Mohon tunggu...
Humaniora

Laporan Perjalanan Bukan Sekadar Tempat Liburan

5 Maret 2018   11:22 Diperbarui: 5 Maret 2018   11:25 0 0 91 Mohon Tunggu...

Apa beda traveling dan liburan?  Apa beda laporan perjalanan (travel feature) dengan tulisan mengenai tempat wisata?

      Kalau kamu sempat nonton "Ada Apa dengan Cinta 2", ada adegan yang menceritakan bagaimana Rangga meneranggkan bedanya traveling dan liburan. Kalau liburan, tempat dan waktunya sudah ditentukan, biasanya bepergian ke tempat-tempat yang menyenangkan. Sementara traveling menekankan pada proses dan kejutan-kejutan yang mungkin terjadi selama dalam perjalanan.

      Begitu juga dengan laporan perjalanan. Kelengkapan unsur tulisan tentu saja tetap wajib ditulis, nama, tempat, jarak, dan lain, lain. Namun yang penting juga adalah proses dalam perjalanan, kesulitan, hambatan, emosi dan nuansa.

      Laporan perjalanan merupakan satu dari banyak macam ragam tulisan feature. 

Bentuk-bentuk feature yang lain diantaranya news feature yakni feature yang ditulis berdasarkan peristiwa, kebanyakan sudah ditulis dalam bentuk hard news yang dikembangkan lagi dengan wawancara yang lebih mendalam dengaan beberapa narasumber. Misalnya, kisah korban salah tangkap oleh polisi. Jurnalisnya menulis dengan mewawancarai korban dan pendampingnya dari LBH.

     Bentuk lain adalah Investigative Features yang berusaha engungkap informasi yang berusaha ditutup-tutupi. Contoh: "Saksi Bisu di Ruang Forensik" (Intisari September 2009). Ini cerita tentang tragedi 65.Triumph over Adversity (ToA): Tulisan mengenai perlawanan seseorang yang bisasanya sedang dalam kondisi menyedihkan.  Msalnya "Berharap Perempuan Indonesia Tetap Berjuang" (Intisari, September 2014) tantang perjuangan mantan tahanan politik.

     Kesemua macaam dan ragam features itu paling tidak memenuhi unsur-unsur: human interest, drama, ketidakbiasaan, dan efek bagi pembaca kalau ingin menjadi karya yang menarik.

    Nah, pengen tahu lebih dalam mengenai ragam tulisan feature, termasuk laporan perjalanan boleh juga baca: "Feature: Tulisan Jurnalistik yang Kreatif" karya Fanny Lesmana (2017) 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x