Agus Oloan
Agus Oloan Penulis Lepas di Kompasiana

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Bola

Walau PSMS Kalah Kontra Persija, PSMS Bakal Melaju ke Final Piala Presiden 2018

11 Februari 2018   15:06 Diperbarui: 11 Februari 2018   15:38 957 1 1
Walau PSMS Kalah Kontra Persija, PSMS Bakal Melaju ke Final Piala Presiden 2018
PSMS Kalah Telak Dari Persija Leg Semifinal Piala Presiden 2018. sumber: www.juara.net

Permainan ala rap-rap ternyata menemui batunya, kali ini dibabak semifinal Piala Presiden 2018 bertajuk "War of Giants" atau perang antar legenda, ya karena kedua klub adalah klub tua dan sudah melegenda di percaturan sepakbola tanah air dan juga masih diperkuat oleh para pemain-pemain kesohoryang sudah melegenda di persepakbolaan tanah air, sebut saja Bambang Pamungkas di Persija atau seorang Legimin Rahardjo di PSMS Medan.

Babak semifinal kali ini mempertemukan Ayam Kinantan -- julukan PSMS Medan - yang kembali unjuk taji setelah beberapa lama terpuruk oleh kondisi morat-marit klub dan konflik kepentingan -- tanpa dinyana mampu membalikkan prediksi banyak pihak di Piala Presiden 2018 ini.

PSMS Medan yang kini dibesuk oleh pelatih kawakan Djajang Nurdjaman mampu menapak hingga semifinal untuk bersua dengan Persija Jakarta yang juga kembali menapakkan kukunya di kancah sepakbola nasional, setelah musim lalu finis di peringkat empat Liga 1 dan berhak untuk mengikuti Piala AFC 2018 bersanding dengan klub-klub hebat Asia di grup H, sebut saja Tampine Rovers (Singapura), Johor Darul Takzim (JDT) (Malaysia), dan Song Lam Nghe An (Vietnam).

Leg Pertama Semifinal Piala Presiden 2018  

Nah, sebelum mengarungi kompetisi di Liga Indonesia dan juga Piala AFC maupun Liga Champions Asia, klub-klub tanah air disuguhkan dengan sebuah turnamen rutin di era Pemerintahan Jokowi bertajuk Piala Presiden 2018 yang telah memasuki babak semifinal dengan PSMA Medan kontra Persija, Sriwijaya FC kontra Bali United untuk menggenggam tiket ke final dengan sistem home and away.

Persija Jakarta semenjak ditukangi oleh ahli racik, Stefano Cugurra, mampu memainkan permainan cantik nan ciamik dengan perpaduan antara pemain lokal maupun pemain asing yang punya kualitas baik. Sebut saja, Marco Simic, Jaimerson, Ivan Carlos berpadu dengan Ismed Sofyan, Riko Simanjuntak hingga kiper timnas Indonesia Andritani.

Sedikit cerita bagaimana Persija sampai ke Semifinal bersua PSMS dengan sangat menyakinkan, dimana PSPS Riau dihempas dengan skor 3-0, Borneo FC dipermak 2-0. Walau kalah dari Bali United dengan skor tipis 2-3, Mitra Kukar dipaksa angkat koper dari turnamen dengan skor meyakinkan 3-1 dibabak delapan besar.

Sementara PSMS Medan, datang dengan predikat jawara Piala Presiden edisi pertama, memulai turnamen dengan kurang meyakinkan setelah mengalahkan PSM Makassar skor 2-1, melibas musuh bebuyutan Persib Bandung dengan skor meyakinkan 2-0, dipertandingan terakhir penyisihan grup harus kalah kontra Sriwijaya FC dengan skor 0-2 yang membuat semua fans PSMS dag-dig-dug menunggu hasil pertandingan lainnya. Beruntung bisa lolos ke babak delapan besar, disana telah ditunggu oleh Bajul Ijo -- julukan Persebaya Surabaya.

Pertandingan klasik itupun berjalan dengan sengit, waktu normal papan skor menunjukkan angka 3-3 hingga duel langsung dilanjutkan dengan adu penalti. Disinilah muncul pahlawan PSMS bernama Abdul Rohim!

Bagaimana tidak? Empat penendang Persebaya dimentahkan oleh kiper berusia 21 tahun tersebut. Tendangan pemain-pemain bintang Ferinando Pahabol, mantan bintang Persipura, Abu Rizal Maulana, Otavia Dutra, dan Osvaldo Haay mentah ditangan kiper PSMS Medan yang namanya bersama dengan Frets Butuan dilirik oleh Luis Milla untuk Asian Games 2018.

Jalannya Pertandingan Leg Pertama

PSMS Medan bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan Solo, tidak menyangka dengan strategi yang dimainkan oleh pelatih kawakan Togo. Serasa bermain di rumah sendiri, Persija tampil dengan serangan cepat nan mematikan, mampu melihat celah akibat ketidakkompakan lini tengah hingga lini pertahanan PSMS Medan yang digalang oleh M. Roby dan Lobo kocar-kacir menjaga pergerakan Super Simic, Novri hingga Riko Simanjuntak.

Hasilnya? Baru tiga menit pertandingan berjalan, Marco Simic berhasil membuka keunggulannya lewat tendangan bebas melengkung dari luar kotak penalti PSMS Medan. Tendangan keras nan terukur berhasil membelok, meluncur tajam dan tidak dapat dijangkau Abdul Korim walau sudah bisa membaca arah bola. 0-1, Persija memimpin. Shock dengan gol pertama, belum dapat berbenah, gawang PSMS kembali keboboblan di menit 11, lagi-lagi 'Super Mario' menunjukkan kualitasnya, lewat serangan balik yang dibangun, tendangan pemain asal Kroasia tersebut mampu mengecoh Abdul Karim, skor 0-2.

Pemain-pemain asing ditubuh Persija dengan kualitasnya menjadi momok bagi lini pertahanan PSMS, terbukti tiga menit kemudian pemain asal Brazil, Jaimerson Da Silva membuktikan kehandalannya menciptakan gol ketiga lewat sundulan kepala menyambut umpan sepak pojok Rohit Chan, skor 0-3 bagi Persija.

Tertinggal tiga gol membuat para pemain PSMS bagaikan tersengat dan mencoba membangun serangan untuk mengimbangi permainan Persija. Permainan spartan yang selama ini mereka peragakan seakan-akan menemukan tembok yang sulit diruntuhkan, walau bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing ke jantung pertahanan lawan lewat akselerasi duo pemain asing, Yessoh dan Urikhob dan disokong oleh Frets Butuan, Legimin serta Erwin, namun selalu kandas berkat kesigapan para pemain belakang Persija.

Usaha PSMS memperkecil ketertinggalan berhasil di menit 43 lewat kaki Wilfried Yessoh yang baru bergabung mampu memanfaatkan bola muntah tendangan pemain asing lainnya, Nguisson Kissito yang tidak mampu diblok dengan sempurna oleh Andritani Ardhiyasa. Skor 1-3.

Babak kedua baru dimulai, PSMS selalu tertekan dan Abdul Rohim kembali mampu menjadi bintang penyelamat berkat aksi-aksi heroiknya memblok tendangan maupun sundulan para pemain Persija. Pengalaman para pemain-pemain muda PSMS tidak dapat mengimbangi permainan Persija. Semangat bermain ternyata tidak cukup meladeni the big four kontestan Liga 1 musim lalu tersebut. PSMS yang baru saja promosi ke Liga 1, bak diajari bagaimana bermain bola. Statistik menunjukkan Persija sampai menguasai bola diangka 70%.

Di menit 73 kembali Marco Simic mencatat hattrick setelah berhasil mengelabui M. Roby usai menyambut umpan panjang Ismed Sofyan dan langsung berhadapan dengan gawang PSMS, tanpa pikir panjang langsung menembak bola ke sudut kanan Abdul Korim, gol, Persija unggul 1-4.

Disisa waktu pertandingan, PSMS tidak mampu membongkar ketatnya pertahanan Persija yang dikawal oleh kuartet pemain berkualitas seperti Ismed, Telaubun, Maman dan Xavier. Hingga akhirnya wasit Djumadi Effendi asal Malang meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, PSMS tertinggal dengan skor akhir 1-4 dengan tiga kartu kuning satu untuk PSMS (Reinaldo) dan dua untuk Persija (Rudi Widodo dan M. Rizaldi Hehanusa).

Walau kalah di leg pertama, masih ada leg kedua dikandang Persija. Berat memang mengingat PSMS harus mampu minimal mencetak 3 gol tanpa harus kemasukan 1 gol-pun. Ini adalah PR berat Djanur jika ingin PSMS mempertahankan gelar Piala Presiden yang direbut tahun 2017 yang lalu.

Namun disepakbola tidak ada yang tidak mungkin, impossible is nothing begitulah keyakinan yang dipesankan perusahaan Adidas dan fakta bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola sudah banyak contoh. Masih teringat bagaimana Barcelona mampu membalikkan keadaan tertinggal 0-4 dari PSG di Liga Champions musim lalu?

Nah, mari berharap PSMS bisa membalikkan keadaan, walau bermain di kandang Persija. Tidak ada kata menyerah bagi PSMS selagi peluit tanda berakhirnya pertandingan belum dibunyikan, mari suporter PSMS dimanapun berada, beri dukungan agar PSMS bisa minimal mencetak tiga gol sehingga bisa kembali mencicipi laga final untuk kedua kalinya. Ribak sude...!! gass tross..!! buktikan Medan-mu!! Salam Sada Roha..!!