Mohon tunggu...
Alfina Asha
Alfina Asha Mohon Tunggu... Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin

Menulis ya menulis saja

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Belajar dari Sekitar

7 Oktober 2020   11:09 Diperbarui: 23 Oktober 2020   14:10 24 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar dari Sekitar
Foto sedang pre-test (dokpri)

Ternyata sudah tiga tahun...

Begitu kira-kira pemikiran yang terlintas ketika saya menemukan foto ini di galeri saat sedang asyik bermalas-malasan. Niatnya ingin menyangkal tugas yang sedang menumpuk, malah saya diingatkan perjuangan masa lalu.

Bandung, 2017. Pertama kalinya menapakkan kaki di kota yang katanya romantis ini. Melancong bukan tujuan utama, meski juga masuk dalam agenda. Saya dan teman-teman didampingi seorang guru datang mengikuti pelatihan OSN terpusat selama sepekan sebagai persiapan untuk kompetisi tingkat provinsi mewakili kota kelahiran Presiden ke-3 RI. 

Hari pertama kedatangan, malam harinya langsung diadakan pre-test bersama siswa-siswa lain yang juga datang dari berbagai daerah. Kalau saya tidak salah mereka semua dari Jawa, hanya rombongan kami yang berasal dari luar pulau Jawa. Saya masih ingat sekali, skor pre-test saya hari itu 0 (ya, nol!). Saya yang nyaris tidak pernah berlatih soal-soal ekonomi dalam bahasa Inggris sebelumnya, tiba-tiba dihadapkan dengan soal essay berbahasa Inggris (meski hanya 5 nomor) tentu saja kaget. Mana jawabannya harus dijawab dalam bahasa Inggris pula! Aduh, malu sekali. Saya yang dulu merasa sudah terlalu banyak dan lelah belajar ternyata masih tidak ada apa-apanya. Saya dan teman hanya tertawa-tawa setelah keluar ruangan. Menertawakan diri sendiri yang seperti orang linglung tersesat di antah berantah. Padahal di lubuk hati terdalam mulai muncul rasa insecure. Ini orang-orang pada pintar semua, Masya Allah :") Mana tadi kami percaya diri sekali duduk di bangku paling depan. Alamak!

Memang ya, sesekali kita harus bepergian supaya tahu bahwa di dunia ini kita kecil sekali. Supaya bisa membuktikan sendiri peribahasa diatas langit masih ada langit. Supaya tidak perlu menaruh ruang sedikitpun di hati untuk kesombongan. 

Sepekan di Bandung memberi banyak sekali pelajaran untuk saya. Selain topik-topik ekonomi, saya banyak belajar dengan mengamati orang-orang di sekitar. Bagaimana mereka belajar, bagaimana mereka berinteraksi, bagaimana mereka berdiskusi. Mereka mungkin menyangka datang kesana hanya untuk belajar, tapi bagi saya mereka sekaligus menjadi guru. Mereka memberi banyak pelajaran untuk saya sekalipun mereka tidak menyadari hal tersebut. 

Setelah menyaksikan langsung, rasanya semangat belajar meluap-luap waktu itu. Saya banyak "mencuri" dari mereka dengan belajar langsung atau hanya dengan sekadar mengamati. Pengetahuan tidak terbatas pada subjek pelajaran saja, namun lebih dari itu, ada ketekunan, semangat juang, serta rasa percaya diri yang sepertinya sudah tertanam kuat dalam pribadi mereka.

"Cobalah dan amati, kau akan mendapatkan ilmu"

Rasanya baru kemarin, tahu-tahu sudah tiga tahun saja. Waktu memang relatif. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa saya akan ke Bandung, bertemu orang-orang hebat dan banyak belajar dari mereka, mengunjungi Bosscha, menjelajahi tempat-tempat indah disana. Apa mungkin setiap sudut di Bandung memang indah, ya?

Ah, jadi rindu Bandung:)

VIDEO PILIHAN