Mohon tunggu...
Agus Mawan
Agus Mawan Mohon Tunggu... -

Jurnalis di Sulselekspres.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pelecehan Seksual oleh Dosen Juga Terjadi di Makassar

24 November 2018   22:22 Diperbarui: 25 November 2018   06:02 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Reaksi beragam dari teman cowok sekelasnya pun berdatangan. Mereka merasa tersudutkan atas ocehan mereka. Oleh temannya, Virgi dan tiga korban lainnya dinilai lemah karena tak sempat melawan prilaku mesum dosennya.

"Di kelasku saja, temanku yang cowok-cowok yang seharusnya membela, malah na-salahkan ki begitu, kenapako ndak melawan? Itukan salah satu kayak menyudutkan, sedangkan kita ini korban," katanya.

Sikap Kampus Virgi

sulselekspres
sulselekspres
Pada awal Maret 2018, Komnas Perempuan menerbitkan Lembar Fakta Catatan Tahunan. Dalam laporan tersebut, sebanyak 3.528 kasus pelecehan terjadi di Rana Publik atau Komunitas, termasuk di Intansi Pendidikan.

Tiga jenis kekerasan yang paling banyak pada kekerasan seksual di ranah komunitas adalah pencabulan, yang mencapai 911 kasus. Sementara disusul dengan pelecehan seksual sebanyak 708 kasus, dan kasus pemerkosaan yang berhenti di angka 669.

Kasus Virgi dan tiga temannya, tak sempat masuk dalam daftar yang dirilis Komnas Perempuan. Kasusnya terhenti di tahap mediasi secara kekeluargaan oleh pihak jurusannya.

Walau pihak jurusan sempat menawarkan kasus ini ditangani di rana Komisi Disiplin (Komdis) kampusnya, namun bagi Virgi hal itu tidak mungkin dilakukan. Sebab nama baik kampus dan jati diri para korban menjadi taruhan.

"Kalau kemarin sampai Komdis, (dosen) itu bisa dipecat karena kenna indisiplioner. Cuman berefek ke namanya kampus," kata Virgi, "Dan Kajur bilang, itu dosen sudah minta maaf dan mengakui-mi bahwa dia salah, dan kalau kamu lanjutkan ini ke Komdis, pertama nama kampus juga toh, terus nama kalian juga tersebar luas."

Kendati, melalui kasus mereka, 2 korban baru terkuak. Namun, Virgi menilai penyelesaian dengan cara tersebut, tak dapat menjamin kasus serupa tak terulang kembali ke depannya.

Sampai saat Virgi menyelesaikan studinya, Dosen tersebut masih aktif mengajar, bahkan Virgi sempat bertatapan muka kembali di kelas perkuliahan, sebelum akhirnya Virgi dan temannya benar-benar meninggalkan dosen berikut kampusnya.

"Karena memang tidak ada-mi yang bisa gantikan itu dosen. Itu lagi kesusahanmi dosen untuk atur ulang jadwal dan hanya dia yang ahli di mata kuliah itu." katanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun