Gayahidup

Liburan Ekstrim Tangga 100

13 Januari 2018   13:36 Diperbarui: 13 Januari 2018   14:48 259 0 0

Semangat !!! kata yang menggambarkan aktivitas keseharianku

Perkenalkan ,namaku alhafiz,umur 11 tahun,asal Luwuk.aku selalu mempunyai ide cerdas mengisi hidupku.Beberapa waktu lalu,aku membuat kotor rumahku dengan membuat perangkap ikan. Perangkap ikan adalah sebuah ide brilian yang bisa menjadi berlian asli jika aku bisa mendapat ikan langka.....it' joke...aku harap lucu....

          Aku melihat di youtube ada video cara membuat perangkap ikan, ada yang terbuat dari botol plastik bekas , galon air maupun pipa plastik. Pilihanku jatuh pada bahan dari botol plastik bekas,spirit save the earth and the money. Lilin kunyalakan guna memanaskan paku besi yang dipakai untuk membuat lubang-lubang kecil di botol plastik. Melalui beberapa musibah kecil - rumah kotor dan sampah dari percobaan membuat perangkap ikan yang gagal. Wuihhh !!! Alhamdulillah,akhirnya aku berhasil membuat perangkap ikan dan pancing. Usahaku dengan spirit the money,aku mencari cacing di halaman rumah dan meminta beberapa ekor ikan kecil dari pemiliknya-orang rumah alias papa- yang kujadikan umpan.

Hari yang sangat ditunggu pun tiba , bukan hari lahiran kucingku tapi hari liburan di tangga 100,tempat terkenal mempunyai panorama indah nan eksotis , yang sulit diakses dan resort masa depan kakakku ,impiannya.Bagi yang jutawan lokasinya  jangan diambil....

       Lokasinya tiadak jauh dari jalanan aspal dan masih satu kompleks dangan rumah kami.kami hanya berjalan kaki untuk ke tempat ini.Dari jalanan sudah terlihat keindahannya.Lelah ,takut,setelah menuruni beberapa anak tangga berukuran kecil yang di samping kanan kirinya ditumbuhi tanaman perdu diatas bukit terjal. Disuguhi pemandangan indah -lautan-,serasa seperti di Bali versi kami.Beberapa batuan besar tersebar di lautnya,lingkungan lumayan bersih,cocok untuk tempat memancing. Tidak mudah untuk mencapai lokasinya,medan yang curam dan sangat tinggi hanya bisa diakses melalui susunan tangga beton yang hanya bisa dilalui oleh stu orang dan tidak terjamin keamanannya.tangga - tangga ini sudah berusia tua dan beberapa terbelah. Pertanyaan yang ada dibenak kami,apakah tangga -tangga ini dapat menopang berat tubuh kami ?kami menuruninya dengan  sangat hati - hati dan jalan duduk agar tidak jatuh. Di tengah perjalanan,aku disengat opu -lebah -, sarangnya tergantung di semak  dekat jalan.

" Al,hati - hati, lihat jalan, baduduk !!!", kakakku berteriak khawatir terhadapku.

Aku memberi isyarat kalau aku  dalam keadaan baik - baik saja. 

Singkat cerita , kami sampai di pantai dan menghabiskan waktudengan berenang ,memancing ikan ,membuat video. Hari sudah mulai gelap,tanda harus pulang. Baju basah,perangkaap ikan hilang terbawa arus,tidak mendapat ikan tatpikami tetap gembira dan semangat luar biasa.

kami mulai menaiki tangga,ditengah perjalanan salah satu kakakkku ketakutan untuk menginjak tangga yang terbelah.  Saya dan Kak Dini harus turun lagi untuk membujuk dan mengajari cara menaiki tangga kak mei. Akhirnya kami tiba di jalanan aspal . Sangat lelah seperti mendaki gunung.Se sampai di rumah,kami mandimenggunakan selang di halaman ,sengaja tidak diterangi lampu. Karena ayahku sedang memperbaiki selokan,betonnya belum kering.sehabis mandi kami memakai Minyak Kayu Putih Aroma yang sudah dibacakan ayat kursi. Minyak Kayu Putih Aroma harum .menyegarkan ,membuatku bersemangat.