Mohon tunggu...
Ainun Marziah
Ainun Marziah Mohon Tunggu... Mahasiswa

Alamat Meulaboh Fakultas STAIN TDM Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mahasiswa dengan Pengalaman SMK yang Mengesankan

5 Januari 2020   16:12 Diperbarui: 5 Januari 2020   17:58 16 0 0 Mohon Tunggu...

Nurlaili adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh yang lahir di Padang Seurahet, 2 Maret 1999.

Teman-teman biasa memanggilnya Laili. Laili lahir dan dibesarkan dari keluarga yang sederhana.Laili adalah anak pertama dari pasangan Miski dan Mariana. 

Setelah menghabiskan masa pendidikan SD N 17 Meulaboh pada tahun 2006 Laili melanjutkan ke SMP N 2 Meulaboh. Setelah tamat dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) kemudian ia melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan di SMK N 3 Meulaboh pada tahun 2014 dan mengambil jurusan Tata Boga. 

Saat ini pada tahun 2020 Laili sedang menjalankan Studi S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. 

Laili adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Fardan Sapriadi yang sekarang sedang duduk di bangku kelas 2 SMK 3 Meulaboh. Selama menjalani masa pendidikannya dibangku sekolah, Laili termasuk siswi yang aktif mengikuti berbagai kegiatan. 

Salah satunya kegiatan lomba memasak di sekolah Menengah Kejuruan. Pada saat kelas 2 SMK ia pernah mengikuti lomba memasak di Lhoekseumawe se-Provinsi tingkat Aceh. Sebelumnya mendapat juara 2  se-Kabupaten Aceh Barat yang kemudian melanjutkan ke tingkat provinsi. 

Penilaian masakan pada lomba memasak soto tingkat sekolah--dokpri
Penilaian masakan pada lomba memasak soto tingkat sekolah--dokpri

Pengalaman dari SMK pada jurusan tata boga yaitu ia bersekolah sambil belajar memasak. Ketika pulang sekolah, ia balik lagi ke sekolah untuk menyiapkan catering/pesanan yang didampingi oleh guru. 

Selain itu ia dan beberapa orang teman sering bergabung dengan usaha Nina Catering untuk bekerja sambil belajar. Setiap 4 hari sekali ia mendapat gaji sebesar dua ratus ribu rupiah. Dari situlah ia mulai hidup mandiri dengan bekerja sambil belajar. 

VIDEO PILIHAN