Mohon tunggu...
Adrian Chandra Faradhipta
Adrian Chandra Faradhipta Mohon Tunggu... Menggelitik cakrawala berpikir, menyentuh nurani yang berdesir

Praktisi rantai suplai dan pengadaan barang/jasa di industri hulu minyak dan gas Indonesia. Penulis buku Horizon (Ellunar Publisher, 2020) dan urun menulis buku antologi puisi Elipsis (Ellunar Publisher, 2020) serta Di Balik Ruang Tanpa Garis Temu (Alinea Publishing, 2020). Pendiri dan penggiat literasi Pojok Baca Muaradua (POBAMA) ***semua tulisan adalah pendapat pribadi terlepas dari pendapat perusahaan atau organisasi

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Artikel Utama

5 Tradisi Khas Ramadan yang akan Kita Rindukan di Tengah Masa Pandemi

12 April 2021   09:08 Diperbarui: 13 April 2021   03:50 1320 23 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
5 Tradisi Khas Ramadan yang akan Kita Rindukan di Tengah Masa Pandemi
Ilustrasi. Sumber: istimewa/getty images

Tak terasa Bulan Ramadan kembali hadir ke pangkuan. Bulan penuh rahmat dan ampunan dengan segudang keistimewaan. Dia adalah bulan rajanya bulan, tentu tidak mungkin begitu saja kita akan lewatkan.

Namun, Ramadan ini menjadi terasa berbeda karena masih berada di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung satu tahun lebih lamanya. Ini menjadi Ramadhan kedua bagi umat Islam di seluruh dunia di tengah pandemi Covid-19.

Mungkin selebrasi dan hingar-bingar semarak di dalam Ramadan kita kali ini akan berbeda dengan sebelum adanya pandemi karena berbagtai aturan protokol kesehatan yang wajib kita patuhi bersama. 

Lalu apa saja tradisi Ramadan di Indonesia khususnya yang akan terasa berbeda dan mungkin akan sulit kita rasakan bersama-sama di tahun ini? 

Berikut 5 tradisi khas Ramadan di Indonesia khususnya yang mungkin akan kita rindukan di tengah pandemi kali ini.

Pertama, Pawai Obor Menyambut Ramadan

Ilustrasi Pawai Obor Menyambut Ramadan. Sumber: AFP via benarnews.org
Ilustrasi Pawai Obor Menyambut Ramadan. Sumber: AFP via benarnews.org
Di banyak tempat di Indonesia semarak menyambut Ramadan akan dirasakan bahkan beberapa minggu sebelum memasuki Ramadhan.

Puncaknya adalah malam sebelum hari pertama Ramadan yang bertepatan dengan hari pertama salat tarawih ditunaikan serta sidang itsbat yang memutuskan Ramadhan pertama adalah keesokan harinya, akan ada pawai bersama mengelilingi jalanan kampung-kampung ataupun arak-arakan di sepanjang jalan sambil mendengungkan asam-asma Allah SWT serta salawat kepada Rasulullah SAW. 

Biasanya juga akan diiringi dengan obor-obor dari bambu serta barisan anak-anak pengajian melantunkan berbagai senandung khas Ramadan ataupun puji-pujian kepada Allah Swt.

Panjangnya barisan pun akan terlihat mengular beriring dengan obor-obor yang tampak berjalan seperti gelombang dari kejauhan. Nuansa syahdu dan riang akan kita rasakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x