Mohon tunggu...
Meirri Alfianto
Meirri Alfianto Mohon Tunggu... Seorang Ayah yang memaknai hidup adalah kesempatan untuk berbagi

Ajining diri dumunung aneng lathi (kualitas diri seseorang tercermin melalui ucapannya). Orang Teknik yang jatuh cinta dengan sastra adalah saya

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Kiat-kiat supaya Sukses Mengelas

23 September 2020   08:48 Diperbarui: 23 September 2020   08:55 132 45 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kiat-kiat supaya Sukses Mengelas
Ilustrasi pengelasan. Gambar: builder.id

Ini merupakan artikel ketiga saya mengenai welding (pengelasan). Dua artikel saya sebelumnya berjudul "Mengapa ilmu pengelasan itu rumit?" dan "Mengelas itu seni juga lho!". Intisari kedua artikelnya membahas bahwa pengelasan itu ternyata tidak sederhana dan perlunya teknis khusus dalam mengelas yang tidak bisa sembarangan orang melakukan pekerjaan tersebut.

Baik, sebelumnya saya akan memberikan batasan tulisan ini. Artikel tidak ditujukan untuk pengelasan pagar atau teralis besi yang sering kita jumpai di bengkel pinggir jalan. Pengelasan disini adalah untuk produk-produk yang perlu diuji. Contohnya tangki truk penyalur bahan bakar, pemipaan, perkapalan, struktur jembatan layang, dan sebagainya. 

Mengapa perlu diuji? Karena produk las tersebut akan terkena faktor mekanis seperti getaran, tekanan, gesekan, dan tarikan. Apabila anda memiliki usaha bengkel las yang mengelas produk-produk seperti pagar ataupun teralis besi tak perlu repot-repot mengikuti artikel ini karena produk tersebut tidak diperlukan pengujian las secara khusus. Yang penting rapi dan secara struktur kokoh.

Well, tak perlu berlama-lama lagi, inilah beberapa hal yang perlu kita perhatikan bila kita menginginkan hasil las yang baik.

1. Material

Contoh material plat besi. Gambar: tangkapan layar dari laman ecommerce
Contoh material plat besi. Gambar: tangkapan layar dari laman ecommerce

Kita perlu memperhatikan jenis material apa yang akan dilas. Jenis material ini akan menentukan banyak parameter lainnya seperti besar arus dan tegangan, jenis elektroda, perlakuan panas (PWHT/ pre-heat). Kemudian sebelum melakukan pengelasan, cek dulu kondisi material tersebut untuk memeriksa ada tidaknya cacat. 

Misalnya deformasi (melengkung), crack (retakan), laminasi (sobek), dan seterusnya. Apabila anda nekad mengelas material seperti itu akan merugikannya hasil pengelasan anda nantinya. Dampaknya bisa jadi material hasil pengelasan akan mudah rapuh. Sekalipun cacatnya di benda kerja, bukan di kampuh (material) pengelasannya.

2. Mesin

Mesin las. Gambar: tangkapan layar dari laman ecommerce
Mesin las. Gambar: tangkapan layar dari laman ecommerce

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x