Mohon tunggu...
Alfan Tiara Hilmi
Alfan Tiara Hilmi Mohon Tunggu...

...

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Danau Sunter Dulu, Kerap Jadi Lokasi Ritual Minta Togel

27 Februari 2018   23:04 Diperbarui: 27 Februari 2018   23:36 1016 0 0 Mohon Tunggu...
Danau Sunter Dulu, Kerap Jadi Lokasi Ritual Minta Togel
tempo.co

Jauh sebelum dipercantik oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, salah satu area Danau Sunter kerap dijadikan lokasi ritual meminta togel oleh para pendatang. Area tersebut adalah pulau kecil di tengah Danau Sunter 1. Masyarakat setempat kerap menyebutnya 'pulo'.

 Jika berjalan-jalan di sepanjang pinggir Danau Sunter 1, akan terlihat sebuah pulau kecil kurang dari satu hektare di tengah danau. Dari kejauhan pulau tidak berpenghuni itu seperti pulau biasa yang hijau dipenuhi pohon kelapa, mangga dan pisang.  

 Jarak antara tepi danau dan pulo sekitar 30 meter. Untuk menuju kesana dibutuhkan perahu kecil atau getek.

Salah seorang warga setempat, Poniran, 66 tahun mengaku sering datang ke pulo untuk memancing ikan di malam hari. Ia tinggal di RT 15/RW 01, Sunter Jaya. Rumahnya memang tepat di belakang Danau Sunter.

Suatu malam saat sedang anteng menunggu ikan datang di pinggir pulo, tiba-tiba ia mencium bau dupa. Baunya khas seperti di klenteng-klenteng cina

Heran ada bau dupa di tengah danau, rasa penasaran Poniran timbul. Pikirannya pun mulai macam-macam saat itu. Ia pun langsung meninggalkan alat pancing dan bergegas menuju sumber bau.

Setelah berjalan beberapa meter ke tengah pulo, tiba-tiba di balik pepohonan ia melihat seorang pria paruh baya sedang menancapkan lima dupa liong ke tanah. Dari perawakannya, pria tersebut keturunan tionghoa.

Di depan dupa yang ia tancapkan terlihat berbagai macam buah-buahan seperti pisang sesisir, apel, pepaya dan semangka yang dibelah dua. Buah-buahan tersebut diletakkan sedemikan rupa layaknya sesajen.

Meskipun kepalanya dipenuhi tanda tanya, Poniran pun menyapa pria itu dengan ramah. Namun jangankan disapa balik, pria tersebut malah kaget setengah mati melihat kehadiran Poniran. Tubuhnya langsung terjengkang ke belakang.

Setengah terlentang, dari kejauhan ia menatap Poniran dengan ekspresi ketakutan. Ketika ditanya Poniran, apa yang ia lakukan di pulau, pria tersebut tidak bisa menjawab satu kata pun. Bibirnya kelu dan ia hanya mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas. 

"Dia seperti orang gagu melihat saya. Saya bilang ke dia, 'eh kenapa pak, saya manusia, bukan setan, enggak usah takut,'" kata Poniran menirukan perkataannya sendiri saat itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN