Mohon tunggu...
Ahmad Aunullah
Ahmad Aunullah Mohon Tunggu... Pelaku Wisata

Pelaku wisata yang tidak suka berada indoor terlalu lama. Berkantor di Lombok, bertempat tinggal kebanyakaan di laut.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Alutsista dalam Konteks Pertahanan Negara

11 Mei 2021   08:02 Diperbarui: 11 Mei 2021   09:26 110 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Alutsista dalam Konteks Pertahanan Negara
Photo: Pixabay.com


Ahli perang dari negeri Cina  Sun Tzu pernah berkata dalam tulisannya  pada kamus Art of War,  bahwa The opportunity to secure ourselves against defeat lies in our own hands, but the opportunity of defeating the enemy is provided by the enemy himself.

Makna dari ungkapan tersebut bahwa untuk kita mempertahankan diri dari kekalahan tergantung pada kekuatan kita sendiri,  akan tetapi  kesempatan untuk dapat mengalahkan lawan terletak pada lawan itu sendiri.

Kekuatan militer tidak hanya akan menjadi tolak ukur kemampuan sebuah negara dalam menguasai pertahanan lawan namun juga sebagai cara untuk mempertankankan diri dari segala serangan.

Kekuatan militer sebuah negara tidak hanya bergantung dengan jumlah dan keahlian personilnya saja namun juga dari Alat Utama Sistem Senjata  yang dimiliki.

Pembangunan kekuatan militer atau military build- up biasanya di trigger oleh peningkatan ancaman yang terjadi sehingga sebuah negara dapat mengantisipasinya apabila ancaman tersebut berkembang menjadi penyerangan.

Dan menurut sejarahnya, hampir semua peperangan dimulai dari serangan udara dan kemudian laut dan akhirnya darat sebagai tanda penguasaan wilayah secara keseluruhan atau kemenangan dari negara yang melakukan penyerangan.

Sehingga bila kita berada pada posisi yang diserang maka kekuatan udara perlu disiapkan awal untuk menangkal serangan lawan untuk menguasai wilayah keseluruhan.

Mengapa udara dan laut yang utama ?

Seorang Jendral Bintang Lima pada Angkatan Darat Inggris bernama  Bernard Law Montgomery atau yang akrab disapa dengan  'Monty' serta The Spartan General (Jendral yang tanpa menyerah), pernah berkata saat me reka melihat kekuatan udara Jerman bahwa If we lose the war in the air, we lose the war and we lose it quickly, jika kita kalah dalam peperangan di udara maka kita akan kalah dalam perang dalam waktu yang singkat.

Menguasai udara juga berarti menguasai lautan yang ada dibawahnya sehingga ada istilah yang menjadi tolak ukur sebuah negara dalam peperangan yaitu supremasi udara dan superioritas udara.

Bagi negara yang diserang akan sangat membutuhkan sebuah operasi militer tanpa gangguan, disinilah pentingnya sebuah superioritas udara karena tanpa mengungguli wilayah udaranya maka lawan akan mudahnya masuk dan menggempur semua instalasi penting lainnya didarat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN