Mohon tunggu...
Alam Semesta
Alam Semesta Mohon Tunggu... Desainer

Pengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di Zhejiang Yuexiu University of Foreign Languages, China. Gemar membaca, menulis, dan makan-makan.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Narator Video Bahasa Mandarin

20 Mei 2019   04:45 Diperbarui: 20 Mei 2019   16:44 0 0 0 Mohon Tunggu...
Narator Video Bahasa Mandarin
Tangkapan Layar pada tayagan video

"Walking into the classroom, I see students staring at me with excitement and a desire to learn a new language."

Kehadiran berbagai perangkat digital memungkinkan pesan disampaikan dalam bentuk video. Pembuatan video juga semakin mudah dan murah karena dapat dilakukan dengan menggunakan gawai cerdas. Video sekarang sudah banyak diproduksi dan disebarkan melalui berbagai media online. 

Universitas melakukan produksi video untuk berbagai keperluan, seperti pembelajaran, presentasi ilmiah, dan promosi. Video promosi yang dipublikasikan pada media online, seperti website kampus dan kanal video berfungsi memperkenalkan universitas dan berbagai program di dalamnya kepada masyarakat luas.

Sejak bekerja di Yuexiu,  saya sudah banyak sekali terlibat dalam berbagai produksi video. Produksi pertama yang saya ikuti adalah video yang dibuat pada sekitar bulan November 2014. Saat itu adalah tahun pertama saya berada di Yuexiu. Keterlibatan dalam produksi video ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya.

Peran utama saya di dalam produksi video tersebut adalah sebagai narator. Saya membacakan teks yang menceritakan tentang kehidupan guru-guru asing di Yuexiu.  Video tersebut digunakan sebagai pembuka acara perayaan natal 2014 dan tahun baru 2015 bersama tenaga ahli luar negeri (Foreign Experts) bersama-sama dengan aparatur pemerintah Kota Shaoxing, Tiongkok.

Tangkapan Layar pada tayagan video
Tangkapan Layar pada tayagan video
Menjadi narator video bukanlah sesuatu yang sulit bagi saya jika dilakukan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Namun, kali ini saya diberi tugas untuk menjadi narator dalam bahasa Mandarin.

Tugas ini tidak mudah karena bahasa Mandarin saya waktu itu masih terbata-bata. Saya bisa menggunakan bahasa Mandarin untuk melakukan percakapan sederhana, tidak untuk menjadi narator. Pihak kampus berusaha membujuk dan meyakinkan saya. Seorang mahasiswa diminta untuk mendampingi saya mempelajari teks yang akan saya bacakan.

Teks tersebut lumayan panjang dan banyak huruf yang saya tidak tahu membacanya dengan tepat. Sementara waktu untuk berlatih hanya sekitar 1,5 jam dan pengambilan suara akan dilakukan keesokan harinya. Saya dan mahasiswa yang membantu hanya berusaha sebaik mungkin dalam waktu yang tersedia untuk berlatih.

Perekaman suara dilakukan sesuai dengan jadwal di studio rekaman Departemen Komunikasi keesokan harinya. Prosesnya boleh dikatakan tidak berjalan mulus. Saya melakukan banyak sekali kesalahan ucap. Beberapa bagian teks yang terlalu sulit akhirnya diubah oleh pembuat naskah. Penyesuaian terhadap teks dilakukan sambil saya terus melakukan rekaman.

Kami memulai rekaman dari bagian-bagian yang sudah lebih lancar saya tuturkan. Pengulangan terhadap bagian-bagian sulit terjadi berkali-kali. Saya sendiri sudah tidak ingat untuk menghitung jumlah pengulangannya. Pada akhirnya, ada bagian-bagian yang masih kurang sempurna, namun tetap dipertahankan dalam produksi akhir. Rekaman menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam.  

Setelah rekaman suara selesai, kegelisahan saya juga belum berakhir. Saya masih khawatir akan mengecewakan pihak kampus ketika video itu ditayangkan nanti. Beberapa kali saya mengirim pesan singkat melalui Wechat untuk memastikan bahwa tidak ada masalah dalam produksi. Pihak kampus terkesan berusaha menenangkan saya.

Narahubung di Departemen Kerjasama Luar Negeri menjawab kampus tidak mencari kesempurnaan dalam produksi video ini. Pihak kampus berusaha menyajikan secara natural kondisi kemampuan berbahasa Mandarin dari guru asing yang bekerja di kampus. Mereka menambahkan, jika tujuannya adalah narator yang sempurna, mereka bisa dengan mudah menunjuk mahasiswa atau guru dari Tiongkok untuk menjadi narator. Jawaban ini membuat saya merasa lebih tenang.

Pada saat video tersebut ditayangkan dalam pembukaan acara perayaan natal dan tahun baru bersama, saya juga hadir di tempat berlangsungnya acara. Menyaksikan video tersebut dan mendengarkan sendiri suara saya dengan mudah kesalahan-kesalahan pengucapan dapat saya tangkap.

Namun, tampilan foto-foto dan juga subtitle dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris pada video terkesan dapat menutupi kesalahan tersebut. Belajar dari pengalaman ini, saya menjadi semakin percaya diri ketika diminta untuk ambil bagian dalam produksi video di Yuexiu. Setiap kesempatan tersebut menjadi ruang bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan diri sebagai bagian dari kampus ini.

*) Video bisa dilihat di akun wix dengan judul postingan yang sama: Narator Video Bahasa Mandarin.