Mohon tunggu...
agus siswanto
agus siswanto Mohon Tunggu... Guru - tak mungkin berlabuh jika dayung tak terkayuh.

Guru Sejarah di SMAN 5 Magelang.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

O, Ini to yang Dimaui STY!

20 September 2022   08:40 Diperbarui: 20 September 2022   08:44 351 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Marcelino sang pembeda dalam timnas U-20 saat melawan Vietnam. (sumber: cnnindonesia)

Publik sepak bola tanah air kali ini mampu menunjukkan senyum lebarnya. Jika pada bulan lalu timnas U-16 asuhan Bima Sakti mampu memberikan gelar juara AFF, kini giliran timnas U-20. Dalam babak kualifikasi Piala Asia 2023 U-20, mereka berhasil tampil maksimal sekaligus menggenggam tiket babak final di Uzbekistan tahun depan.

Senyum lega yang lain apalagi kalau bukan kemenangan yang kita raih atas The Golden Star, Vietnam. Diakui atau tidak, Vietnam selalu menjadi batu sandungan prestasi sepak bola kita di Asia Tenggara. Pertemuan dengan Vietnam selalu menghadirkan laga penuh muatan emosional, baik antar pemain, pelatih, bahkan penonton. Namun dalam 2 bulan berurutan ini, kita mampu mengalahkan mereka.

Satu catatan kecil pasca kemenangan Garuda Nusantara atas Vietnam dalam kualifikasi Piala Asia 2023 U-20 terungkap pasca pertandingan. Rupanya catatan kecil inilah menjadi faktor penentu kemenangan Garuda Nusantara atas Vietnam, dan diakui atau tidak ini adalah kecerdasan dan kecerdikan STY selaku pelatih.

Secara sederhana, ternyata STY melakukan 2 misi dalam pertandingan tersebut. Kedua misi ini pun dibebankan pada para pemainnya di lapangan, di mana tugas antara kedua bagian ini berbeda. Maka tidak heran jika starting line up yang dimunculkan STY tampak aneh. Terutama dengan keberadaan Marcelino yang seharusnya tampil sejak awal laga.

Skenario ini terlihat saat babak kedua berlangsung. Seperti kita ketahui bersama, 5 gol dalam laga tersebut semua terjadi di babak kedua. Tiga gol bersarang ke gawang Vietnam dan dua gol bersarang ke gawang anak-anak Garuda Nusantara. Kehadiran Marcelino, Berri, Nico, dan Rabbani harus diakui mampu mengubah suasana.

Lalu timbul pertanyaan, apakah kemenangan Garuda Nusantara hanya karena empat pemain tersebut. Jawabannya jelas tidak. Para pemain yang digantikan oleh empat pemain tersebut, ternyata mempunyai misi lain pada babak pertama. Misi mereka adalah mengacak-acak barisan pertahanan Vietnam sekaligus membuat mereka kelelahan menghadapi serangan anak-anak Garuda Nusantara.

Upaya membuat para pemain Vietnam lelah jelas terlihat sejak wasit meniupkan peluit pertanda pertandingan dimulai. Garis pertahanan tinggi dan agresivitas anak-anak Garuda Nusantara menjadi bukti. Serangan bergelombang yang mereka lakukan, membuat para pemain Vietnam kalang kabut. Vietnam sendiri bukannya tidak menyadari. Sejak awal mereka memasang garis pertahanan rendah, dan bek-bek mereka tetap disiplin di garis pertahanan. Andalan mereka hanya serangan balik saja dengan mengandalkan kecepatan para gelandang dan pemain depan.

Babak pertama meski banyak peluang anak-anak Garuda Nusantara berakhir dengan tanpa gol. Namun perubahan drastis terjadi saat STY memasukkan beberapa pemain pengganti. Sontak barisan pertahanan Vietnam yang sudah lelah, semakin bertambah sibuk. Tusukan para pemain lama ditambah empat tenaga baru dengan kualitas luar biasa, membuat mereka keteteran. Sehingga 2 dari 3 gol di babak kedua merupakan hasil kerja para pemain pengganti tersebut, Marcelino, Nico, dan Rabbani.

Strategi permainan yang diterapkan STY tentu saja bukannya tanpa perhitungan. Permainan cepat yang dilakukan sejak awal laga, membutuhkan stamina yang prima. Dalam kenyataannya hingga peluit wasit berakhir, anak-anak Garuda Nusantara masih konsisten dengan irama permainan itu. Hal ini menunjukkan apa yang dilakukan STY sudah pada jalurnya. Selain itu mental bertanding mereka pun terbukti telah terasah. Mereka mampu melakukan come back dengan indah.

Namun meskipun demikian, rasanya belum waktunya untuk berpuas diri. Dua agenda besar telah menanti mereka, final Piala Asia 2023 dan Kejuaran Dunia U-20. PR besar STY adalah membenahi beberapa sisi yang belum optimal, terutama pada transisi permainan. Dua gol ke gawang anak-anak Garuda Nusantara sepenuhnya karena kesalahan para pemain belakang yang telat turun karena keasyikan menyerang.

Bravo Garuda Nusantara!

Lembah Tidar, 20 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan