Mohon tunggu...
ahmad rasikh
ahmad rasikh Mohon Tunggu... menulis adalah dorongan pikiran dan hati yang hasilnya abadi sepanjang masa

pelayan masyarakat ini bermukim di Rappocini, bantabantaeng, Makassar

Selanjutnya

Tutup

Bola

Sang Virus Covid-19 Mengganggu Keperkasaan Raksasa El Barca Catalan

26 Maret 2020   18:00 Diperbarui: 26 Maret 2020   18:13 26 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sang Virus Covid-19 Mengganggu Keperkasaan Raksasa El Barca Catalan
Ilustrasi (Sumber: TibunNews)

Kompetisi Sepak Bola Eropa selama medio Februari ini betul-betul mengalami keterpurukan, La Liga yang merupakan standar kompetisi Eropa yang mempunyai kelas tersendiri  tidak bisa menahan gempuran dan teror Covid 19, tidak hanya para peman yang diancaman Klub Top Three Spanyol itu tetapi sector finansilnya  juga jadi sasaran

Berhentinya kompetisi Domestik dan bahkan di Liga Champion sejak awal Maret membuat klub tersebut menyusun rencana atau langkah untuk tetap survive karena sumber pendapatan yang didapatkan selain dari tiket pembelian penonoton juga sponsor dan hak siar terhenti, hingga akhirnya petinggi klub memutuskan mengambil beberapa keputusan untuk menyelamatkan klub dari keterpurukan salah satu opsi keputusan yang akhirnya disetujui oleh para atlit yaitu memangkas gaji para pemain profesionanlnya sebesar 70%, klub Barcelona mempunyai atlet professional dari Cabang Olah Raga Sepak Bola, Bola Basket, Bola Tangan, Hokkey dan Futbol.

Ini adalah salah  satu opsi yang diambil oleh petinggi klub dari beberapa langkah yang kemungkinan dilaksanakan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) staf dan official untuk sementara mengurangi beban operasial klub.

Mega bintang Elbarca Lionel Messi, dan Gerald Piqoe yang mempunyai gaji yang cukup fantastis bersedia membantu klub, demikian pula atlit dari cabang olah raga lain sudah sepakat dengan opsi yang diambil oleh klub demi menyelamat Klub Catalan yang bermarkas di Nou Camp ini dari keterpurukan sementara opsi yang mungkin dilakukan untuk menyeimbangkan neraca keuangan Klub adalah melego sebagian pemain yang dinilai kurang produktif dan untuk memberi kesempatan talenta muda akademi La masia berkembang dengan status pinjaman pada klub lainnya, sehingga nantinya jika sang atlit sudah mampu beradaptasi dengan pola permainan di la liga maka akan di kembali ke klub asalnya sebagai asset yang berharga bagi Klub

Belajar dari hal di atas ini tidak menutup kemungkinan terjadi di Indonesia karena iklim kompetisi sepak bola di setiap Negara hampir seragam yang membedakan hanya manajemen atau tata kelolah para pengurus atau federasi olah raga tersebut sehingga iklim kompetisi dapat dinilai berhasil atau tidak menghadapi tantangan dan hambatan seperti yang terjadi saat ini.

VIDEO PILIHAN