Mohon tunggu...
Naufal Alfarras
Naufal Alfarras Mohon Tunggu... Freelancer - leiden is lijden

Blogger. Jurnalis. Penulis. Pesilat. Upaya dalam menghadapi dinamika global di era digitalisasi serta membawa perubahan melalui tulisan. Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah. "Dinamika Global dalam Menghadapi Era Digitalisasi" Ig: @naufallfarras

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Negeri Maritim Terkendala Garam, Tepatkah?

14 Juli 2019   07:25 Diperbarui: 14 Juli 2019   07:28 50
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apabila kondisi ini tidak ditindaklanjuti akan berdampak langsung terutama bagi para petambak garam. Mereka akan beralih profesi dalam memenuhi kebutuhan hidup yang lebih baik. Tak sedikit memilih merantau ke kota besar demi mencari pekerjaan.

Data CNN Indonesia menyebutkan jumlah petambak garam di Indonesia mengalami penurunan drastis pada tahun 2012 hingga 2016 yang semula berjumlah 30 ribu menjadi 21 ribu jiwa.

Jika dibiarkan maka akan timbul permasalahan baru di perkotaan. Para mantan petambak garam yang tidak dibekali pendidikan dan kemampuan khusus dalam melamar pekerjaan berujung pada pengangguran.

Tahun ini rencananya akan dibangun pabrik garam industri di daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur. Langkah yang dilakukan pemerintah dalam rangka memperbaiki pengelolaan garam secara nasional.

Pendirian pabrik baru diharapkan mampu mengendalikan pasar garam dalam negeri. Perusahaan yang ada mesti memprioritaskan hasil produksi petambak. Di sisi lain, para petambak juga harus memperbaiki kualitas hasil panen mereka.

Petambak garam mempercepat masa panen bukan tanpa alasan. Melainkan perubahan cuaca yang tak menentu dapat mengakibatkan gagal panen. Namun, di era modernisasi faktor tersebut bisa diminimalisir.

Perubahan cuaca yang tidak menentu bukan menjadi faktor yang terus bertanggung jawab terhadap hasil panen garam. Penerapan teknologi dalam memproduksi garam perlu ditingkatkan.

Maka dari itu perlu edukasi dan pelatihan tingkat lanjut kepada petambak garam mengenai pengolahan garam industri. Kurangnya pembinaan dapat dilihat dari kualitas hasil produksi petambak cenderung menurun.

Dalam mengatasi para oknum penimbun yang kerap berperilaku curang harus ditindak tegas. Regulasi serta aturan yang bertujuan meningkatkan produksi garam dalam negeri perlu diperbaiki.

Dengan garis pantai yang panjang semestinya stok garam dapat dipenuhi tanpa melalui impor. Mayoritas penduduk yang hidup di pesisir bergantung hidup dari hasil laut.

Jika ada pembenahan serius justru Indonesia mampu melakukan ekspor yang memiliki nilai jual tinggi. Karena itu solusi jangka panjang perlu diterapkan dengan pengawasan berkala agar terus berada di jalur yang tepat.

Bogor, 14 Juli 2019

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun