Agus Oloan
Agus Oloan Penulis Lepas di Kompasiana

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Dana Desa demi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

7 November 2018   09:10 Diperbarui: 7 November 2018   11:05 747 4 5
Dana Desa demi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa
Sumber: Tribun Jogja - Tribunnews.com

Beruntung, sangat beruntung ketika seluruh pelosok tanah air Indonesia dianugerahi program besar bernama dana desa. Ya, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintah secara resmi menggelontorkan dana untuk pembangunan dari Desa. 

Dana desa sendiri tujuannya sangat mulia, dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, diperuntukkan bagi Desa dan Desa Adat, ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota, digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan.

Sejak pertama sekali digulirkan tahun 2015 dengan tujuan untuk pemerataan pembangunan, baik itu pembangunan fisik maupun sumber daya manusia Indonesia seutuhnya, maka dana desa digelontorkan sebanyak 20,76 triliun rupiah. 

Jelas bahwa pemerintah ingin mewujudkan kesejahteraan di desa sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial antara di kota dengan di pedesaan. Polemik sejak dulu adalah meningkatnya urbanisasi, di mana pemuda-pemudi desa berangkat ke kota untuk mencari pekerjaan, karena di desa pilihan untuk bekerja sangat sedikit, dikarenakan di desa tidak ada inovasi pilihan, kecuali menjadi petani atau pekerja serabutan.

Kucuran Dana Desa Bangkitkan Semangat Desa Menghasilkan Produk Unggulan Mereka. Beras Merah Dari Desa Tamba, Selama ini Kurang Terkenal Karena Infrastruktur Yang Rusak. Kini, Semua Bisa Menikmati Manfaat Beras Merah Kaya Gizi. Sumber. Dokpri
Kucuran Dana Desa Bangkitkan Semangat Desa Menghasilkan Produk Unggulan Mereka. Beras Merah Dari Desa Tamba, Selama ini Kurang Terkenal Karena Infrastruktur Yang Rusak. Kini, Semua Bisa Menikmati Manfaat Beras Merah Kaya Gizi. Sumber. Dokpri
Oleh karena itu, dana desa sangat besar peranannya dalam upaya pemerintah memberdayakan desa sebagai basis pembangunan nasional. Selama ini kita lihat jalan raya sebagai urat nadi, penghubung antara desa ke kota, banyak yang rusak dan tidak terhubung dengan baik, sehingga transportasi untuk mengangkut hasil bumi dari desa ke kota tidak tersalurkan dengan baik, butuh waktu yang lama untuk sampai ke kota, sehingga pemerintah menggairahkan geliat ekonomi dengan pembangunan infrastruktur lewat Dana Desa.

Dana desa tersebut digunakan untuk membangun jalan-jalan, meningkatkan perekonomian dengan memberikan perhatian lebih kepada petani-petani untuk meningkatkan hasil produksinya, pemberian sertifikat tanah gratis kepada petani-petani pelosok tanah air, sehingga bisa mendapatkan bantuan modal untuk meningkatkan usaha tani mereka sehingga petani di tanah air semakin sejahtera.

Saya sebagai warga negara Indonesia sangat merasakan dampak positif dari dana desa tersebut. Dampak yang saya rasakan sangat banyak, di antaranya:

Pertama, jalan desa yang mulus dan lancar. Selama ini di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Utara, persoalan jalan lintas maupun jalan-jalan yang menghubungkan antara kecamatan yang satu dengan lainnya tidak terhubung dengan baik. Rata-rata jalan tersebut rusak dan sangat susah untuk dilalui. 

Contoh kecil, jalan dari Medan menuju Pangururan, dari Pangururan ke desa-desa sekitarnya sangat rusak dan susah dilalui. Namun, sekarang berkat dana desa, jalan-jalan di sekitar desa di Danau Toba sudah dicor dengan bagus, sehingga para petani mampu menyalurkan hasil produksinya keluar dari desa tersebut.

Produksi padi misalnya, di desa mertua saya adalah penghasil padi terbaik di negeri ini. kampung bernama Huta Tamba ini penghasil padi. 

Tetapi karena rusaknya jalan ke kampung tersebut, ditambah lagi kurangnya modal, subsidi, bantuan baik itu dari Pemda maupun Pemerintah kota? Maka petani hanya bisa memanen dua kali dalam setahun. Namun sekarang? Berkat dana desa, padi yang sudah digiling tersebut dapat dinikmati sampai ke daerah lain yang jangkauannya cukup luas.

Beras Merah ini Kini Bisa Lebih Cepat, Lebih Banyak Sampai Ke Kota Karena Jalan Sudah Bagus dan Mulus, Yang Minat Beras Merah Bisa Hubungi Kita. Gambar Dokpri
Beras Merah ini Kini Bisa Lebih Cepat, Lebih Banyak Sampai Ke Kota Karena Jalan Sudah Bagus dan Mulus, Yang Minat Beras Merah Bisa Hubungi Kita. Gambar Dokpri
Berkat pembangunan jalan beraspal dan dicor, bantuan pupuk, bantuan modal? Maka produksi padi meningkat! Petani bisa memanen hingga tiga kali dalam setahun. Lalu beras merah tersebut bisa dinikmati hingga ke Medan, Saribu Dolok, Simalungun, hingga daerah lain, karena kami bisa menjadi reseller dari beras merah unggulan tersebut.

Beras merah ternyata sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, karena selain untuk menjaga kesehatan, kandungan gizinya lebih tinggi dari beras putih, mengurangi kadar gula darah, mengurangi kolesterol, kaya serat, dan sangat baik untuk kesehatan tulang. 

Menurut saya beras merahnya juga kualitas nomor satu karena rasanya enak di mulut, tidak kenyal, dan inilah bentuk inovasi pertanian yang diharapkan berkat dana desa tersebut.

Dana desa Selain Sejahterakan, Harus Lahirkan Inovasi

Program dana desa sudah berjalan kurang lebih 3 tahun, apa yang diharapkan dan apakah harapan itu sudah terwujud? Harapannya tentunya dana desa tersebut selain mampu mensejahterakan warga desa, tentunya juga mampu melahirkan inovasi yang dapat melahirkan ladang penghasilan bagi desa. 

Ada contoh di mana seorang kepala desa di Cisayong, Tasikmalaya, yang membangun lapangan sepakbola bertaraf Internasional. 

Apa keuntungan dari membangun stadion bertaraf Internasional di desa? Ternyata inovasi itu memberikan keuntungan bagi desa tersebut kenapa? Karena stadion tersebut bisa disewakan kepada klub-klub yang mau bermain bola. 

Tiap hari ada dua klub menyewa dengan biaya Rp 500 ribu dan sekarang sudah waiting list sampai dua bulan. Artinya, desa itu mendapat Rp 1 juta per hari, kalikan saja 60 hari sudah berapa?

Presien Joko Widodo beberapa kali telah berpesan agar penggunaan dana desa 2019, yang totalnya Rp 73 triliun, harus beralih dari pembangunan infrastruktur dasar menjadi peningkatan sumber daya manusia (SDM), termasuk pengembangan usaha masyarakat. Dengan begitu, pada akhirnya dana desa bisa meningkatkan ekonomi serta jadi sumber pendapatan desa itu sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2