agung marhaenis
agung marhaenis Mahasiswa Pascasarjana

Pecinta kata, kopi, kuliner, dan kebun.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Nasib Liverpool Setelah Kepergian Coutinho

11 Januari 2018   09:37 Diperbarui: 11 Januari 2018   10:14 789 0 3
Nasib Liverpool Setelah Kepergian Coutinho
Foto: skysports.com

Dalam kurun kurang dari satu bulan Liverpool menyelesaikan dua giga transfer. Pertama adalah datangnya Virgil van Dijk dengan banderol 75 Poundsterling dan menjadi bek termahal di dunia. Hal ini menjadi kabar gembira bagi Kopites---fans Liverpool. Sekitar seminggu berikutnya terjadi transfer yang jumlahnya lebih gila lagi yaitu dua kali lipat transfer van Dijk. Kepindahan Coutinho harus ditebus 142 Poundsterling oleh Barcelona.

Meskipun mendatangkan banyak uang bagi Liverpool, tentu saja kepindahan Coutinho adalah kabar duka bagi Kopites. Mengapa? Sebab pemain asal Brazil ini adalah pemain paling berharga bagi bagi Liverpool. Ada dua hal mengapa Coutinho disebut sebagai pemain paling berharga bagi The Reds. Pertama Coutinho memang pemain kunci bagi Liverpool. Bahkan Whoscored memberikan label sebagai pemain dengan score tertinggi bagi tim dihitung dari kontribusinya terhadap tim.

Sebab kedua mengapa Coutinho disebut pemain paling berharga adalah kontribusinya terhadap kas Liverpool. Jersey Coutinho paling laris dibanding pemain Liverpool lainnya (2016-2017). Bagi tim besar, penjualan jersery merupakan salah satu pilar penting pemasukan klub. Liverpool termasuk tim dengan penjualan jersey terbanyak di Premier League yaitu berada di peringkat kedua di bawah Manchester United. Penjualan jersey adalah bisins menggiurkan bagi klub di Inggris, karena suporter di sana memang membeli jersey asli umumnya, bukan KW.

Penjualan jersey Liverpool berdasar nama pemain kompetisi 2016-2017
Penjualan jersey Liverpool berdasar nama pemain kompetisi 2016-2017

Lantas, bagaimana nasib Liverpool setelah kepergian Coutinho, apakah akan berpengaruh terhadap permainan Liverpool? Jawabnya tentu saja akan berdampak. Coutinho adalah gelandang serang kreatif yang sering menghidupkan permainan Liverpool. Bahkan cara dia menggocek bola terkadang seperti menyihir bek lawan yang tidak bisa berbuat banyak dan tiba-tiba terjadi gol dari kakinya.

Cara Coutinho mencetak gol sangat khas, tidak dimiliki pemain Liverpool lainnya. Hal ini mengingatkan pada sosok Dennis Bergkamp waktu di Arsenal. Sangat khas dan pemain lainnya mengakui cara mencetak golnya tidak bisa sering diikuti oleh pemain lain, termasuk pemain satu tim yang selalu berlatih bersama.

Pertanyaan berikutnya, seberapa berpengaruh kepergian Coutinho? Apakah sama dengan kepergian Xabi Alonso atau Luis Suarez dulu? Kemungkinan dampaknya tidak sebesar itu. Penyebabnya bukan permainan Coutinho ada di bawah level Xabi Alonso atau Luiz Suarez, tapi karena pemain Liverpool saat ini memiliki kemampuan yang relatif rata dibanding masa Alonso atau Suarez.

Saat Alonso pergi, dia adalah satu-satunya pemain jangkar di Liverpool. Dia lebih berposisi sebagai gelandang bertahan dan Gerrard berperan sebagai gelandang serang. Jadi ketika Alonso pergi, tak ada pemain lain yang mengisi pos tersebut. Peran tersebut coba digantikan dengan Aquilani, sayang level kedua permain jauh berbeda. Aquilani tidak bisa menggantikan peran Alonso dan dia sering cedera. Selesai sudah cerita Aquilani.

Dalam kasus Suarez seperti itu juga. Dia adalah predator ganas bagi Liverpool. Tapi dia bermain sendiri, tidak ada pemain yang sepadan dengannya. Ketika dia dibeli oleh Barcelona---sepertinya Barca memang pembeli yang baik untuk pemain Liverpool---tak ada pemain yang menggantikannya. Liverpool pun kembali terseok.

Kepergian Coutinho memang akan mengurangi daya kreativitas serangan Liverpool, tapi adanya Sadio Mane dan Mohamed Salah, kreativitas serangan Liverpool tetap bisa berjalan dengan baik. Kedua pemain kreatif ini bukan tipe pemain yang menunggu di dalam kotak penalti, tapi juga rajin mencari bola dan menggoceknya dengan tusukan cepat yang sering merepotkan lawan. Jadi kekhawatiran serangan Liverpool jadi "kering" setelah kepergian Coutinho sepertinya tidak perlu dikahwatirkan.

Namun, akan lebih baik bila uang penjualan Coutinho bisa digunakan untuk membeli pemain pengganti. Thomas Lemar dan Julian Daxler adalah dua kandidat yang masuk akal untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Coutinho. Dua pemain tersebut memiliki jam terbang yang cukup tinggi dan skill yang mumpuni. Bila Klopp bisa membeli satu pemain lagi---sembari menunggu kedatangan Naby Keita---Liverpool akan semakin bersinar di masa mendatang dan pada kompetisi ini masih memungkinkan untuk bersaing dengan sang pemimpin sementara Liga Inggris, Manchester City. 

Bila memungkinkan juga, membeli seorang kiper akan jadi opsi yang sangat menarik. Kevin Trapp sepertinya bisa jadi  pilihan yang layak dicoba. Bila skuat Liverpool semakin kuat dan lengkap, bolehlah para fans---seperti saya---berharap untuk bersaing lagi mengejar titel Premier League.