NOVA SYAID AL ZUBAYR
NOVA SYAID AL ZUBAYR Mahasiswa

Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sayang, Maafkanlah Gelas Kacamu Ini

16 September 2018   12:46 Diperbarui: 16 September 2018   17:38 627 0 0

"Tiada gading yang tak retak" sebuah peribahasa yang tentunya sering kita dengar yang menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Istrimu bukanlah seorang bidadari surga dan engkaupun bukanlah seorang malaikat yang tidak pernah berbuat salah dan dosa.

Merupakan suatu hal yang mustahil kalau didalam kehidupan berumah tangga tanpa adanya bumbu-bumbu perselisihan, masalah, dan kekurangan, baik dipicu oleh masalah eksternal maupun masalah internal. Semua itu pasti ada.

Maka janganlah kita sampai terbawa emosi jika nantinya terjadi sebuah perselisihan didalam menjalani kehidupan berumah tangga, apalagi sampai mengeluarkan kata-kata yang menjadi kayu bakar bagi kobaran api yang sedang menyala-nyala, seperti ucapan "kalau kamu memang sudah tidak sayang lagi sama aku, ceraikan saja aku dan pulangkan saja aku ke rumah kedua orang tua ku", atau "Aku nyesel banget dek, karena aku sudah menjadikanmu istriku", atau bahkan mengatakan "kalau aku tahu bakal begini kehidupan kita setelah menikah, maka aku tidak mau menikah sama kamu", dan lain sebagainya. Apalagi kalau sampai ditambah kepalan tangan yang siap meluncur di kepala atau bagian tubuh lainnya, bahkan tidak jarang sampai benda-benda dapur pun mulai berterbangan dan berserakan.

Anehnya, kadang-kadang hanya karena masalah yang sepele, misalnya karena sang istri terlambat menyambutnya saat ia sedang pulang kerja, sang istri telat menyiapkan makanan untuknya, rasa makanannya dirasa kurang enak, rumah sedikit berantakan, bahkan tidak jarang sang suami marah kepada istrinya gara-gara sang istri tidak bisa melahirkan anak sesuai dengan keinginannya, misalnya sang suami pengen anak pertama adalah seorang laki-laki namun pada saat proses melahirkan ternyata sang istri justru melahirkan seorang bayi perempuan, masalah-masalah yang demikian itu sebenarnya hanyalah masalah kecil yang tidak perlu untuk dibesar-besarkan.

Ingatlah baik-baik kebaikan dan jasa yang dimiliki oleh setiap pasanganmu, jangan hanya gara-gara tidak senang akan satu perangainya kemudian membawa amarahmu kepada tingkat kemarahan yang melampaui batas.

Renungkanlah sabda Rasulullah SAW berikut :

"Janganlah seorang laki-laki mukmin membenci seorang wanita mukminah, jika ia membenci darinya satu akhlak, maka tentulah dia akan menyukai akhlak yang lainnya"

Contohlah kesabaran Rasulullah SAW, ketika ada salah satu istri beliau yang sedang marah, bahkan sampai istri beliau membanting piring hingga pecah dihadapan tamu beliau, Rasulullah hanya diam saja dan mengatakan kepada para tamu beliau "Ibu kalian sedang cemburu" lalu beliau mengambil pecahan piring tersebut.

Kepada para nahkoda rumah tangga, maafkanlah istrimu, tulang rusukmu. Hilangkanlah sikap egosimu dan tunjukkan jiwa seorang pemimpin dan ksatria yang ada didalam dirimu.

Dan untuk engkau wahai para istri, gunakanlah keahlianmu untuk meluluhkan hati suamimu ketika ia sedang marah kepadamu, karena sesungguhnya engkau memiliki keahlian untuk itu. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Maukah kalian aku beritahu tentang para wanita penghuni surga? Yaitu wanita yang pengasih, banyak anak, dan berperilaku baik. Jika ia berbuat dzalim (kepada suaminya) maka ia akan berkata "ini tanganku berada ditanganmu, aku tidak bisa memejamkan mataku hingga engkau ridho dan engkau mau memaafkanku"

Ya Allah...Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang memiliki sifat pemaaf.