Mohon tunggu...
Aida Adha Siregar
Aida Adha Siregar Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Menulis adalah salah satu fokus pengembangan diri yang saya perdalam. Bertemu dengan teman-teman merupakan pengalaman terbaik yang saya dapatkan melalui Kompasiana ini. Laman artikel saya menceritakan berbagai topik menarik yang saya kemas semenyenangkan mungkin. Selamat datang teman-teman, salam kenal!

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Diri Sendiri atau Orang Lain?

18 November 2023   19:13 Diperbarui: 18 November 2023   19:47 99
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source: pixabay.com/interaksi

Kemarin seorang teman mengatakan kepada saya satu kalimat singkat. Katanya, "Di kepala kita ter-skema bahwa orang lain sudah pasti memikirkan atau peduli atas apa yang kita lakukan. Padahal nggak. Orang lain sama sekali tidak peduli semua tentang kita."

Lagi-lagi saya belajar bagaimana perilaku orang lain bekerja. Dunia memang unik, tapi manusia di dalamnya jauh lebih unik. Banyaknya kebaikan yang kita lakukan terhadap seseorang, tidak lantas dapat memastikan orang tersebut akan berbuat baik pula kepada kita. Dan tentu sudah bukan rahasia, bahwa bisa saja satu kesalahan kita lakukan dalam berperilaku, akan menghapus seluruh jejak kebaikan yang sudah kita lakukan tadi.

Emosi orang lain terhadap kita memang bukan tanggung jawab kita. Mereka bebas mengeluarkan apa yang mereka rasakan, terutama jika keputusan yang mereka ambil adalah menghapus kita dalam hidupnya. Maksudnya, bahwa memang bisa saja seseorang memutuskan segala bentuk kontak interaksi kepada orang lain dikarenakan sudah dirasa tidak menguntungkan. 

Maka dari itu judul artikel ini pun diputuskan. Diri sendiri dulu kah, atau orang lain? Yang saya amati dan terjadi pada kehidupan saya, kalimat "Jangan memikirkan diri sendiri" sudah tidak berlaku lagi. Tentu kita tidak sedang membicarakan satu pihak terkait, ini hanya hasil pengamatan saya. 

Kita justru dalam beberapa kondisi, bahkan mungkin di segala kondisi, lebih mementingkan kepentingan dan perasaan orang lain dibanding diri sendiri. Bahkan terkadang, emosi orang lain tersebut pun seakan-akan menjadi tanggung jawab kita. Padahal, tidak. Manusia tidak diciptakan untuk bertanggung jawab atas perasaan orang lain. Kita berhak mengaturnya dengan sedemikian baiknya.

Dan saya pikir, kalimat pembuka pada artikel ini sudah berbicara dengan fakta nyata. Bahwa memang benar, kita hanya fokus pada pendapat orang lain, seakan-akan yang terjadi adalah mereka peduli dengan apa yang kita lakukan. Padahal tidak. Tidak, mereka tidak peduli. Jadi, bertanggungjawablah atas dirimu sendiri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun