Mohon tunggu...
Ahmad Suhada
Ahmad Suhada Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Gabut² Baca

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Asah Kemampuan Berpikir Anak Mulai dari Dini

30 November 2022   21:57 Diperbarui: 30 November 2022   22:14 107
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Teori perkembangan kognitif Jean Piaget atau teori Piaget menunjukkan bahwa kecerdasan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kognitif seorang anak bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi anak juga harus mengembangkan atau membangun mentalnya (Jarvis, M., 2000). perkembangan kognitif yang optimal tentunya sangat dinginkan oleh seorang ibu.

Dalam belajar berbagai hal terutama yang menyangkut suatu informasi kemampuan kognitif sangat diperlukan oleh anak, bahkan disaat ia masuk sekolah nanti. Kemampuan kognitif bukan hanya sekedar mempelajari informasi, lebih dari itu kemampuan kognitif adalah kemampuan yang digunakan dalam memikirkan informasi, memprosesnya, membicarakannya, dan menerapkan informasi tersebut dengan informasi lain yang sebelumnya sudah diperoleh anak. 

Penggunaan kemampuan kognitif juga berupa  pemahaman mereka terhadap hubungan antara ide-ide, pemahaman proses sebab-akibat, dan peningkatan analisis mereka. Jadi, peningkatan kemampuan kognitif sangat diperlukan, karena hal tersebut dapat bermanfaat bagi anak baik pada saat di dalam kelas ataupun diluar kelas. Lantas, apa saja yang harus dilakukan ibu untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak? Berikut beberapa tipsnya :

1. Membaca buku
Membiasakan anak untuk membaca buku dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak. Karena dengannya, keterampilan berpikir dan penalaran mereka menjadi terlatih dengan pemecahan masalah yang ada di dalam buku.

2. Mendengarkan atau bermain musik
Salah satu cara lainnya adalah dengan mendengarkan atau bermain alat musik. Bermain alat musik dapat menjadi perangsang emosional anak dalam mengembangkan koordinasi dan imajinasi mereka.

3. Bermain berbagai permainan
Permainan yang dimaksud adalah permainan yang dapat melatih mereka dalam pemecahan masalah, mengasah kreativitas, dan pengambilan keputusan. Contohnya seperti permainan teka-teki atau puzzle.

4. Membuat karya seni dan kerajinan
Peningkatan kognitif berikutnya adalah mengajak anak membuat karya seni dan kerajinan.  Karena dengan cara ini kreativitas anak menjadi terlatih. Tak hanya itu, rasa tanggung jawab juga akan terlatih karena mereka diharuskan untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka perbuat.

5. Meminta anak untuk menyebut warna dan bentuk
Pada saat anak berusia 1-2 tahun, hal ini dapat mulai diterapkan. Caranya adalah mengenalkan berbagai warna dan bentuk, lalu kita minta ia untuk menyebutkannya satu persatu sesuai dengan apa yang sudah kita perkenalkan sebelumnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun