Mohon tunggu...
agus siswanto
agus siswanto Mohon Tunggu... Guru - tak mungkin berlabuh jika dayung tak terkayuh.

Guru Sejarah yang mencoba untuk menulis.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Praveen/ Melati Memang Tidak Ingin Menang

3 Desember 2021   18:58 Diperbarui: 3 Desember 2021   19:03 121 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
sumber: bolasport.com

Maaf, jika kesimpulan ini yang harus saya ambil. Jujur, ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan akan penampilan keduanya pada laga sore tadi. Mereka dikalahkan 2 gim langsung oleh pasangan Hong Kong, Tang Chu Man/ Tse Ying Suet. Dan ungkapan ini pun merupakan akumulasi kekecewaan yang telah menumpuk atas keduanya.

Gelagat kekalahan ini sudah mulai nampak saat gim pertama dimulai. Dengan cepat pasangan Hong Kong ini meninggalkan Praveen/ Melati dengan skor 6 -- 1. Dan ngerinya, poin-poin tersebut didapat atas kesalahan yang dibuat Praveen/ Melati sendiri. Sehingga ujung-ujungnya, mereka menyerah pada skor 21 -- 11.

Pada gim kedua, sebenarnya sudah ada sedikit perbaikan. Terbukti Praveen/ Melati hanya tertinggal 2 angka pada interval gim. Namun lagi-lagi kesalahan sendiri yang membuat pasangan Hong Kong ini melesat semakin jauh. Dan gim kedua ditutup dengan skor 21 -- 15 untuk pasangan Hong Kong. Otomatis Praveen/ Melati sudah tertutup sama sekali kesempatan untuk tampil di babak semifinal BWF World Tours Final 2021.

Sebenarnya saat laga hari pertama digelar, harapan saya sebagai penggemar sejati bulu tangkis sempat melambung. Dalam pikiran saya sebagai orang biasa, seharusnya keduanya menjadikan ajang ini sebagai pembuktian atas berbagai tudingan miring pada mereka. Jawabannya sepele, cukup dengan meraih gelar, selesai sudah permasalahan.

Ternyata harapan ini cukup bersambut. Meskipun kalah dari musuh bebuyutannya, Dechapol/ Sapsire, harapan itu masih ada. Apalagi kekalahan terjadi setelah rubber game. Artinya ada perlawanan dari keduanya.

Saat laga kedua mereka jalani, harapan ini semakin nyata. Praveen/ Melati dengan gemilang mampu menundukkan ganda campuran Inggris, Marcus Ellis/ Lauren Smith. Skor yang didapat pun sangat meyakinkan. Dalam dua gim langsung, Praveeen/ Melati mengubur peluang pasangan Inggris tersebut, 21 -- 16, 21 -- 13.

Kemenangan ini otomatis membuka peluang bagi Praveen/ Melati. Satu langkah lagi, mereka dapat menapak babak semifinal. Kemenangan atas pasangan Hong Kong menjadi harga mati. Apalagi sehari sebelumnya pasangan Hong Kong ini harus matia-matian menghadapi Dechapol/ Sapsire dalam 3 gim yang alot.

Namun harapan tinggal harapan. Saat laga berlangsung, terkesan mereka kurang ngotot dalam penampilannya. Hal yang selalu terjadi adalah masalah komunikasi. Keduanya tak ubahnya pasangan kekasih yang sedang diam-diaman. Kalaupun ada komunikasi, nampak kaku.

Hal kedua yang sangat parah adalah segi kengototan mereka. Beberapa kali keduanya nampak setengah hati dalam mengambil bola-bola lawan. Maka akibatnya dapat diduga. Justru lawan menikmati poin dari kesalahan Praveen/ Melati. Parahnya, ekspresi keduanya tampak begitu datar. Tak nampak rasa kecewa, bersalah atau yang lainnya.

Melihat situasi semacam ini, maka tak heran jika sang pelatih pun bersuara keras beberapa waktu yang lalu. Namun ternyata, suara keras tersebut tidak nampak pengaruhnya. Demikian pula apa yang dikatakan komentator di televisi yang menyoroti kurangnya daya juang mereka. Kalah sih boleh-boleh saja. Dengan catatan ada perjuangan di dalamnya. Hal ini nampak dari penampilan Greysia/ Apriyani atau pun Pramudya/ Jeremias yang harus mati-matian menghadapi musuh-musuh yang selevel di atasnya.

Nah, kalau terus begini yah satu-satunya solusi adalah pecah kongsi, titik.

Lembah Tidar, 3 Desember 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bulutangkis Selengkapnya
Lihat Bulutangkis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan