Ajinatha
Ajinatha profesional

Pengembara didunia Literasi

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Tanpa Kampanye Jokowi Sudah Kampanye

12 Oktober 2018   07:07 Diperbarui: 12 Oktober 2018   07:19 1055 18 12
Tanpa Kampanye Jokowi Sudah Kampanye
Foto :radartegal.com

Banyak hal yang menguntungkan Jokowi sebagai Petahana. Seperti apa yang penulis ungkapkan pada tulisan sebelumnya, "Inilah 4 Hal Yang Akan Mendongkrak Elektabilitas Jokowi Di Pilpres 2019." Dari 4 hal tersebut Jokowi sudah sangat diuntungkan, Asian Para Games 2018 adalah puncak Prestasi Jokowi.

Dengan bekerja semaksimal mungkin dalam menyelesaikan tugasnya sebagai Presiden, Jokowi sudah Kampanye, tanpa perlu Kampanye. Kinerja dan hasil kerjanya sebagai Presiden selama 5 tahun merupakan credit point bagi Jokowi, dengan demikian Jokowi terhindar dari Kampanye yang merendahkan dan mencari kesalahan lawan.

Sebaliknya apa yang dilakukan Kubu Prabowo, baik dari tim pemenangannya, maupun Prabowo sendiri, hanya bisa mengampanyekan kelemahan lawan. Itupun dengan tidak didukung oleh data-data kuat, yang tidak meyakinkan publik untuk memercayai apa yang dikemukakan.

Prabowo boleh saja meyakini publik dengan mengatakan bahwa dengan memilih dia, maka Indonesia akan lebih baik, kesenjangan sosial akan diperhatikan, kemiskinan akan dihapuskan. Sementara ada sekian ribu karyawannya yang menuntut upah yang belum dibayarkan sudah sekian Tahun.

Ini sebuah realitas yang sangat menyakitkan, dan bertentangan dengan apa yang diucapkan. Sampai capek Tim Sukses Prabowo untuk mengampanyekan prestasi Prabowo, sampai-sampai Mardani Ali Sera mengarang cerita, bahwa Prabowo pernah menaklukkan puncak gunung Mount Everest dengan Tim Kopassusnya.

Pada kenyataannya, Prabowo tidaklah ikut dalam pendakian, tapi cuma sebatas ikut mengantarkan Tim Kopassus untuk mendaki Mount Everest. Mereka tidak sadar bahwa esensi dari Kontestasi Pilpres 2019 adalah, mendaki Puncak kebenaran secara bersama-sama, bukanlah puncak kebohongan yang terus didaki.

Pilpres 2019 adalah Pilpres tersulit bagi Prabowo, itu harus diakui. Jokowi sebagai Petahana sangat banyak memiliki amunisi, prestasinya adalah amunisinya. Tanpa perlu mencari kelemahan lawan, Jokowi sudah kuat. Sebaiknya Prabowo dalam setiap orasinya mengumbar kelemahan pemerintahan Jokowi, jelas itu tidaklah menguntungkan.

Harus disadari Prabowo, bahwa Pilpres 2019 bukanlah tempatnya untuk membuka borok dan kelemahan lawan, karena ketika apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan, maka hal itu akan berbalik menyerang dirinya sendiri. Perlihatkan saja apa yang menjadi kelebihan Prabowo, sehingga rakyat harus memilih dia, tanpa harus menjatuhkan dan menjelekkan lawan, meskipun prestasinya tidak banyak, tapi memang benar adanya.

Pilpres 2019 bukan hanya sekedar sebuah Kontestasi Politik, melainkan ajang pendidikan politik yang bermartabat, yang akan menjadi warisan cara berpolitik yang baik. Pemimpin adalah teladan bagi generasi berikutnya. Kalau dipanggung politik para politisi hanya mengumbar keegoisannya, maka kita harus merasa bersalah, jika generasi masa depan tidak mewarisi apa-apa.