Mohon tunggu...
Agatha Duhita
Agatha Duhita Mohon Tunggu... Nobody can teach me who i am

Enjoy!

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Peter Dantovski, Satu Tangan dapat Menghasilkan Cerita

20 Agustus 2019   20:59 Diperbarui: 20 Agustus 2019   21:03 0 3 1 Mohon Tunggu...

Menjadi penyandang disabilitas tak menghentikan langkahnya untuk menulis cerita. Hal inilah yang diperjuangkan oleh Peter Dantovski. Penulis Novel Setan Merah merupakan salah satu penyandang cacat ditangan kanan akibat kecelakaan di tahun 1995. Ketika ditemui di Lapas Pakem, penulis yang bernama lengkap Petrus Yohanes Risadanto Kusumuhardjo mengakui bahwa Ia menulis novel ini karena keprihatinannya terhadap rezim Tan Malaka RI pada tahun 1945-1949.

"Saat itu adalah masa yang paling kacau setelah agresi revolusi besar-besaran, bahkan Indonesia dianggap ilegal oleh negara lain, Jakarta diduduki Belanda sementara terjadi pembantaian raja-raja kevetoran revolusi anti sosial anti supraja" ujar pria yang memiliki nama panggung Peter Dantovski

Selain itu penulis jeblosan SFT Triyarkara 1999 ini mengatakan bahwa "saya menulis novel ini, dengan terlebih dahulu melakukan penelitian selama dua tahun setelah saya menulis selama lima bulan. Awalnya saya ingin menulisnya dalam bentuk ilmiah namun setelah itu saya  berpikir lebih baik saya mengemasnya dalam bentuk novel" karena takut terjadi kontroversi diantara pembaca. Namun "saya juga menyertakan data-data didalamnya. Jadi novel yang memiliki data lengkap" kata ayah dua anak ini.

Untuk mendukung tulisannya Peter Dantovski mengadakan penelitian selama dua tahun yakni dari tahun 2008 hingga menulis novel ditahun 2010. Kesulitan tentunya dialami Peter selama menulis. 

"Saya menemui kesulitan ketika menulis, karena tangan sebelah kanan akibat kecelakaan. Tangan saya ini selalu nyeri dan itu menyakitkan. Saya meminum obat dari dokter dan obat itu mengandung kandungan ganja dengan dosis medis untuk penenang rasa nyeri, namun kemudian obat yang saya konsumsi tidak mempan sehingga akhirya saya mengonsumsi ganja sebagai salah satu cara meghilangkan rasa nyeri" kata alumni Sanata Dharma 1996 jurusan Sastra Inggris ini.

Pada tahun 1995, penyakit Neuropatik memengaruhi stress yang membuatnya sulit bekerja, apalagi tangan kiri tidak bisa bergerak sama sekali. 

"Rasa nyeri yang saya rasakan seperti disetrum dari ujung tangan, seperti dipukul palu atau seperti gigi yang di bor tanpa bius" ungkap pemilik nama kerena Peter Dantovski ini.

Kendati demikian, tidak menyurutkan Peter untuk terus menulis. Ia melawan rasa sakit dengan terus menulis. Namun hal yang membuatnya cukup kecewa adalah ketika setalah launching novel Setan Merah ia diundang untuk bedah buku di Kediri pada Maret 2012 namun hal itu tidak terjadi karena pada Februari 2012 lalu ia ditangkap karena ia adalah salah satu pengguna ganja aktif.

Meski saat ini sedang menjalani masa hukuman di penjara namun ia terus menulis, dan menghasilkan beberapa buku seperti; Komik Literasi Narkotika, Suku Jeruji yang Menulis Mimpi, Hikayat Pohon Ganja, Ganja dan beberapa buku lainnya.

Salah satu yang membuat Danto terus menulis adalah " saya terus menulis dan ingin mewariskan pada anak-anak saya. Kalau materi kan cepat habis tetapi tulisan akan terus digunakan dari generasi ke generasi" ungkap Danto.

Walau hanya berkarya dengan menggunakan satu tanga namun ia mempunyai mimpi bahwa setelah masa tahanan selesai ia ingin melakukan riset mengenai ganja medis dan akan melakukan petisi dengan Kementerian Kesehatan. Ia juga mengakui bahwa ganja hanya menghancurkan cita-cita saja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x