Mohon tunggu...
Ahmad Syaihu
Ahmad Syaihu Mohon Tunggu... Guru - guru penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

suka membaca, menulis dan berbagi kebaikan lewat tulisan

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Aturan KPU Harus Jelas dan Tak Ada Pasal Karet

29 November 2023   05:42 Diperbarui: 29 November 2023   05:47 110
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tahapan Pemilu 2024 (kpu.RI)

Aturan Pemilu dari  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Harus Bermartab dan Adil untuk Semua // Ahmad Syaihu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sering kali merilis aturan baru yang mengatur proses pemilu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi, keadilan, dan efisiensi dalam setiap tahap pemilihan. Beberapa aspek penting dalam aturan pemilu terbaru KPU adalah:

1. Regulasi Pencalonan dan Syarat Kandidat

Aturan pemilu seringkali mengatur syarat dan prosedur pencalonan yang diatur dengan lebih ketat. Ini termasuk kriteria kepemilikan, pendidikan, rekam jejak, dan legalitas lainnya untuk menjadi seorang calon.

2. Sistem Pemungutan Suara dan Perhitungan

Perubahan aturan dalam proses pemungutan suara dan perhitungan hasil dapat mempengaruhi transparansi dan keadilan. Dari penggunaan teknologi baru hingga perubahan dalam sistem penghitungan suara, semuanya menciptakan dampak signifikan pada hasil akhir pemilihan.

3. Pelaksanaan dan Pengawasan Pemilihan

KPU mengeluarkan aturan yang berfokus pada proses pelaksanaan pemilihan, termasuk pengaturan lokasi tempat pemungutan suara (TPS), pengawasan suara, hingga penanganan masalah dan keluhan selama hari pemilihan.

4. Kampanye dan Pembatasan Propaganda

Peraturan terkait kampanye dan pembatasan propaganda sangat mempengaruhi cara politisi mempromosikan diri. Pengaturan ini membahas masalah waktu, tempat, dan cara kampanye yang bisa dilakukan oleh setiap kandidat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun