Mohon tunggu...
Avizena Zen
Avizena Zen Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis buku, Blogger, Penulis konten, dan Penerjemah bahasa Inggris

Penulis buku Kakeibo. Blogger. Hobi menulis, memasak, dan menggambar.

Selanjutnya

Tutup

Bola

Apakah Harus Berkata "Aku Malu Jadi Aremania?"

3 Oktober 2022   15:27 Diperbarui: 3 Oktober 2022   15:33 220 2 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber foto: akun Instagram @francohita_coach

Tragedi di Stadion Kanjuruhan menghentak seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia. Ketika jiwa-jiwa melayang karena kekacauan, netizen pun berkomentar macam-macam. Ada yang bersedih karena kasihan kepada para korban. Namun ada pula yang menyalahkan Arema dan Aremania yang dianggap tidak tertib.

Memang tidak ada sepakbola yang seharga nyawa. Namun dari kejadian hari minggu berdarah itu, aremania harus instropeksi. Sebagai suporter yang pernah menyandang sebagai suporter terbaik di era Ligina (tahun 2000) mengapa sekarang jadi seperti ini?

Banyak yang menyalahkan aremania. Menganggapnya norak, terlalu fanatis, dan lain-lain. Rasanya aku ingin membalas semua komentar netizen yang memojokkan aremania padahal keadaan di lapangan bukan murni kesalahan kami.

Padahal kami hanya terlalu cinta pada AREMA terutama ketika sudah dipimpin oleh pelatih Javier Rocha. Cinta yang berujung pada kesedihan.

Di dalam lirik lagu aremania ada kata-kata: jiwa kami, harta ini, untuk Arema. Dan ternyata di Stadion Kanjuruhan semuanya terjadi seperti kemarin. Bukan kelabu tapi hitam-sehitam hitamnya.

Apakah aku haris berteriak "aku malu jadi aremania?" Tolong jangan cemooh kami. Maafkan kami. Kami masih cinta sepakbola. Kami rindu hiburan di kala pandemi. Kami suka nonton sepakbola.

Masih banyak aremania lain yang tertib, yang rela datang jauh-jauh dari luar kota. Tolong jangan serang aremania karena kita semua sama-sama pecinta sepakbola.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan