Media

Opini, Opo iki?

7 Februari 2018   20:58 Diperbarui: 7 Februari 2018   21:09 1032 6 78

Ini--tentu saja bukan tentang merek hp yang kalau dibaca dari depan atau belakang bunyinya sama-- tentang apa dan bagaimmana menulis opini, termasuk di dalamnya editorial (tajuk rencana) pada surat kabar atau majalah. Opo iki, Opo iku(apa ini, apa itu--bhs Jawa) Opini?

Begini, artikel opini itu tulisan--ada yang juga memasukkan karikatur-- di media cetak (koran dan majalah) yang ditulis penulis sendiri (tajuk rencana/editorial) dan jurnalis sendiri tau penulis luar/pakar untuk artikel opini.

Penulis yang mempunyai kolom (tempat khusus) dan memproduksi karya teratur biasanya disebut komunis, eh kolumnis (krik)...

Gus Dur, termasuk salah satu kolumnis produktif di majalah Tempo pada masanya. Tulisan-tulisannya tentang Islam yang toleran dan dunia pesantren banya dimuat di mingguan berita ini. Juga Mahbub Junaidi (tentu bukan Alex Junaidi hihi...)

Sifat tulisan opini/editorial biasanya berusaha menanggapi, mempengaruhi, menjelaskan fakta-fakta atau data-data baru, memberikan interpretasi pada fakta-fakta baru, menkritik atau mendukung dan memuji (menjilat? Seharusnya tidak. No...No...No...)

Seperti menulis berita (news), merangkai artikel opini juga, sebaiknya yang aktual, baru saja terjadi, bukan tentang fakta jaman Mojopahit atau Sriwijaya. Newsness. Juga seyogyanya sesuatu yang berdampak (impact) luas. Bukan manfaatnya cuma satu RT atau sekelurahan...

Lantaran sifatnya yang subyektif, beberapa penulis opini memeliki style yang berbeda, misalnya gaya personal dan lebih menonjolkan pengalaman pribadi... Ada juga yang menggurui (meski penulisnya mungkin bukan angora PGRI), atau seperti ustaz atau kyai yang fokus memberikan penilaian (judgment) teknis dan moral...

Sementara ini saja tentang artikel opini....nanti disambung kembali...

Lebih dalam bisa dibaca di: Bagaimana Mempertimbangkan Artikel Opini untuk Media Massa terbitan LP3Y, editor Ashadi Siregar (buku lama banget..hehe...)