah penduduk Solo yang mencapai 530 ribu jiwa. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya seperti 2009 yang hanya 107 ribu jiwa, dan 2010 yang mencapai 125 ribu jiwa.

5.Jokowi gagal membangun gapura Makutha yang tak kunjung selesai dan terbengkalai selama 1,5 tahun

6.Jokowi terlilit kasus dugaan manipulasi perjalanan dinas pemerintahan koto Solo

7.Jokowi gagal menertibkan PKL di Solo. Selama ini yang benar – benar bekerja dalam hal ini adalah Wakilnya FX Hady Rudiyatmo yang dikenal tegas dan memiliki massa yang kuat hingga ke akar rumput. Saat ini, PKL masih menjadi persoalan serius di kota Solo. PKL yang sudah direlokasi nyatanya kembali ketempat semula karena dagangan mereka di tempat baru tidak laku

8.Jokowi gagal menata pedagang tradisional di pasar tradisional. Para pedagang mengaku, sejak kebijakan Jokowi tersebut pendapatan mereka menurun drastis hingga mencapai 80 persen dari sebelumnya

9.Jokowi gagal memajemen pemerintahan kota Solo. Pada Desember 2011, koto Solo gelap gulita karena PLN memutus jaringan listrik untuk 17.000 titik lampu penerangan jalan. Penyebabnya karena Pemkot untuk yang kesekian kalinya menunggak pembayaran rekening listrik untuk penerangan jalan umum. Pemkot Solo menunggak rekening sejumlah Rp 8,9 miliar.

10.Jokowi gagal mewujudkan kawasan City Walk di  Solo padahal sudah menghabiskan anggaran Rp 1,3 miliar. Kawasan yang dibangun Jokowi dengan anggaran sebesar itu hanya merupakan tempat mangkalnya PKL dan tukang becak karena proyek tersebut tidak ada kelanjutannya.

Jokowi di Jakarta

1. Jokowi gagal mengantisipasi banjir dan membuang anggaran Rp 1,4 triliun

2. Jokowi gagal mengatasi kemacetan dan kembali melakukan pemborosan anggaran dengan membeli bus karatan dari Cina juga membangun monorail yang merupakan transportasi wisata dalam pusat kota

3. Gagal menertibkan pedagang di pasar tradisional seperti di Tanah Abang. Sama halnya dengan pedagang di Solo, hidup pedagang di Tanah Abang juga kian memburuk karena pendapatan yang terus menurun

4. Menggusur rakyat kecil di sekitar pluit dan 17 titik pemukiman miskin lainnya. Jokowi meratakan rumah ratusan warga tanpa memberikan ganti rugi dan tempat tinggal sehingga warga hidup terlunta – lunta

5. Lelang jabatan yang tak memiliki asas karena lebih dari 10 bulan Pemprov DKI tidak memiliki Sekretaris Daerah, dll.

Demikianlah sejumlah fakta nyata yang dapat dilihat langsung dengan mata, masih ada sejumlah kegagalan Jokowi lainnya yang berhasil ditutupinya dengan rapi. Kelihaian Jokowi memanfaatkan media massa dan sosial media patut diacungi jempol. Meskipun Jokowi memiliki segudang “kecacatan” tetapi berhasil dipolesnya sedemikian rupa sehingga mampu menarik simpati masyarakat dan melambungkan namanya di posisi teratas hasil survei politik.

Dengan semua fakta yang ada, masihkah kita melihat Jokowi sebagai sosok yang pantas diusung menjadi Presiden RI tahun ini? Belum lagi berbicara tentang janji – janji Jokowi selama masa kampanye Pilkada DKI dulu dan sumpahnya kepada Tuhan untuk membenahi Jakarta selama lima tahun.

Dapat dipastikan, jika Jokowi tetap memaksakan diri untuk maju Pilpres tahun ini, maka dukungan masyarakat nyata akan terkikis karena Jokowi bisa dianggap mengingkari janji dan sumpah – sumpahnya. Jokowi juga belum berhasil membawa wajah baru bagi Jakarta karena Jakarta saat ini tidak ada bedanya dengan Jakartanya Foke.

Sebaiknya Jokowi mengurungkan niat untuk maju tahun ini. Peluang Jokowi untuk maju di Pemilu berikutnya jauh lebih besar dan dukungan masyarakatpun akan semakin mantap dan bulat apalagi Jokowi berhasil membenahi persoalan Jakarta terutama banjir dan macet.

VIDEO PILIHAN