Mohon tunggu...
ahmad zilky
ahmad zilky Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Al-Azhar

Lahir di Jakarta pada 20 September 1999

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Menakar Peluang Italia di Euro 2020

22 Juni 2021   16:19 Diperbarui: 22 Juni 2021   16:33 103 4 0 Mohon Tunggu...

Italia berhasil meraih poin sempurna selepas mengalahkan Wales melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Matteo Pessina. Pertandingan yang digelar di Stadio Olimpico itu memberikan kesempatan bagi Roberto Mancini untuk merotasi para pemainnya setelah timnya berhasil memastikan diri lolos ke babak selanjutnya atau fase knock-out lewat dua pertandingan sebelumnya.

Di pertandingan pertama, Italia berhasil mengalahkan Turki dengan skor 3-0 melalui gol bunuh diri Merih Demiral dan sumbangan masing-masing satu gol dari Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne. Selanjutnya, pundi-pundi poin Italia bertambah setelah menang mudah atas Swiss lewat sumbangan gol yang dicetak Manuel Locatelli dan Immobile.

Terlintas sebuah pertanyaan, apakah kejayaan Italia di fase grup mampu membuatnya berjaya di pentas empat tahunan ini? Mengingat mereka baru comeback di turnamen akbar setelah sebelumnya gagal mentas di Piala Dunia 2018 - saat dilatih oleh Gian Piero Ventura - untuk pertama kalinya selepas kalah agregat 0-1 melawan Swedia di laga play-off Zona Eropa.

Namun, Italia kali ini berbeda semenjak pelatih sarat pengalaman Mancini didatangkan untuk membawa Gli Azzuri kembali ke jalur kejayaan. "Mancini Effect" sudah mulai terasa di kubu Italia setelah mereka berhasil menyamakan rekor Italia 82 tahun silam pada tahun 1935 sampai 1939 ketika Gli Azzuri masih dilatih oleh Vittorio Pozzo dengan meraih 30 laga tanpa tersentuh kekalahan. Tidak sampai di situ, Mancini juga berhasil membawa anak asuhnya mencatatkan clean sheet dalam 11 laga terakhir termasuk kemenangan 1-0 atas Wales, bila di total mereka berhasil mengalahkan lawannya dengan produktivitas gol 32-0 dalam 11 pertandingan nirbobol.

Italia arahan Mancini menampilkan tim yang lebih menyerang dengan kombinasi lini pertahanan kuat yang dikawal dua bek berpengalaman yaitu, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Ditambah penampilan apik yang diberikan Gianluigi Donnaruma di bawah mistar gawang membuat pertahanan Italia semakin sulit ditembus oleh tim lawan. Sehingga wajar saja jika benteng pertahanan Italia sulit sekali dibobol sekalipun tim tersebut diperkuat pemain sekaliber Gareth Bale, Xherdan Shaqiri dan Hakan Calhanoglu.

Catatan menawan lainnya yang ditorehkan Gli Azzuri di ajang Euro 2020 ini adalah mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan margin tiga gol secara berturut-turut, setelah sebelumnya hal tersebut dilakukan oleh Belanda pada tahun 2008 - usai mengalahkan Italia 3-0 dan 4-1 atas Prancis.

Penampilan cemerlang Italia di Euro 2020 ini tidak lepas dari permainan impresif yang ditampilakn individu pemainnya. salah satunya Manuel Locatelli, sang pemain berhasil menjadi pemain ketiga termuda Italia [23 tahun, 159 hari]- setelah Mario Balotelli dan Giacomo Bulgalleri - yang mencetak sepasang gol di turnamen mayor ketika menang atas Swiss. Tidak sampai di situ statistik pemain jebolan akademi AC Milan ini kala menjamu Swiss tak kalah mengesankan. Menurut catatan Squawka, pemain Sassuolo tersebut meraih akurasi tembakan 100 persen dan dengan 90 persen akurasi umpan tepat sasaran.

Lalu, sang pemain juga berhasil melakukan 57 sentuhan di pertandingan itu, dengan empat diantaranya dilakukan di dalam kotak penalti. Hal tersebut cukup membuatnya menjadi man of the match dalam pertandingan itu.

Selain Locatelli Italia juga memiliki penyerang haus gol, Immobile yang saat ini telah memberikan kontribusi dua gol di laga melawan Turki dan Swiss. Pemain yang saat ini membela Lazio termasuk deretan striker yang disegani lawan di Serie A karena ketajamannya yang membuat dirinya tiga kali masuk dalam daftar top skor Serie A.

Tampaknya, catatan apik yang ditorehkan Italia di pentas Euro 2020 membuat Gli Azzuri akan melangkah jauh di turnamen akbar empat tahunan ini. Dengan pemain yang dimiliki dan performa impresif yang diberikan setiap pemain juga akan memberikan dampak besar terhadap langkah Italia kali ini. Namun sang pelatih, Mancini harus waspada ketika bertemu Austria di babak 16 besar, bukan tidak mungkin Austria menjadi kuda hitam yang akan memutuskan asa timnya untuk melangkah lebih jauh. Apalagi Italia punya sejarah suram di babak 16 besar ketika mereka dikalahkan tim kuda hitam Korea Selatan 2-1 di Piala Dunia 2002.

VIDEO PILIHAN