Mohon tunggu...
Alam Semesta
Alam Semesta Mohon Tunggu... Instructional Designer

Pengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di Zhejiang Yuexiu University of Foreign Languages, China. Gemar membaca, menulis, dan makan-makan.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Serunya Melakukan Observasi

3 Juni 2019   12:18 Diperbarui: 8 Juni 2019   17:41 0 7 0 Mohon Tunggu...
Serunya Melakukan Observasi
(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Panca indera kita memiliki kemampuan untuk menangkap berbagai stimulus yang kemudian akan diteruskan oleh syaraf kepada otak kita. Kemampuan menangkap stimulus tersebut telah menjadi tugas alamiah tubuh kita yang sering tidak lagi kita sadari.

Observasi di dalam penelitian adalah kegiatan secara sadar menggunakan indera kita, terutama mata, untuk secara teliti mencermati informasi penting yang ada pada lokasi dan subjek penelitian.

Source: Unsplash.com
Source: Unsplash.com
OBSERVASI BEBAS
Obervasi dapat dilakukan secara bebas dan dapat pula secara terstruktur. Observasi secara bebas/tidak terstruktur memiliki banyak kesamaan dengan pengamatan yang kita lakukan sehari-hari yang tidak secara khusus dilakukan untuk penelitian.

Namun, observasi secara bebas bisa dipahami sebagai mengamati gejala, peristiwa, perilaku, objek, dsbnya tanpa terlebih dahulu menyiapkan panduan pengamatan.

Observasi bebas tetap harus dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian. Jika tidak maka hasil pengamatan tidak akan ada mengumpulkan data yang berguna untuk menjelaskan masalah atau isu yang akan dicarikan penyelesaiannya dalam penelitian.

Contoh-contoh yang disajikan berikut ini akan memperjelas cara melakukan observasi bebas.

Contoh Observasi Bebas

Penelitian 1. 
Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui penyebab pejalan kaki di Kota A tidak suka menggunakan jembatan penyeberangan yang disediakan oleh pemerintah kota.

Peneliti kemudian menentukan sampel acak sebanyak 5 lokasi yang memiliki jembatan penyeberangan untuk diamati. Setiap lokasi dikunjungi sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda (pagi, siang, dan malam). Pengamatan dilakukan selama 90 menit untuk setiap kunjungan.

Saat berada di lokasi peneliti mengamati perilaku pejalan kaki. Peneliti juga mengambil foto dan video para pejalan kaki tersebut. Perilaku yang unik dan penting segera peneliti catat pada sebuah buku kecil atau narasi suara direkam dengan menggunakan HP.

Setelah menyelesaikan durasi waktu pengamatan yang ditentukan, peneliti segera mencari tempat yang nyaman untuk merapikan catatan lapangan, membuat transkripsi rekaman, melakukan anotasi terhadap foto, dan melabeli cuplikan rekaman video dengan kata kunci sebagai nama berkas.

Source: Unsplash.com
Source: Unsplash.com
Penelitian 2.
Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku berbelanja ibu-ibu di pasar tradisional M menjelang hari raya. Pada pengamatan ini, selain melihat, peneliti juga bisa mendengar percakapan para pembeli dan penjual di pasar tradisional.

Peneliti menetapkan kunjungan ke pasar pada pagi hari antara pukul 6 sampai dengan pukul 7. Kunjungan dilakukan dua kali seminggu selama satu bulan. Kunjungan hari pertama setiap minggu dilakukan pada salah satu hari kerja dan kunjungan kedua pada akhir pekan. Hari kunjungan ditentukan secara acak sesuai waktu luang yang dimiliki peneliti.

Peneliti dapat saja menyiapkan alat perekam suara berukuran kecil yang disimpan pada saku dan terus dibiarkan menyala selama peneliti berkeliling di pasar.

Selama berkeliling, peneliti perlu berusaha mengingat beberapa inti pembicaraan penting antara penjual dan pembeli. Peneliti kemudian dapat mencari tempat yang sesuai untuk mengambil foto dan segera mencatat informasi penting pada buku atau merekam narasi dengan hp.

Keramaian pasar bisa saja menyulitkan bagi peneliti untuk mengambil foto. Jika pengambilan foto tidak dimungkinkan, maka peneliti perlu mencoba mengingat suasana yang dialami, kesan-kesan penting selama kunjungan, dan perilaku unik penjual dan pembeli.

Transkripsi atau penulisan catatan lanpangan harus segera dilakukan setelah peneliti keluar dari pasar. Kondisi pasar dapat saja secara psikologis mempengaruhi kemampuan mengingat peneliti. Infomasi penting bisa saja terlupakan jika tidak segera diubah ke dalam bentuk catatan hasil pengamatan.

OBSERVASI TERSTRUKTUR
Observasi terstruktur dilakukan dengan mengacu pada panduan observasi yang dibuat sebelum menuju lokasi. Pengumpulan informasi dibatasi hanya pada indikator yang ditetapkan pada panduan yang dibuat.

Contoh Observasi Terstruktur

Penelitian 1.
Penelitian ini bertujuan mengetahui gerak-gerik pemelajar pada saat berdiskusi kelompok yang difasilitasi dengan sebuah poster berukuran A3. Peneliti membuat panduan observasi dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Bagaimana posisi duduk/berdiri para pemelajar?
  • Apakah selama diskusi ada posisi lainnya selain duduk/berdiri?
  • Bagaimana gerakan tangan para pemelajar?
  • Apakah pemelajar melakukan gerakan atau tindakan tertentu saat berbicara kepada teman diskusinya?
  • Apakah ada pemelajar yang tidak terlibat dalam kegiatan diskusi?
  • dstnya (Jumlah indikator disesuaikan dengan tujuan dan rumusan masalah penelitian.)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2