Mohon tunggu...
Thalia
Thalia Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

PMM UMM Gerakkan Santri Ponpes Al-Fattah Jombang Mandiri Hidup Bersih dan Siap New Normal

11 Juli 2020   21:51 Diperbarui: 12 Juli 2020   07:39 32 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PMM UMM Gerakkan Santri Ponpes Al-Fattah Jombang Mandiri Hidup Bersih dan Siap New Normal
Dok.Pribadi PMM Ponpes Al-Fattah

Jum'at lalu, 10 Juli 2020 sejumlah mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) asal Jombang yang mengikuti program PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) telah usai melaksanakan penyuluhan di Ponpes Al-Fattah yang berlokasi di Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur. Mahasiswa yang dibimbing oleh Bapak Dr. Fauzik Lendriyono, S.Sos., M.Si. ini turun lapang ke Ponpes Al-Fattah untuk berpartisipasi bersama tenaga kesehatan, bidan Ngoro, Jombang, menggerakkan warga Ponpes Al-Fattah untuk mandiri hidup bersih.

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberi pengetahuan kepada warga Ponpes Al-Fattah mengenai penyakit yang disebabkan oleh bakteri sekaligus mengajak warga Ponpes Al-Fattah siap menghadapi new normal. Menjaga kebersihan, terutama di lingkungan asrama tentu bukan urusan mudah. Hal ini berkaitan dengan menyama ratakan persepsi banyak orang untuk bisa bersama-sama hidup bersih agar lingkungan tetap sehat, sehingga berdampak pada kesehatan diri.

Pola hidup yang kurang baik bisa menyebabkan bakteri dan virus, makhluk kecil tidak kasap mata yang bisa saja berada dimana-mana menyerang manusia. Salah satu penyakit akibat bakteri yang marak di kalangan dengan padat penghuni adalah penyakit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit kulit, bahkan bisa menyebar jika tidak langsung diatasi. Oleh karena itu, pencegahan dini sangat perlu dilakukan agar terputusnya rantai penyebaran bakteri tersebut.

Selain itu, mengahadapi "new normal" bukan sesuatu yang mudah di masyarakat, meski pada dasarnya yang perlu dilakukan adalah hanya peduli lingkungan sehat, yaitu penerapan protokol kesehatan yang meliputi physical distancing, pakai masker, dan rajin mencuci tangan. Namun, hal semacam ini menjadi berat dilakukan jika kebiasaan lama masih tumbuh dan berkembang. Untuk itu, mahasiswa UMM yang sedang menjalankan program PMM Bhaktimu Negeri bersama tenaga kesehatan memberikan sosialisasi mengenai pola hidup di era "new normal".

Salah satu santri yang menyampaikan pertanyaan pada saat kegiatan sosialiasi (Dok.Pribadi PMM Ponpes Al-Fattah)
Salah satu santri yang menyampaikan pertanyaan pada saat kegiatan sosialiasi (Dok.Pribadi PMM Ponpes Al-Fattah)

Sosialisasi yang dilakukan juga membuka sesi diskusi. Sesi ini diharapkan memberikan ruang bagi santri sebagai peserta sosialisasi untuk menanyakan atau membagikan pengalaman yang pernah dialaminya mengenai penyakit kulit yang disebabkan oleh S.scabiei maupun pertanyaan seputar COVID-19 dan sikap yang harus diambil di masa pandemi.

Penerapan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung (Dok.Pribadi PMM Ponpes Al-Fattah)
Penerapan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung (Dok.Pribadi PMM Ponpes Al-Fattah)

Sosialisasi dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, pemakaian masker, dan menjaga jarak. Santri yang mengikuti kegiatan juga dikondisikan dengan pengecekan suhu dan memakai handsanitizer yang telah disediakan sebelum memasuki ruangan. Kegiatan ditutup dengan pemberian cindera mata sebagai rasa terima kasih kepada tenaga kesehatan yang turut bekerja sama dalam program kegiatan sosialisasi PMM Bhaktimu Negeri.

Pemberian cindera mata oleh perwakilan mahasiswa PMM UMM (Dok.Pribadi PMM Ponpes Al-Fattah)
Pemberian cindera mata oleh perwakilan mahasiswa PMM UMM (Dok.Pribadi PMM Ponpes Al-Fattah)

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa PMM UMM ini mendapat tanggapan baik dari pihak pengurus Ponpes Al-Fattah beserta santrinya. Menurut Bapak Samsul, selaku pengurus Ponpes Al-Fattah yang saat itu turut dalam acara tersebut, sosialisasi yang diselenggarakan mahasiswa PMM UMM yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan di Ponpes Al-Fattah ini perlu dilakukan agar santrinya mendapat wawasan lebih banyak, terutama mengenai penyakit akibat bakteri dan virus yang umumnya mudah dan cepat penyebarannya. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat bagi santri agar lebih siap menghadapi "new normal" guna memutus rantai penyebaran virus penyebab COVID-19.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x