Mohon tunggu...
Afida NurulSabilla
Afida NurulSabilla Mohon Tunggu... Mahasiswa Prodi Pendidikan Ipa, Universitas Pancasakti Tegal

Mahasiswa Ipa UPS

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Hakikat Manusia

27 Oktober 2020   11:21 Diperbarui: 30 Oktober 2020   10:59 58 4 0 Mohon Tunggu...

Hakikat adalah kata benda yang berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata "Al-Haqq", dalam bahasa Indonesia berarti "Hak" yang berarti milik (Kepunyaan), kebenaran, atau yang benar benar ada. Secara etimologis Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu.

Dapat disimpulkan bahwa Hakikat adalah kalimat yang digunakan untuk menunjukkan makna yang sebenarnya, tetapi ada yang beberapa yang menjadi ungkapan yang sudah sering digunakan dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi semacam konversi, hakikat seperti ini disebut sebagain hakikat secara adat kebiasaan.

Menurut Omar Muhammad Toumy Al-Syaibany, manusia adalah makhluk yang paling mulia, manusia adalah makhluk yang berfikir, dan manusia adalah makhluk yang memiliki 3 Dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan.    

Hakikat Manusia menurut Al-Ghazali adalah totalitas jiwa dan badan. Jiwa sebagai pemegang inisiatif yang mempunyai kemampuan dan tujuan ontologis, yaitu ma'rifat al-bari (mengenal tuhan dimulai dengan mengetahui hasil perbuatannya). Badan  digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan ontologis, seperti panca indra, dan anggota tubuh.

     Hakikat Manusia itu ada 5 yaitu,                                                                     

  • Makhluk (diciptakan)
  • Mukarram (dimuliakan)
  • Mukallaf (dibebani)
  • Mukhayyar (bisa memilih)
  • Majzi (mendapatkan balasan)

Makhluk pasti diciptakan oleh Allah SWT, oleh Allah SWT dimuliakan. Bentuk pemuliannya Allah pada manusia yaitu dijadikan khalifah. Dijadikan khalifah berarti Allah SWT percaya kepada manusia, dia dimuliakan untuk dijadikan khalifah. Kemudian Mukahayyar bisa memilih, manusia bisa menjalani tugas atau tidaknya tergantung dirinya sendiri. Dan terakhir majzi mendapatkan balasan,. Manusia akan mendapat balasan dari Allah SWT sesuai dengan apa yang dia lakukan semasa hidupnya di akhir nanti.

      Manusia mempunyai otak dan hati. Namun, dalam diri manusia terdapat 6 alat yaitu,

  • Panca Indra
  • Rasio atau Akal
  • Nurani
  • Naluri
  • Intuisi
  • Imajinasi

       Manusia sekarang kebanyakan berkiblat ke barat, sehingga sekarang hanya terdapat 2 alat yang digunakan, yaitu akal dan panca indra. Banyak hal yang membuat kita menggunakan nurani, tidak menggunakan akal, contohnya dia sedang kepepet sehingga mengeluarkan kata kata seperti "ah kasian bantu aja, dia hidupnya sudah berat kok".

Untuk Insting, setiap orang mempunyai insting contohnya insting untuk menikah. Para filosof zaman dahulu Fahruddin Arrazi menuliskan kitab untuk insting yang diberi judul "Kitabul Firasat". Kitab ini diberi nama kitabul firasat karena membahas tentang Firasat. Intuisi para seniman, budayawan. Intuitif merupakan ilmu dari intuisi. Ilham, wangsit, wahyu merupakan jenis pengetahuan intuitif. Imajinasi merupakan kemampuan mengolah data lama secara produktif menjadi data baru. Imajinasi berbeda dengan berkhayal. Imajinasi bersifat kreatif.

Manusia mempunyai 6 alat tetapi tidak bisa menyambung, karena dunia ilmiah tidak ada materi untuk menyambungkan ke dunia positif. Manusia harus menghidupkan 4 alat terakhir, yaitu Naluri, Nurani, Intuisi, dan Imajinasi. Wawasan- wawasan keagamaan taka akan utuh jika manusia tidak menghidupkan 4 alat tersebut. Bagaimana cara menghidupinya? Cara menghidupi 4 alat tersebut yaitu dengan menerapkan 4 alat ini ke dalam kehidupan diri sehari hari. Diharapkan manusia dapat menerapkan 4 alat diatas dan tambahannya agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.

sumber dari :   pustaka-pengertian hakikat 

                              Ngaji Filsafat Dr. Fahrudin Faiz, M.Ag 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x