Agustinus Wahyono
Agustinus Wahyono Penganggur

Warga Balikpapan, Kaltim, tapi bukan siapa-siapa sejak menjadi "Taruna" (29 Maret 2018). Tidak tertarik pada uang dari K-rewards, meski dia masih tergolong dalam kaum melarat (https://www.kompasiana.com/agustinuswahyono/5bd813cbaeebe115571e1586/konsistenitas-dalam-titik-terendah-dari-sebuah-keterbatasan). Bukunya: kumpulan cerpen "Gadis yang Mengendarai Ombak" dan "Aku Ingin Menjadi Malam" (http://guepedia.com/penulis/agustinus-wahyono/).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Om Neo Berjenis Karikatur, Kartun Opini ataukah Kartun Editorial?

11 Oktober 2018   17:52 Diperbarui: 12 Oktober 2018   08:05 891 3 0
Om Neo Berjenis Karikatur, Kartun Opini ataukah Kartun Editorial?
VN Edisi Minggu, 16 September 2018

Karikatur merupakan salah satu nama rubrik di harian Victory News (VN)--sebuah media massa-cetak bersemboyan "Jujur & Cerdas" di NTT. Tokohnya bernama "Om Neo", yang diciptakan oleh Nelson Riberu--alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Keunikan rubrik "Karikatur" yang muncul pada edisi Minggu itu adalah, pertama, keleluasaannya tampil dalam satu lembar (halaman). Biasanya berada di halaman 12.

Keunikan kedua, Om Neo bisa tampil dengan topik yang berbeda-beda. Biasanya empat topik.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Sekilas tentang Karikatur Om Neo

Om Neo tampil dengan karakter khas NTT, khususnya Kupang. Karakter fisik berupa wajah dengan bentuk rambut dan lekuk hidung. Karakter non-fisik berupa bahasa dalam balon kata.

Kata "neo" pada Om Neo, sekilas, seperti "baru" atau "moderen" dalam bahasa Yunani, misalnya pada istilah "Neokolonialisme", "Neokapitalisme", dan lain-lain. Atau bermakna, misalnya menikmati misteri hidup, tidak mudah dibodohi, terbuka pada kesempatan.

Dalam pergaulan orang NTT, khususnya Kupang, "neo" bisa berarti "ya, sudah", "silakan", atau "terserah".

Salah satu contoh kemunculan Om Neo dapat dilihat pada VN edisi Minggu, 16 September 2018, di hlm.12.

Topik pertama, "Membersihkan ASN". Judul topik sama dengan judul kolom Editorial pada edisi satu hari sebelumnya (hlm.4, Sabtu, 15/9).

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Di samping itu, terkait dengan dengan berita "ASN Koruptor di NTT Pasti Dipecat" (hlm. 1/muka), dimana Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VDL) mengapresiasi langkah Mendagri Tjahjo Kumolo soal pemecatan Aparatur Sipil Negara (ASN) koruptor yang masih aktif, dan menerima gaji dari negara. Sebelumnya (14/9) VN menyiarkan berita "NTT Masuk Lima Besar ASN Korup Indonesia" (hlm. 1/muka).

Topik kedua, "Imigran dan Perdagangan Manusia". Judulnya sama dengan tulisan di kolom Editorial pada dua hari sebelumnya (hlm. 4, Jumat, 14/9).

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Di samping itu, juga terkait dengan berita "Imigran bakal Direlokasi ke Pulau Ndana" pada edisi dua hari sebelumnya (Jumat, 14/9), dimana sebagian beritanya menyiarkan Gubernur VBL langsung merespons keberadaan ratusan imigran ilegal di Kota Kupang yang selalu dikeluhkan masyarakat karena membawa dampak negatif selama bertahun-tahun. Sebelumnya lagi (13/9) VN menyiarkan berita utama berjudul "Butuh Ketegasan Gubernur Atasi Dampak Sosial Migran". 

Topik ketiga, "Proyek-proyekan". Judulnya sama dengan tulisan di kolom Editorial pada lima hari sebelumnya (hlm. 4, Selasa, 11/9).

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Pada edisi Selasa (11/9) berita utamanya berjudul "Dinas PU-PR Kerja Sendiri Proyek Ikan Foti". Kemudian pada Sabtu (15/9) muncul lagi di halaman muka dengan berita "Dinas PU Berulang Kali Kerja Proyek Swakelola".

Topik keempat, "Tantangan Membangun Motivasi Membaca". 

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Berbeda dengan tiga topik tadi, pada topik keempat ini tidak ada adalam judul kolom Editorial sebelumnya ataupun terkait dengan sebuah berita utama di halaman muka. Mungkin terkait dengan dua tulisan dalam rubrik Trend (hlm. 15), yaitu "Antara Pencitraan, Nyinyiran, dan Stimulasi Anak", dan "Candu Medsos Lebih Buruk dari Alkohol dan Rokok".

Nah, di situlah menariknya Om Neo sekaligus rubrik "Karikatur" yang, barangkali, tidak ada di harian-harian daerah lain ataupun harian nasional. Sekali lagi, keunikan itu adalah tampil leluasa-seutuhnya dalam satu lembar, dan berisi empat topik yang berbeda.

Karikatur

Mungkin, bagi sebagian orang, penamaan rubrik (Karikatur) itu wajar-wajar saja karena menganggap Om Neo berjenis karikatur  Atau, mau jenisnya karikatur atau rubriknya "Karikatur", yang penting gambarnya lucu. Begitu, ya?

Mungkin juga sebagian orang menganggap, karikatur adalah kartun opini, dan kartun opini adalah karikatur. Benarkah anggapan itu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3