Esdi A
Esdi A Wiraswasta

"Write Like Nobody Will Rate You!"

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Lima Ketum Parpol Terciduk KPK, Sistem Pendanaan Parpol Harus Dievaluasi

16 Maret 2019   00:12 Diperbarui: 16 Maret 2019   09:18 103 2 0
Lima Ketum Parpol Terciduk KPK, Sistem Pendanaan Parpol Harus Dievaluasi
Romahurmuziy ketika diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus suap dana perimbangan daerah RAPBN Perubahan tahun 2018 (sinarharapan.co).

Operasi Tangkap Tangan KPK terbaru  berhasil mengamankan Ir. H. M. Romahurmuziy, M. T., Ketua Umum PPP.

Romy, panggilan Romahurmuziy, ditangkap bersama dengan 5 orang lainnya di Kanwil Kemenag Sidoarjo pada pukul 09.00, Jum’at 15 Maret 2019. Lima orang yang ditangkap lainnya berasal dari unsur swasta dan pejabat Kemenag.

Kasus kedua di PPP dan kelima di kalangan ketum parpol tersebut memperkuat hipotesa KPK tentang irisan antara korupsi dengan partai politik.

"KPK menginisiasi pembahasan mengenai pendanaan parpol ini disebabkan adanya irisan yang jelas antara tindak pidana korupsi dengan partai politik selama ini. Selain itu kerugian keuangan negara akibat korupsi (politik) sangat signifikan dampaknya. Ini diduga karena mahalnya biaya politik dalam rangka pendanaan partai dan biaya kontestasi," kata Saut Situmorang, komisioner KPK (kompas.com).

Berikut ini adalah ringkasan kasus yang menjerat 5 ketum parpol yang ditangani oleh KPK.

Romahurmuziy, "As I told You at that night!"

Operasi Tangkap Tangan KPK  terkini mengamankan Ir. H. M. Romahurmuziy, M. T., bersama dengan 5 orang lainnya di Kanwil Kemenag Sidoarjo pada pukul 09.00, Jum'at 15 Maret 2019. Lima orang yang ditangkap bersama Romy berasal dari unsur swasta dan pejabat Kemenag.

Kasus yang menjerat anggota DPR ini berkaitan dengan pengisian jabatan di Kemenag  pusat dan daerah. Intinya jual beli jabatan.  

Walaupun hukum di Indonesia menganut azas praduga tak bersalah, rasanya sulit bagi politisi muda ini untuk meloloskan diri. Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, dugaan terjadinya transaksi haram pengisian jabatan telah dilakukan berkali-kali.

Menyimak kalimat  Mahfud MD kepada Romy, "As I told you at that night, in Hotel Dharmawangsa: everything is matter of time!", merujuk peringatan kepada yang bersangkutan pada 14 Agustus 2018; dapat diambil kesimpulan sementara bahwa transaksi haram memang telah terjadi berkali-kali.

Entah mengapa Romy tidak mengambil pelajaran dari pengalaman seniornya di PPP, Suryadarma Ali yang kini masih menghuni LP Sukamiskin.

Setya Novanto dan drama tiang listrik

Ketua Umum Partai Golkar juga sebagai Ketua DPR adalah jabatan yang pernah disandang  Drs. Setya Novanto, Ak..

Kasus yang melilit politisi kelahiran Bandung ini adalah korupsi dalam  proyek  e-KTP yang bernilai  Rp 5,9 triliun. Akibatnya, 17 Juli 2017 KPK menetapkan Setnov sebagai tersangka.

Setya Novanto (merdeka.com).
Setya Novanto (merdeka.com).
Pada tanggal 29 Maret 2018  Setnov divonis hukuman  15 tahun penjara karena aliran dana  Rp 300 miliar yang diterimanya. Atas penggelapan uang negara itu Setnov akhirnya  harus mendekam di LP Sukamiskin, Bandung, kota kelahirannya.

Sebelum dan sesudah menerima keputusan hukum tetap atas kasusnya, Setnov kerap menarik perhatian warga karena drama yang dilakukannya.

Di Sukamiskin Setnov ditengarai terlibat  jual beli fasilitas penjara. Hal ini kemudian menimbulkan polemik berkepanjangan mengenai diskriminasi atas kesetaraan perlakuan yang diperoleh narapidana.

Sebelum ditangkap dan diadili, Setnov juga berkali-kali mangkir dengan beragam alasan.

Usahanya mengelabui aparat dengan merekayasa kecelakaan palsu  yaitu menabrak tiang lampu berakhir dengan benjolan sebesar bakpao di jidat Setnov.

Sebelum kasus e-KTP, Setnov selalu berhasil lolos dari aneka kasus yang diduga melibatkannya.

Kasus Bank Bali, dana PON XVII, hingga kasus Akil Mochtar; adalah deretan perkara yang gagal menundukkan Setnov sebelum akhirnya terjegal e-KTP.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3