Ekonomi

Menuju Indonesia Inc

12 September 2017   16:52 Diperbarui: 12 September 2017   16:59 264 0 0

Kemarin sy diundang hadir dalam pertemuan Indonesian Poultry Club, 

yg di selenggarakan majalahTrobos, yg rupanya merupakan pertemuan 

rutin kalangan perunggasan.

Nampa utk pertama kali diundang

topiknya menghadapi MEA ..siapkah ? akan terjadi banjir ayam kah ?

ternyata ada juga hikmah nya MEA :)

karena biasa nya kita bertengkar antara kita... kata Pak Krisantono ( ketua asosiasi penghasil DOC ) , 

biasa bertanding di kampung sendiri, maka karena kini kita hadapi 

pertandingan "Keluar kampung" atau dgn kata lain pertandingan 

International..maka ada nuansa keinginan utk kompak di antara tm 

daerah ini spy siap hadapi pertandingan international membentuk 

tim nasional Indonesia /


Barangkali di Pertanian... perunggasan.ayam lah yg relatif 

kuat..tapi itupun tak lepas dari rasa pesimisme, atau setidkanya 

merasa lawan kita , khususnya Malaysia danThailand adalah lawan 

berat..bahkan kta ada "dibawah angin "


Masih ada kepercayaan bhw sesungguhnya dr sisi internal meningkatkan 

daya saing secara teknis mungkin ...tapi bgmn dengan faktor diluar 

"kita " misal suku bunga yg tinggi,,, infrastruktur buruk yg 

menyebabkan ongkos angkut tinggi, belum lagi nambah secara 

geografis mrk bs lebih dekat ke daerah Indonesia tertentu ., krn 

pabrik kita atau peternakan kita masih terfokus di jawa.


Kesadaran bahwa harus di jawab dgn peningkatan 

efisiensi mulai terdengar makin kuat


dalam kesimpulan ada sebagai salah satu kesimpulan swa sembada bukan 

jamannya lagi..peningkatan daya saing lah yg harus di utamakan


Kita harus pilah pilah mana yg kuat produk mana yg sanggup bersaing


percuma aja ngucukan uang milayran mungkin trilyunan dgn program 

swa sembada sapi yg sudah diteriakkan dr thn 2004 sampai 

kini,.,,gak ada hasil


mending utk perkuat daya saing peternakan ayam:)


itu misalnya kalau pilih produk... , malah kata Prof Budi 

Tangenjaya,, kalau ayam petelor lbh bersaing, krn ayam 

jantannya bisa di jual jd ayam utk rumah makan padang , dimana di 

tempat lain di musnahkan :) juga betina afkir laku utk sate..


Malaysia pakannya 90 persen impor, kalau kita sih jauh di bawah 90 % 

,jagung cuma 3 juta ton dibanding kata Kementan/BPS produksi 20 juta ton


tapi daya saing malaysia sptnya lbh kuat :)


ya enak lah disana mrk gak teriak impor melulu sih :)..... lbh 

penting industri peternakan ayam nya hasilkan ayam terjangkau buat 

rakyat dan ... bisa kalahkan indonesia dalam persaingan


sama juga lah dgn di sapi ,,mrk impor jauh lbh banyak ( minimal 

dlm persentasi ) , walau jumlah sapi/kerbaunya ekivalen dgn jumlah 

sapi di sini :) .. , mrk punya 1,3 juta sapi kerbau dgn penduduk 

25 jutaan, kalau kita 14 juta dgn penduduk 250 jutaan :)


gak kayak disini , yg teriak kenapa inmpor


pdhal menurut olah pikir saya...penutupan impor gak serta merta 

menaikkan produksi apalg efisiensi


sebaliknya


penaikkan efisiensi/produktivitas jelas serta merta menaikkan 

produksi yg pada giirannya bisa menghentikan setidaknya mengurangi impor


bayanghkan jika efisiensi gula dr 7 % di jadi kan 11 %, langsung 

produksi naik 40 % ..lalu langsung stop impor


sayangnya bnaayakyg masih fokus teriak stop impor , 

sbg issue populis


harusnya tekanan di berikan pd perbuatan bukan hasil


efisiensi hasilkan swa sembada. . . swa sembada adalah 

hasil ... efisiensi adalah perbuatan


yg dilakukan selama ini ,, memang terbalik krn teriakkan swa 

sembada tapi efisiensi nya gak di kerjakan jd gak tercapai :)


Lalu pertanyaannya, krn sekarang jadi permainan tim nasional 

menghadapi tim luar negeri,.,, siapa pelatih tim nasional, kalau 

pakai istilah lain  siapa dirigennya ?


gak mungkin lah asosiasi atau perusahan disuruh perbaiki 

infrastruktur atau turunkan bunga bnk .

juga gak mungkin bikin kebijakan kondusif utk pengadan bahanbaku dll


Saya pribadi ada kegembiraan..bahwa koor  kita harus berbuat 

meningkat daya saing kita makin keras terdengar


bukan teriak kok kebanyakan impor terus yg menurut saya hanyalah 

konskwensi logis ga mampunya kita tingkatkan produksi krn ga kmampu 

tingkatkan efisiensi dan produktivitas




setiap kemajuan , setiap bertambahnya dukungan utk ada di jalan 

benar.spt hrs lbh fokus pada langkah ygharus di buat  ..harus di syukuri ...


Indoensia Inc... ayo cari dirigen/tim manager /pelatih  yg benar..yang bagi saya berarti 

cari Presiden yg benar :)  ..yg kemudian bisa  buat dram team  dari kalangan mentrinya 


kekayaan negara kita ada kok


lihat DKI dgn pimpinan lbh baik


kok bisa gratis kan kesehatan beri dukungan pd pelajar dgn kartu 

jakarta pintar , bisa perdalam/revitalisasi waduk,. bisa beli ribuan bus


yakin kok Presiden yg benar akan mampu selesaikan 

masalah pendukung daya saing spt bunga bank..infratruktur, dll


lalu bikin kebijakan out of the box yg membuat negara ini maju



indonesia punya segalanya utk jadi negara maju gemah ripah loh jinawi


memang masih sangat banyak tantangan


tapi menyerah bukanlah pilihan