Mohon tunggu...
alfiani farhatus
alfiani farhatus Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Konsep Masyarakat Madani dalam Pendidikan Islam

4 Desember 2022   22:05 Diperbarui: 4 Desember 2022   22:11 176
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pendidikan merupakan rancangan kegiatan yang paling banyak berpengaruh terhadap perubahan perilaku seseorang dan masyarakat. Pendidikan juga sebagai sarana terbaik untuk membentuk suatu generasi, dan pendidikan juga dituntut untuk peran sertanya dalam membangun masyarakat. Dalam perkembangannya, pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang kepada seseorang oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Dewasa yang dimaksud adalah dapat bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Selain itu, pendidikan juga diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkatan hidup yang lebih tinggi.

Pada saat ini, banyak masyarakat yang menginginkan suatu perubahan dalam semua aspek kehidupan, yakni kehidupan yang memiliki suatu komunitas kemandirian aktifitas masyarakat yang berkembang sesuai dengan adat istiadat, budaya dan agama.

Di era reformasi ini, masyarakat Indonesia menginginkan terwujudnya suatu masyarakat baru, yakni "Masyarakat Madani". Masyarakat madani ini diharapkan dapat mewujudkan kemajuan, kesejahteraan, kebahagiaan, keterburukan, keadilan, saling menghormati, saling menghargai, menegakkan hukum dengan adil, menghargai hak asasi manusia (HAM) dan dapat meninggalkan pola-pola kehidupan masyarakat yang negatif. Dalam mewujudkan masyarakat seperti ini, harus menuntut suatu pendidikan yang sesuai. Pendidikan yang mampu membangun kesadaran masyarakat agar ikut serta dalam membangun masyarakatnya sendiri.

Masyarakat madani sendiri dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Konsep masyarakat madani sendiri bukanlah konsep yang eksklusif dan juga dipandang sebagai teori kuno. Masyarakat madani merupakan konstruksi bahasa yang islami, yang mengacu pada kata ad-din yang pada umumnya diterjemahkan sebagai agama, berkaitan pula dengan makna al-tamaddun yang berarti peradaban. Keduanya menyatu dalam pengertian al-madinah yang berarti kota. Maka dari itu, jika disimpulkan masyarakat madani ini mengandung tiga hal, yakni agama, peradaban, dan perkotaan. Dalam hal ini,  Agama sebagai sumber, peradaban adalah prosesnya dan masyarakat kota adalah hasilnya.

Pada zaman modern seperti saat ini, masyarakat madani membutuhkan untuk segera direalisasikan. Situasi semacam ini disebabkan oleh masyarakat modern yang beraneka ragam. Menurut Thohir Luth, masyarakat madani merupakan solusi damai dalam suatu perbedaan. Dengan kata lain, tegaknya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur, seperti : toleransi dan pluralisme merupakan kelanjutan dari tegaknya nilai-nilai keadaban.

Untuk mewujudkan masyarakat madani, harus diawali dengan membangun kualitas individu khusus dan masyarakat pada umumnya. Salah satu upayanya adalah melalui pendidikan. Pendidikan ini menjadi mutlak diperlukan dalam rangka menganalisis dan membentuk manusia sebagai individu maupun masyarakat.

Sebuah proses pendidikan yang panjang dan berkesinambungan sangat membantu dalam proses membentuk masyarakat madani. Salah satunya yakni pendidikan islam. Pendidikan islam dalam rangka membentuk manusia sebagai individu yang akan melahirkan sebuah komunitas masyarakat yang dicita-citakan dengan memperhatikan empat pilar utama, yaitu learning to know (belajar untuk tahu), lerning to do (belajar untuk melakukan), learning to be (belajar untuk menjadi), dan learning to life together (belajar untuk hidup bersama).

Secara sederhana, pendidikan islam dapat diartikan sebagai usaha sadar yang dilakukan secara sistematik untuk membentuk masyarakat didik sesuai dengan tuntutan islam. Dalam hakekatnya, pendidikan islam ini merupakan suatu proses transformasi ajaran dan nilai-nilai islam yang berfungsi sebagai agama rahmatan lil 'alamin. Selain itu, pendidikan islam juga sebagai sarana untuk mengetahui dan memahami seluk beluk yang berhubungan dengan agama islam.

Dalam membangun masyarakat madani, pendidikan islam ini dapat diibaratkan sebagai 'mesin' yang  bisa bekerja dengan baik sesuai dengan standar yang telah ditentukan, sehingga dapat berhasil menciptakan produk berupa masyarakat madani. Tetapi, pada kenyataannya pendidikan islam masih menghadapi berbagai masalah dalam berbagai aspek. Pengembangan dan peningkatan pendidikan islam ini sering tidak komprenshif. Upaya perbaikannya juga belum dilakukan secara mendasar, sehingga terkesan seadanya saja.  Secara mendasar, selama ini upaya pembaharuan pendidikan islam selalu dihambat oleh berbagai masalah, mulai dari persoalan dana, hingga persoalan tenaga kerja. Padahal, pendidikan islam dewasa ini dilihat dari berbagai segi, terlihat goyah. Terutama karena orientasi yang masih kurang jelas. Sistem pendidikan islam tetap lebih cenderung berorientasi ke masa silam atau masa lalu, daripada ke masa yang akan datng  (masa depan).

Berdasakan uraian di atas, terdapat beberapa alasan pokok  mengapa konsep pembaharuan pendidikan islam untuk menuju masyarakat madani sangat mendesak. Diantara beberapa alasan pokok tersebut, diantaranya sebagai berikut :

  • Konsep dan praktek pendidikan islam dirasakan terlalu sempit, artinya terlalu menekankan pada kepentingan akhirat. Sedangkan ajaran islam menekankan pada keseimbangan antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat. Maka diperlukan kembali pemikiran konsep pendidikan islam yang benar-benar didasarkan pada asumsi dasar tentang manusia yang akan diproses menuju masyarakat madani.
  • Lembaga-lembaga pendidikan islam yang dimiliki saat ini, kurang mampu atau belum memenuhi kebutuhan umat islam dalam menghadapi tantangan dunia modern dalam segala bidang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, dinataranya : a.) rendahnya citra lembaga dan kualitas pendidikan islam, b.) kualitas dan kuantitas guru yang belum memadai, c.) secara umum gaji guru masih terbilang kecil, d.) tuntutan kompetisi dan kompentisi yang semakin meningkat.

 Keberlangsungan pendidikan islam bertumpu pada kemampuan menjawab berbagai rintangan dan tantangan yang terjadi. Hal ini bahkan dapat membuka peluang yang besar untuk prospek pendidikan islam di masa depan. Peluang ini dapat dimungkinkan dan didukung oleh berbagai kondisi. Diantaranya adalah dengan meningkatkan kesadaran beragama di kalangan masyarakat yang semula dikategorikan sebagai islam formal. Peningkatan kesadaran beragama ini dapat dengan sendirinya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan islam bagi anak-anak mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun