Afandi HR
Afandi HR Karyawan BUMN

Orang biasa yang ingin menikmati keindahan alam Indonesia dari puncak ketinggian......

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sudahkah Pengalaman Menjadi Guru yang Baik?

14 Maret 2018   21:56 Diperbarui: 14 Maret 2018   21:56 191 1 0

Ada pepatah mengatakan, "Pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan". Semakin banyak pengalaman, seharusnya seseorang menjadi lebih 'berilmu', menjadi lebih 'matang' dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Pengalaman apa saja? Semuanya. 

Dari yang pahit, hingga yang manis. Dari yang mengenakkan, sampai yang tak mengenakkan. Karena memang seharusnya seorang manusia harus merasakan keduanya. Manis asam kehidupan. Harus seimbang. Karena jika kelebihan manis, bisa menyebabkan diabetes, dan jika terlalu sering pahit, bisa menyebabkan liver.

Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan. Tetapi, sebaik apapun guru, kalau muridnya tidak bisa mengamalkan ilmu dari sang guru, sia-sia saja. Tak ada artinya meskipun bertahun-bertahun sang guru mengajari murid, tapi kalau si murid hanya bisa 'manggut-manggut' saja, tidak akan ada hasilnya. Karena memang sejatinya, ilmu yang didapat bisa diamalkan dan diaplikasikan di kehidupan.

Ukuran banyaknya pengalaman seoseorang tidaklah selalu dicerminkan dengan umur seseorang. Terkadang, umur lebih tua, tapi justru pengalaman tak sebanyak dengan seseorang yang berumur lebih muda.

Pengalaman bisa diibaratkan sebagai cahaya di tengah kegelapan bagi seseorang untuk dapat terus maju, menjalani kehidupan, untuk tetap berada di 'rel' yang benar, agar apa yang menjadi tujuan dalam hidup dapat tercapai.

Sungguh rugi, jika seseorang punya banyak pengalaman, tapi tidak diikuti dengan kualitas pribadinya. Pengalaman mengajarkan kepada seseorang untuk lebih siap menghadapi masa depan. Karena manusia tidak akan pernah bisa lepas dari salah dan khilaf. 

Pengalaman harusnya bisa menjadi 'amunisi' yang digunakan untuk bisa mengurangi kesalahan-kesalahan yang sudah pernah terjadi. Pernah melakukan kesalahan, tapi kemudian menyadarinya, lalu berusaha untuk tidak mengulanginya lagi, jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa karena takut melakukan kesalahan.

Karena untuk menjadi pribadi yang selalu terlihat sempurna dan tidak melakukan kesalahan, itu berat. Jangan lakukan. Biar Dilan saja....