Mohon tunggu...
Aida Nur Fadhilah
Aida Nur Fadhilah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Biologi Universitas Jember

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Lawan Stunting, Mahasiswa KKN UNEJ Sosialisasikan Pentingnya Gizi Seimbang dan PHBS

1 September 2021   08:39 Diperbarui: 1 September 2021   10:53 118 0 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Lawan Stunting, Mahasiswa KKN UNEJ Sosialisasikan Pentingnya Gizi Seimbang dan PHBS
Gambar 1. Sosialisasi gerakan pencegahan dan penanganan stunting (Dokpri)

Stunting (kerdil) merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak karena kurangnya asupan nutrisi dalam jangka waktu panjang sehingga tubuh anak tampak lebih pendek dibanding teman seusianya. Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia yang harus segera dibenahi. 

Berdasarkan hasil integrasi Susenas Maret 2019 dan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting tercatat sebesar 27,67%. Angka tersebut masih cukup jauh dari standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) yaitu 20%. 

Apabila melihat kondisi Indonesia saat ini yang juga tengah berjuang melawan pandemi Covid-19, kasus stunting dikhawatirkan semakin melonjak karena keterbatasan akses pangan dan faktor ekonomi. 

Maka dari itu, diperlukan strategi pencegahan yang tepat guna menurunkan angka stunting di Indonesia dengan tidak mengesampingkan pandemi yang saat ini terjadi. 

Pada KKN BTV 3 UNEJ (http://unej.ac.id) kali ini, penulis menggandeng kader posyandu setempat untuk mengoptimalkan tindak pencegahan stunting  dengan menerapkan program kerja “Optimalisasi Gerakan Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi Seimbang dan PHBS” di Kelurahan Blooto, Mojokerto. Kelurahan Blooto berlokasi di ujung barat Kota Mojokerto dan memiliki luas wilayah sekitar 178,07 ha. 

Berdasarkan data tahun 2014, Kelurahan Blooto memiliki fasilitas kesehatan berupa 1 unit puskesmas pembantu dan 4 unit posyandu. Keberadaan pandemi Covid-19 secara langsung berdampak pada minimnya aktivitas layanan kesehatan utamanya posyandu sehingga pemantauan kondisi ibu hamil, bayi, dan balita menjadi kurang maksimal.

 Pihak posyandu Anggrek di Kelurahan Blooto menyiasati kondisi tersebut dengan menerapkan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) untuk cek kesehatan ibu hamil, pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta pemberian imunisasi maupun vitamin A pada bayi. 

"Pemantauan kesehatan secara berkala telah dilakukan pihak posyandu sebagai langkah awal pencegahan stunting pada anak. Untuk mengoptimalkan upaya tersebut perlu dibarengi dengan sosialisasi tindak pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang dan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat). Adanya sosialisasi diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat tentang pentingnya menerapkan pedoman gizi seimbang dan PHBS dalam kehidupan sehari-hari" ungkap Aida, Kamis (19/08).

Kegiatan sosialisasi yang dicanangkan dalam KKN BTV 3 UNEJ (http://unej.ac.id) ini ditujukan kepada ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita, dan ibu dengan anak stunting di wilayah kerja posyandu Anggrek. Materi yang disampaikan mencakup definisi stunting, kondisi stunting di Indonesia, pengoptimalan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), gejala dan penyebab stunting, serta upaya pencegahan dan penanganannya melalui perbaikan gizi dan PHBS. 

Penulis juga memberikan alternatif menu sehat bergizi dengan bahan pangan lokal yang harganya terjangkau untuk menekan pengeluaran di masa pandemi. 

Bahan/materi yang disampaikan dikemas dalam bentuk poster dan brosur yang interaktif agar mudah dipahami. Usai sosialisasi, poster kemudian dipasang di posyandu Anggrek Kelurahan Blooto sebagai media informasi dan edukasi bagi masyarakat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan