Mohon tunggu...
Agus Netral
Agus Netral Mohon Tunggu... Kemajuan berasal dari ide dan gagasan

Peneliti pada YP2SD - NTB. Menulis isu kependudukan, kemiskinan, pengangguran, pariwisata dan budaya. Menyelesaikan studi di Fak. Ekonomi, Study Pembangunan Uni. Mataram HP; 081 918 401 900 https://www.kompasiana.com/agusnetral6407

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Permasalahan dan Upaya Revitalisasi Posyandu di NTB

20 Februari 2020   13:56 Diperbarui: 20 Februari 2020   16:30 81 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Permasalahan dan Upaya Revitalisasi Posyandu di NTB
Lokasi Posyandu Lestari 2 yang ada di wilayah Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa, Timur. (KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM)

Revitalisasi Posyandu di provinsi NTB belakangan terus disuarakan di berbagai forum oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Sepertinya itu sudah menjadi penugasan kepada Ibu Wagub dalam pembagian tugas bersama Gubernur NTB, sehingga beliau selalu yang menyuarakannya.

Adapun seperti diketahui dasar dari kegiatan itu adalah mengacu pada visi yang diusung yaitu NTB Gemilang yang salah satu Misinya adalah mewujudkan NTB Sehat dan Cerdas, dan itu telah dituangkan dalam RPJMD NTB periode 2019-2023.

Kebijakan Revitalisasi Posyandu itu tentu saja patut disambut dan diberikan apresiasi sebagai sebuah kebijakan dan terobosan penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup keluarga di NTB yang dimulai dari tingkat Dusun.

Akan tetapi kebijakan itu harus dilihat juga sebagai ikhtiar untuk terus meningkatkan kualitas dari Posyandu dan bukan menihilkan proses dan hasil dari aktifitas Posyandu yang selama ini dilaksanakan.

Adapun selama ini Posyandu sudah memberikan kontribusi besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di NTB dan secara nasional. Dengan dua tujuan penting dari Posyandu sesuai dengan maksud pendiriannya yaitu untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB), sejauh ini tujuan yang ingin dicapai itu sudah menunjukkan keberhasilan.

Data SDKI tahun 1990 memperlihatkan AKI melahirkan berada pada posisi 390 per 100 ribu kelahiran, dan pada tahun 2017 menurun menjadi 305 per 100 ribu kelahiran.

Demikian juga dengan AKB, tahun 1990 jumlahnya masih 71 per 1000 kelahiran hidup tetapi tahun 2017 sudah jauh menurun menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup mengacu pada data hasil SDKI 2017.

Walaupun untuk AKI masih menunjukkan angka yang masih tinggi dan penurunan yang relatip lambat, tetapi intervensi melalui pemberian imunisasi dan pemeriksaan intensif kepada ibu hamil di Posyandu selama ini, jelas telah menunjukkan hasilnya.

Bahkan bisa dibayangkan seandainya kegiatan atau layanan Posyandu tidak ada bagaimana ramainya layanan di Puskesmas. Barangkali ibu-ibu hamil akan seperti orang Demo setiap hari, saking banyaknya. Demikian pula dengan pemberian imunisasi kepada bayi dan balita.

Dengan demikian melihat perkembangan dan eksistensi dari Posyandu itu, maka upaya Revitalisasi Posyandu, yang dimaksudkan oleh Pemda NTB jelas adalah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan dari Posyandu serta kinerjanya dalam pemberian pelayanan kepada sasaran serta memperluas cakupan pelayanan dan jenis layanannya.

Hal itu sebagaimana yang sudah dikemukakan oleh Ibu Wagub di berbagai kesempatan bahwa Posyandu itu diarahkan agar bisa menjadi forum peningkatan pengetahuan masyarakat, baik masalah kesehatan, lingkungan, termasuk mitigasi bencana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x