Aisyah Supernova
Aisyah Supernova

Muslimah | Your Future Sociopreneur ! | Islamic Economic Science Bachelor | Islamic World, Innovation, Technology and Entrepreneurship Enthusiast | Sharing, Writing and Caring Addict | Because i want to see my God one day. It's my ultimate goal...!

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Be Productive Muslimah and Still Shari? Why Not?

13 November 2017   22:23 Diperbarui: 14 November 2017   06:08 866 0 0
Be Productive Muslimah and Still Shari? Why Not?
Sumber foto : hijaberscantik.com

Being A Human

Tanpa merequest sebelumnya, kita sudah diciptakan Allah SWT dalam wujud yang paling sempurna dibanding makhluk lainnya di bumi. Ya, karena kita manusia. Biar klop di dunia, tentu kita harus mengetahui tujuan penciptaan kita di dunia ini untuk apa. Ibaratnya sebuah pistol, bisa untuk dilempar dan handphone bisa untuk mengganjal pintu. Keduanya memang bisa saja terjadi, namun tentu saja jadinya tidak maksimal karena tidak digunakan sebagaimana fungsi dan tujuan aslinya, yaitu sebagai alat penembak dan komunikasi. Begitu juga dengan manusia. Dalam Al Qur'an, kitab sucipenyempurna syariat Islam menyebutkan tujuan penciptaan manusia :

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.."

(Az-Zaariyat:56)

Jelas, tujuan kita diciptakan, adalah untuk beribadah (mengabdi) hanya kepada Allah SWT saja, dengan tetap memperjuangkan Islam yang sejatinya adalah satu-satunya sistem Kehidupan yang berhak digunakan untuk mengelola bumi dan seisinya  sebagaimana dalam disebutkan Al Qur'an :

 

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata:  "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"Tuhan berfirman:  "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

 

(QSAl-Baqarah:30)

Jadi, segalanya menjadi clear sekali dalam Islam. Saat sudah mengetahui 'Why' akan diri kita, hidup kita, yang mana kita merupakan pengabdi, juga hamba yang harus mematuhi dan memperjuangkan Islam yang telah Allah SWT titipkan pada kita untuk dibesarkan,  dengan potensi internal (dalam diri) berupa akal, jasmani dan fitrah untuk mengesakanNya (mentauhidkanNya) dan potensi eksternal berupa petunjuk,atau 'guide book' nya manusia, yatu Al Qur'anul Kariim untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia ini yang bertujuan untuk mengabdikan, mengibadahkan, dan menghambakan diri kita pada Allah semata. Ya, jelas sekali.

Why Muslimah? Why Productivity? Why Shar'i?

Mengapa Muslimah? Karena kita adalah wanita yang berserah (Muslimah) akan aturanNya yang meliputi seluruh aspek dalam hidup kita. Yang otomatis, tidak ada  lagi 'ego', 'mood' atau aturan lain yang berhak mengatur kita kecuali aturan Islam. Syar'i bahasa singkatnya. Islam yang berorientasi, Islam yang komprehensif, Islam yang inovatif, Islam yang efektif, dan harus, sangat harus, produktif! mengapa harus produktif ? jawabannya sangat singkat. Karena kita tau, sama-sama tau, bahwa dunia ini singkat,sementara, dan kesempatan kita untuk mengumpulkan bekal kita sebanyak --banyaknya untuk kita gunakan di akhirat kelak. 

Tanpa produktif, maka iman menjadi basi dan hidup hampa. Apa gunanya berkualitas namun tak memberi manfaat? Maka, sebagai Muslimah yang sama-sama ingin menjadi yang terbaik di hadapanNya, maka sebaiknya kita melejitkan potensi kita menjadi Muslimah yang produktif. Dalam karya dan kerja nyata, pastinya. Ada beberapa tokoh dMuslimah yang produktif namun tetap Syar''i. Sebut saja dalam bidang makanan halalan thayyiban, ada Nugget Non MSG oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin anaknya mengkonsumsi makanan sehat nan lezat, dalam bidang jilbab praktis ada Robbani kerudung instant, dalam bidang per-filman, ada Okki Setiana Dewi yang sangat produktif dalam karya seni yang diperankannya sekaligus menginspirasi banyak orang, ada juga yang sangat produktif dalam karya tulisnya, siapa yang tidak mengenal Asma Nadia? Ada juga yang produktif dalam karya Manga (kartun Jepang) yang unik dan syar'i, Adhiba Umar Ghanies yang sangat produktif, dengan bertekad satu hari satu karya dan aktif di blog komikmuslimah.blogspot.com, juga masih sederet nama Muslimah Produktif tetapi tetap Syar'i lainnya yang sangat menginspirasi!

Find Your Self

Pepatah berkata, Tak kenal maka tak sayang. Ali bin Abi Thalib pernah berkata, Kenalilah dirimu, maka kau akan mengenail Tuhanmu. Bahkan, Sin Zhu juga berkata; siapa yang tidak mengenal dirinya, maka tak akan dapat mengalahkan musuhnya. Begitu banyak ungkapan mengenai pentingnya mengenal diri sendiri. Ya, bagaimanapun, kita harus mengenali seperangkat penunjang hidup kita alias diri kita yang terdiri dari ruh, jasad dan akal. Ketiganya, harus dipenuhi kebutuhannya dan diperlakukan sebagaimana semestinya. Seperti pohon yang memiliki cara perawatan yang berbeda-beda, juga buah dan bunga yang dihasilkan pun berbeda-beda. 

Seperti itulah juga diri setiap kita. Setiap kita unik. Berbeda pribadi, latar belakang, kecerdasan, bakat, pemikiran, apalagi fisik. Selain itu, sebagai sebuah kesatuan dunia yang berwarna-warni keindahannya, manusia pun begitu. Kita bukan makhluk sempurna yang bisa segalanya, namun kita adalah makhluk berdaya guna tinggi jika dimanfaatkan dengan baik. Ada banyak cara untuk mengetahui siapa diri kita sebenarnya, juga bakat dan kecerdasan kita ada di bidang mana. Salah satu caranya, dengan mengikuti tes personalia baik secara online (biasanya gratis) maupun secara kelembagaan (biasanya berbayar), bisa juga minimal dnegan memuhasabah diri kita, hal mana yang saat kita kerjakan, kita tak mengantuk maupun jenuh dan justru bersemangat sekali mengerjakannya. Juga bisa bertanya dengan keluarga, sahabat, bahkan musuh (jika ada, hehe), tentang bagaimana kepribadian, kekurangan dan kelebihan kita. Setelahnya, maka renungkanlah dan langusng buat list positif dan negatif diri kita, juga tabel SWOT (Strengt -- kelebihan, Weakness -- kelemahan, Opportunities- kesempatan, dan Threat -- ancaman) yang kita miliki. Langkah selanjutnya, buat mind mapping, akan kemana proyek produktif yang akan kita bangun tadi. Setelah mengenal siapa kita, menentukan apa cita kita, maka yang perlu kita lakukan sekarang adalah bekerja untuk mencapainya dan... Semangat !

Be Inovator

Yang inovatif selalu memimpin. Selalu unggul. Selalu laku keras. Selalu ditiru. Sebut saja dalam bidang elektronik, ada Android System yang sangat mendukung kita dalam produktif dalam mobilisasi. Dalam otomotif, Ford All New Focus menjadi juaranya. Bagaimana tidak, jika pengemudi dan penumpang di dalamnya bisa terselamatkan secara otomatis jika terjadi tabrakan mendadak yang mana mobil akan langsung berhenti sebelum menabrak. Subhanallah, luar biasa. Dalam kuliner, siapa yang tidak pernah menyicipi berbaga sajian 'Franchise' yang unik dan inovatif, seperti Tahu Jeletot, Cappucino Cincau, Kebab Turki Babarafi, juga berbagai sajian Franchise lainnya yang menjamur hampir di seluruh Indonesia. Luar biasa. Ya, memang begitulah konsekuensi para Inovator. Produknya akan laku dipasaran juga ditiru banyak orang. Dan bagi mereka yang serius dan berniat lurus untuk berkontribusi membangun ummat, maka sangat beruntung karena insyaAllah pahala mereka akan mengalir seiring dengan orang-orang yang mengkonsumsi dan meneruskan usahanya. Maka, para Inovator selalu terlahir dengan karakter yang sama ingin melihat dan mengadakan yang sebelumnya belum ada alias kritis dan beberapa ada yang karena ingin berkontribusi. Walau harus diakui, ada yang ingin mengadakan yang sebelumnya tiada dengan niat profit semata, namun kita, sebagai Muslimah yang mengerti betul bahwa profit bukan yang utama bagi kita, tapi benefit (untung dunia-akhirat, manfaat), maka tentu hal tersebut jauh dari niatan kita. Ya, kritislah, bersimpatilah, berkreasilah, dan berinovasilah !

Shari'ah Business Knowledges

Umar bin Khattab pernah berkata, 'haram hukumnya masuk ke pasar kecuali mereka yang berilmu'. Mengapa beliau bisa berkata demikian ? karena, mari bersama kita fikirkan.. bukankah, dalam pasar itu, begitu banyak orang yang terlibat di dalamnya? Begitu banyak aktivitas ekonomi yang dilakukan secara bersamaan, bahkan begitu banyak cek-cok hingga kasus kriminalitas terjad di dalamnya. Jadi, sangat wajar jika Umar bin Khattab berkata seperti itu karena memang pasar sangat sensitif, alias rentan sekali terjadi kecurangan dan pelanggaran hukum lainnya. Kita bisa melihat di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, baik yang tradisional maupun modern, dan coba kita lihat.. maka hampir setiap hari kita melihat adanya kecurangan dalam timbangan, penyembunyian kecacatan barang dagangan, pencopetan, main harga, juga banyak penggaran lainnya. Tentu apabila dibiarkan terus, maka karakter buruk tersebut akan mengakar kuat dan membuadaya kerana sudah menjadi kebiasaan. Itulah, salah satu sebabnya mengapa Islam itu ada. Untuk membawa keselamatan dan kesejahteraan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Dalam berekonomi pun, Islam memiliki Ekonominya yaitu Ekonomi Islam yang berasaskan akan beberapa hal, diantaranya :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2