Mohon tunggu...
Alex Palit
Alex Palit Mohon Tunggu... Jurnalis - jurnalis

jurnalis

Selanjutnya

Tutup

Music

Toto Tewel Buka Warung Asem-Asem Koko Tewel

5 Desember 2022   19:35 Diperbarui: 5 Desember 2022   19:41 576
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Toto Tewel (foto dok. Alex Palit)

Sebelum gabung di Elpamas, pria kelahiran Malang -- Jawa Timur, 1 Januari 1958, bernama Emmanuel Herry Hertoto atau yang kemudian lebih dikenal dengan nama Toto Tewel, sempat bergabung sebagai gitaris di sejumlah grup band diantaranya Q-Red, Ogle Eyes dan LCC Band.

Sebagai gitaris rock, nama Toto Tewel semakin berkibar seiring reputasinya dengan secara tiga kali berturut-turut menyabet predikat the best guitarist di ajang Festival Rock se-Indonesia pada gelaran tahun 1984, 1985 dan 1986 yang dipromotori Log Zhelebour.

Atas raihan prestasinya ini semakin mengorbitkan namanya bertengger dideretan atas gitaris rock Indonesia. Tak heran bila namanya kemudian disebut-sebut sebagai salah satu gitaris rock terbaik Indonesia.

Selain tetap setia berada di Elpamas, ia juga bergabung memperkuat kelompok musik Swami, Dalbo, Sirkus Barock, dan Kantata Takwa. Ia juga banyak membantu mengisi gitar dalam proyek album rekaman sejumlah artis, diantaranya Bangkit Sanjaya, Ikang Fawzi, Anggun C Sasmi, Yossie Lucky, Ita Purnamasari, Sawung Jabo, dan Mel Shandy & Metal Boyz yang terdiri dari Toto Tewel (gitar), Didieth Sakhsana (bas), Ian Hay (dram), Edi Darome (kibor), melahirkan album bertitel Ngeri.

Selain mengisi gitar di sejumlah proyek album rekaman, dalam kiprah bermusiknya Toto Tewel juga membuktikan kemampuannya sebagai aranjer, diantaranya menggarap lagu Bila Engkau Izinkan (Hengky Supit) di proyek album keroyokan 10 Ten Rock Vocalist produksi Logiss Records (1995), Misteri Cinta dan Warning! Global Warning album solo Setiawan Djody.

Toto dipercaya menggarap musik album Perahu Retak (1996) kolaborasi Franky Sahilatua dan budayawan Emha Ainun Nadjib sebagai penulis lirik lagu. Bahkan ketika dipercaya sebagai aranjer single lagu Menangis-nya Franky Sahilatua (1999), ia mendapat pujian yang menyebut bahwa lagu ini sebagai master piece Toto Tewel dalam menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang aranjer dan gitaris berskill tinggi.

Sementara dengan Elpamas merilis enam album; Untukmu Generasiku (1989), Tato (1991), Bos (Bukan Orang Sinting (1993), Negeriku (1997), Dongeng (2000) dan  60Km/Jam (2003).

Setelah 45 tahun menggeluti musik, mulai bermain musik di gereja, keroncong, jazz dan malang-melintang di panggung rock, akhirnya Toto Tewel berhasil mewujudkan obsesi dan impiannya punya album solois instrumental yang diberi titel Miberdhewen.

Di pengujung tahun 2022, tepatnya 3 Desember kemarin, bersama rekannya, Fitriansyah Pipit membuka Warung Asem-Asem Koko Tewel, berlokasi di jalan Daksinapati Raya No.6A (di belakang UNJ Jakarta).

Ketika disinggung soal warungnya, Toto melempar ke Pipit. "Aku hanya wayangnya, dia dalangnya," ujarnya. "Kita menyiapkan warung ini sekitar 3 bulan, alhamdullilah akhirnya terwujud juga," ungkap Pipit karyawan sebuah bank swasta yang juga dikenal sebagai vokalis rock. Menu utama warung ini yaitu asem-asem daging, ikan bandeng dan ikan patin, sambungnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun