Mohon tunggu...
Agil S Habib
Agil S Habib Mohon Tunggu... Founder Sang Penggagas; Penulis Buku Powerful Life; Seorang Pecinta Literasi; Bisa dihubungi di agilseptiyanhabib@gmail.com

Berkarya dan hidup bersamanya

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Jebakan Promo HUT Kemerdekaan

16 Agustus 2019   14:50 Diperbarui: 19 Agustus 2019   06:21 0 1 0 Mohon Tunggu...
Jebakan Promo HUT Kemerdekaan
Gebyar promo hari kemerdekaan | Sumber gambar : https://productnation.co

Momen-momen waktu spesial seringkali dijadikan ajang promo besar-besaran oleh para pelaku bisnis. Pusat perbelanjaan ramai-ramai mengumbar diskon dan gerai-gerai rumah makan pun menawarkan paket murah meriah. Frachise rumah makan cepat saji seperti McD, KFC, Burger King, Pizza Hut dan lain-lain menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) seolah berlomba-lomba memberikan penawaran terbaik kepada konsumen. Terlebih dengan semakin populernya layanan aplikasi online untuk pembelian produk-produk tertentu, promo atas nama hari kemerdekaan begitu digandrungi dan seakan jauh dari sepi peminat.

Sejak dulu, promo atau diskon memang seringkali membuat seseorang tergiur. Ibu-ibu yang sebelumnya tidak punya minat belanja menjadi sangat antusias tatkala melihat pajangan diskon. Para karyawan kantoran yang tengah berusaha menghemat pengeluaran di tengah bulan, menjadi goyah hatinya dan luluh hingga akhirnya mengambil program promo kuliner yang ditawarkan gerai-gerai rumah makan. Bagaimanapun juga, promo-promo yang ramai berseliweran selama momen khusus seperti HUT Proklamasi saat ini memiliki dua dampak yang berbeda.

Pada satu sisi promo memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk mendapatkan barang-barang tertentu dengan harga yang lebih rendah dari biasanya. Ketika hari-hari biasa barangkali membeli sepaket pizza bisa diatas seratus ribu rupiah. Namun ketika tiba momen hari spesial maka harganya bisa berkurang hingga separuhnya. Hal ini tentunya sangat disukai banyak orang, sehingga tidak mengherankan tatkala ada antrian panjang di beberapa gerai tempat makan atau pusat perbelanjaan saat diluncurkannya program promo.

Di sisi lain, program promo ini sebenarnya tidak lebih dari sekadar "jebakan". Program promo adalah umpan yang diberikan kepada kita agar ikut menjadi bagian dari komunitas yang mengkonsumsi sesuatu jenis produk tertentu. Orang-orang yang sebelumnya tidak pernah makan burger karena dianggap mahal, menjadi memulai mengonsumsi burger seiring harganya yang sedang murah sehingga mereka mampu membeli. Selanjutnya, setelah orang-orang itu merasakan seperti apa rasa burger maka hal itu akan membuatnya ingin mengulang kembali momen serupa. Akhirnya dibelilah kembali burger itu pada kesempatan yang lain, meskipun saat itu sedang tidak ada program promo.

Sepertinya momen hari-hari spesial itu telah ditunggu-tunggu oleh konsumen karena kesempatan adanya promo dan diskon. Padahal sebenarnya kehadiran momen-momen spesial itu justru diharapkan oleh para penyedia jasa atau layanan. Momentum seperti HUT Kemerdekaan adalah kesempatan langka yang hanya hadir setahun sekali, sehingga hal itu perlu mereka manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pastinya, diskon atau promo yang mereka berikan tidak pernah membuat mereka rugi. Hal itu justru menjadi titik penting untuk merenggut pembeli baru dimasa --masa mendatang. Program promo yang begitu kita nanti-nantikan ternyata justru menjadi momen untuk "menjaring" kita menjadi bagian dari pengguna produk mereka.

Samasekali tidak ada yang salah dengan program-program promo ini. Malah sebagian masyarakat kita sangat antusias dalam menyambutnya. Hanya saja yang harus kita lakukan adalah menahan diri serta mampu memilih dan memilah promo-promo yang ada. Jangan setiap kali ada promo lantas kita latah untuk ikut ambil bagian didalamnya. Jika kita mudah "terhasud" oleh program promo, maka kita akan terjebak kedalam budaya konsumtif yang tak berkesudahan. Apabila hal ini terjadi, maka bersiap-siaplah untuk bangkrut.

Salam hangat,

Agil S Habib