agung marhaenis
agung marhaenis Mahasiswa Pascasarjana

Pecinta kata, kopi, kuliner, dan kebun.

Selanjutnya

Tutup

Bola

Cara Sevilla Membungkam Manchester United

14 Maret 2018   05:44 Diperbarui: 14 Maret 2018   06:00 446 0 0
Cara Sevilla Membungkam Manchester United
Foto: AFP/Getty Images

Stadion Old menjadi saksi akhir perjalanan Manchester United di Liga Champion 2018. Suporter MU yang berjubel memenuhi stadion kebanggaan mereka tak mampu membantu tim kesayangannya untuk lolos ke babak delapan besar. Sevilla menyepak MU dari liga paling bergengsi di Eropa dan Dunia ini.

Cara Sevilla menyingkirkan MU mengingatkan pertandingan akhir pekan lalu saat Setan Merah mengalahkan Liverpool. Tak menguasai bola, tapi mengontrol permainan. Sevilla hanya menguasai 36% penguasaan bola, tak jauh berbeda dengan MU saat melawan Liverpool (32%). Tapi bisa merengkuh kemenangan. Skornya pun mirip 1-2.

Di menit akhir, cara pemain Sevilla memperlambat tempo dengan pura-pura cedera pun terasa mirip dengan cara MU saat melawan Liverpool. Saat Joaquin Correa berakting kesakitan di akhir laga pun mirip dengan taktik yang dijalankan MU. Kartu kuning bagi Correa bukan masalah besar, yang penting bisa mengulur waktu dan mengganggu fokus pemain MU.

Meski strategi Sevilla dalam hal penguasaan bola mirip dengan cara MU saat melawan Liverpool, tapi sejatinya tak sama persis. Sevilla tetap mengalirkan bola dari belakang ke depan melalui umpan-umpan pendek. Hal ini berbeda dengan cara MU yang sering menggunakan bola panjang dari belakang ke depan. Permainan Sevilla tetap terasa enak ditonton saat melakukan serangan balik.

Efektivitas serangan balik Sevilla terlihat dari banyaknya peluang yang mereka ciptakan. Sevilla menghasilkan 6 tembakan on target dan 12 tembakan melenceng. Angka tersebut jauh di atas MU yang menciptakan 4 peluang on target dan 8 tendangan melenceng. Montella benar-benar tahu cara memanfaatkan punggawanya untuk menciptkan serangan efektif meskipun hanya menguasai sedikit penguasaan bola.

Kunci kemenangan Sevilla terjadi pada menit ke-72 saat Luis Muriel diganti Wissam Ben Yedder. Dua menit setelah memasuki lapangan, Ben Yedder langsung menceploskan bola ke gawang De Gea. Pada menit ke 78, Ben Yedder membuat De Gea harus memungut bola lagi dari gawangnya. Sundulannya tak mampu dihentikan De Gea, meskipun sempat ditepis. Dalam waktu 6 menit Ben Yedder sudah membunuh seisi Old Trafford.

Lukaku sempat mengecilkan defisit gol menjadi 1-2 pada menit ke 84. Berawal dari sepakan pojok dari Rashford, terjadi sedikit kemelut di depan gawang Kiper Sergio Rico. Lukaku berhasil memanfaatkan kondisi tersebut dan melakukan tendangan ke gawang Sevilla. Rico pun harus memungut bola dari gawangnya.

Dalam pertandingan ini, Mourinho memang menerapkan strategi berbeda dibanding saat melawan Liverpool. Mou sepertinya ingin MU menang besar dengan pola menyerang. Barisan belakang pun lebih terbuka dibanding saat melawan Liverpool. Jumlah percobaan sepakan pemain Sevilla yang mencapai 18 terasa sebuah anomali bagi tim yang dilatih Mourinho.

Selama ini Mou dikenal sebagai pelatih dengan pertahanan yang menjengkelkan lawan. Sulit sekali menembus pertahanan tim yang diasuh Mou. Tapi tidak demikian dengan pertahanan MU dinihari ini. Tak ada tembok kokoh di sektor pertahanan Setan Merah. Tak ada bus yang terparkir di depan gawang De Gea.

Kekalahan dari Sevilla ini membuat peluang MU untuk meraih trofi hanya tersisa pada Piala FA. Di Premier League, rasanya mustahil bisa mengejar Manchester Biru. Mou tentu akan bertarung habis-habisan di Piala FA, agar reputasinya sebagai pelatih top tak tercoreng. Nirgelar, bisa berarti ancaman bagi dirinya dalam menukangi MU. Bagaimana pun, Mou bukanlah Alex Ferguson. Bukan punya Arsene Wenger.